Pentagon Siapkan 1.500 Pasukan Elit Divisi Lintas Udara ke-11 untuk Antisipasi Kerusuhan di Minnesota
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 131
- comment 0 komentar
- print Cetak

ket: Aksi unjuk rasa di Minnesota, Amerika Serikat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Pasukan AS Minnesota mulai disiagakan oleh Pentagon untuk mengantisipasi kemungkinan kerusuhan. Pentagon menyiapkan sekitar 1.500 tentara aktif dari Divisi Lintas Udara ke-11 Angkatan Darat Amerika Serikat.
Harian The Washington Post melaporkan informasi tersebut dengan mengutip pejabat pertahanan AS. Hingga kini, Pentagon belum memutuskan pengerahan pasukan ke lapangan.
Pasukan AS Minnesota Berstatus Siaga
Pentagon menyiagakan dua batalion infanteri dari Divisi Lintas Udara ke-11. Unit ini bermarkas di Alaska dan memiliki kemampuan operasi di wilayah bercuaca dingin.
Pimpinan militer memerintahkan pasukan tersebut untuk bersiap menghadapi berbagai kemungkinan. Namun, otoritas pertahanan belum mengambil keputusan final terkait penugasan ke Minnesota.
Operasi Imigrasi Skala Besar
Langkah Pentagon menyusul pengumuman Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Kristi Noem. Ia meluncurkan operasi imigrasi terbesar di Minnesota.
Pemerintah federal mengerahkan sekitar 2.000 agen dan petugas ke negara bagian itu. Aparat menjalankan penegakan hukum imigrasi secara intensif di sejumlah wilayah.
Gedung Putih menyebut kesiapsiagaan militer sebagai prosedur standar. Pemerintah ingin memastikan Pentagon siap menghadapi setiap keputusan presiden.
Protes dan Opsi Insurrection Act
Situasi keamanan Minnesota memanas dalam beberapa pekan terakhir. Aksi protes besar muncul setelah insiden penembakan fatal oleh petugas ICE.
Demonstrasi berlangsung di Minneapolis dan St. Paul. Aparat keamanan meningkatkan pengawasan untuk mencegah eskalasi.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya menyinggung kemungkinan penggunaan Insurrection Act. Undang-undang ini memberi kewenangan presiden mengerahkan militer di dalam negeri. Namun, pemerintah federal belum mengeluarkan keputusan akhir dan masih mengevaluasi situasi.

Saat ini belum ada komentar