Breaking News
light_mode
Beranda » Lifestyle » Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

Lukisan Kuda Api Karya SBY Terjual Rp6,5 Miliar di Jakarta

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
  • visibility 151
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – Sebuah karya seni lukis milik Susilo Bambang Yudhoyono mencatatkan nilai transaksi tinggi dalam lelang seni yang digelar di Jakarta. Lukisan berjudul Kuda Api terjual dengan harga Rp6,5 miliar, sekaligus menarik perhatian pelaku pasar seni dan publik nasional. (19/02/2026).

SBY melukis karya tersebut dengan gaya ekspresif dan warna-warna kuat. Sosok kuda tampil dominan sebagai simbol kekuatan dan keberanian, sementara unsur api merepresentasikan semangat yang terus menyala. Banyak pengamat seni menilai lukisan ini merefleksikan pengalaman hidup dan kepemimpinan sang Presiden ke-6 RI.

Antusiasme Kolektor dalam Proses Lelang

Penyelenggara lelang mencatat partisipasi aktif dari sejumlah kolektor seni dalam negeri. Proses penawaran berlangsung kompetitif sejak awal sesi. Salah satu kolektor akhirnya memenangkan lukisan tersebut setelah memberikan penawaran tertinggi.

Menurut panitia, nilai transaksi mencerminkan apresiasi pasar terhadap kualitas artistik sekaligus nilai historis karya. Faktor ketokohan pelukis juga turut meningkatkan minat kolektor terhadap karya tersebut.

Perjalanan SBY di Dunia Seni Lukis

Usai menyelesaikan masa jabatan sebagai presiden, SBY aktif menekuni dunia seni rupa. Ia rutin mengikuti pameran seni dan memamerkan karyanya kepada publik. Beberapa lukisan hasil karyanya juga berhasil terjual dengan nilai signifikan.

Melalui lukisan Kuda Api, SBY menyampaikan pesan tentang keteguhan, energi, dan optimisme. Simbol-simbol visual yang digunakan memberi makna filosofis yang kuat dan mudah ditafsirkan oleh penikmat seni.

Nilai Sosial dan Budaya

Selain nilai ekonomi, karya ini memiliki dimensi sosial dan budaya. Pada beberapa kesempatan sebelumnya, hasil penjualan lukisan SBY digunakan untuk mendukung kegiatan sosial dan kebudayaan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi terkait alokasi dana dari penjualan karya ini. Penjualan lukisan tersebut memperkuat posisi SBY sebagai tokoh nasional yang juga memperoleh pengakuan di dunia seni rupa Indonesia.

Rekomendasi Untuk Anda

  • IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral

    • calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 206
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – IHSG menguat pada perdagangan Selasa sore seiring penguatan bursa saham Asia. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 4,90 poin atau 0,05 persen ke level 8.980,23. Sebaliknya, indeks LQ45 turun 6,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 876,12. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, […]

  • Bahlil Dilantik Presiden sebagai Ketua Harian DEN

    Bahlil Dilantik Presiden sebagai Ketua Harian DEN

    • calendar_month Rabu, 28 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 208
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Bahlil Ketua Harian DEN resmi menjabat setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto melantik jajaran Dewan Energi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Rabu. Dalam kesempatan itu, Presiden mengangkat Bahlil Lahadalia bersama tujuh menteri sebagai anggota Dewan Energi Nasional dari unsur pemerintah. Selanjutnya, Presiden menetapkan pelantikan tersebut melalui Keputusan Presiden Nomor 134/P Tahun 2025 […]

  • KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

    KPPL Kecam Dugaan Perusakan Mangrove oleh PT Artha Graha di Teluk Kendari

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 366
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Dugaan perusakan mangrove Kendari kembali mencuat ke publik. Isu ini muncul setelah Koalisi Pemuda Penggiat Lingkungan (KPPL) mengecam aktivitas penimbunan di Jalan Baru, Kecamatan Kambu, Kota Kendari. KPPL menilai kegiatan tersebut mengancam kawasan mangrove yang berfungsi melindungi pesisir Teluk Kendari. KPPL mengaitkan aktivitas penimbunan itu dengan PT Artha Graha. Menurut hasil pemantauan […]

  • serangan udara Gaza evakuasi warga sipil

    32 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Terbaru di Gaza

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 274
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Serangan udara Gaza kembali memicu korban jiwa di tengah rapuhnya gencatan senjata. Pada saat yang sama, sedikitnya 32 warga sipil tewas setelah militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di wilayah Gaza pada Sabtu (31/1/2026). Akibatnya, kondisi kemanusiaan warga sipil kian memburuk. Menurut pernyataan resminya, militer Israel menyebut serangan tersebut sebagai respons […]

  • Bahasa Indonesia mendunia dalam diskusi Seskab di Istana Presiden Jakarta

    Bahasa Indonesia Mendunia, Seskab Bahas Strategi

    • calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 123
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Bahasa Indonesia mendunia menjadi fokus utama pemerintah dalam memperkuat peran budaya di tingkat global. Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya membahas langkah tersebut bersama Staf Khusus Presiden Yovie Widianto dan Utusan Khusus Presiden Raffi Ahmad. Pertemuan berlangsung di Kantor Sekretariat Kabinet RI, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (18/3). Selain itu, para peserta menjalankan […]

  • ilustrasi pendidikan hanya mengejar angka bukan manusia

    Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 217
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan. Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, […]

expand_less