Kebakaran Pabrik Karet Tangerang Terjadi Sejak Malam
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 29
- comment 0 komentar
- print Cetak

Kebakaran pabrik karet Tangerang di kawasan Cipondoh
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
TANGERANG (duasatunews.com) – Kebakaran pabrik karet Tangerang yang terjadi di Jalan KH Agus Salim, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, masih berlangsung hingga Senin (22/6/2026) pagi. Kobaran api di area produksi PT Murni Karetindo Lestari (King Stone) belum sepenuhnya padam dan petugas terus melakukan pemadaman.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Tangerang, Andia S. Rahman, mengatakan petugas menerima laporan kebakaran pada Minggu (21/6/2026) sekitar pukul 22.31 WIB. Saat tim pemadam tiba di lokasi, api sudah membesar dan merambat ke sejumlah bangunan pabrik.
Andia menjelaskan bahwa api melahap tiga area pabrik yang menyimpan sandal jadi, bahan baku karet, dan berbagai cairan kimia untuk kebutuhan produksi. Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama.
“Bahan yang mudah terbakar membuat proses pemadaman membutuhkan waktu lebih lama,” ujarnya.
Video yang beredar pada Senin pagi memperlihatkan kobaran api yang masih muncul di beberapa bagian bangunan. Asap hitam pekat juga membumbung tinggi dari lokasi kejadian.
BPBD Kota Tangerang mengerahkan 21 unit kendaraan pemadam dan 95 personel untuk mengendalikan api. Petugas berupaya menghentikan perambatan api agar kobaran tidak menjalar ke bangunan lain.
Petugas juga mengamankan tangki bahan kimia berkapasitas 20.000 liter yang berada di area pabrik. Langkah itu bertujuan mencegah potensi ledakan yang dapat memperbesar dampak kebakaran.
Dampak Kebakaran terhadap Lingkungan
Asap tebal akibat kebakaran terlihat dari sejumlah wilayah di sekitar Kecamatan Cipondoh. Petugas meminta warga menghindari lokasi kejadian demi menjaga keselamatan dan memberi ruang bagi tim pemadam yang bekerja di lapangan.
Petugas belum menerima laporan korban jiwa. Aparat terkait masih menyelidiki penyebab kebakaran sambil melanjutkan proses pendinginan di lokasi.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat karena pabrik menyimpan bahan yang mudah terbakar. Aparat juga menutup akses di sekitar lokasi hingga kondisi benar-benar aman.
Petugas mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap dampak asap dan tidak mendekati area kebakaran selama proses penanganan berlangsung.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
