Dialog Iran AS Damai, Presiden Iran Nilai Ada Kemajuan
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 180
- comment 0 komentar
- print Cetak

Masoud Pezeshkian saat pidato resmi di forum internasional
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Dialog Iran AS damai kembali menguat setelah Presiden Iran Masoud Pezeshkian menilai pembicaraan antara negaranya dan Amerika Serikat sebagai langkah maju menuju solusi damai. Ia menyampaikan penilaian tersebut menyusul pembicaraan diplomatik yang berlangsung dengan dukungan negara-negara kawasan.
Pezeshkian menegaskan bahwa Iran selalu mengedepankan dialog sebagai jalan utama penyelesaian konflik. Ia menyampaikan sikap tersebut melalui media sosial X pada Ahad.
“Dialog selalu menjadi strategi kami untuk mencapai solusi damai,” tulis Pezeshkian. Ia menambahkan bahwa pendekatan Iran terhadap isu nuklir berlandaskan hak-hak yang dijamin dalam Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT).
Selain itu, Pezeshkian menyatakan bahwa Iran akan merespons sikap saling menghormati dengan pendekatan yang sama. Namun, ia menegaskan bahwa negaranya menolak bahasa ancaman dan tekanan militer dalam hubungan internasional.
Dialog Iran AS Damai Lewat Jalur Nuklir
Iran dan Amerika Serikat kembali membuka jalur dialog Iran AS damai melalui diplomasi nuklir tidak langsung pada Jumat. Kedua negara melanjutkan komunikasi setelah ketegangan meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Ketegangan tersebut muncul setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump melontarkan ancaman tindakan militer terhadap Iran. Meski demikian, kedua pihak memilih kembali ke jalur diplomasi untuk menurunkan eskalasi dan menjaga stabilitas kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyebut pembicaraan tersebut sebagai awal yang positif. Ia menilai dialog dapat berlanjut jika kedua pihak mampu membangun kepercayaan secara bertahap.
Araghchi juga mengungkapkan bahwa Iran dan Amerika Serikat sepakat melanjutkan proses diplomasi. Kedua delegasi membuka peluang untuk bertemu kembali di Muscat, Oman, sebagai lokasi perundingan lanjutan.
Batas Negosiasi dan Harapan Kawasan
Meski membuka ruang dialog, Iran tetap menetapkan batas tegas dalam perundingan. Araghchi menegaskan bahwa program rudal Iran tidak masuk dalam agenda pembicaraan karena berkaitan langsung dengan kepentingan pertahanan nasional.
Namun demikian, para pengamat menilai dialog Iran AS damai berpotensi menurunkan tensi kawasan jika kedua pihak konsisten menjaga komunikasi. Sejumlah negara di Timur Tengah juga berharap dialog ini dapat mendorong stabilitas regional dan mengurangi risiko konflik terbuka.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Endana
- Sumber: duasatunews.com
