32 Warga Sipil Tewas dalam Serangan Udara Terbaru di Gaza
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
- visibility 204
- comment 0 komentar
- print Cetak

Petugas penyelamat mengevakuasi korban dari reruntuhan bangunan usai serangan udara di Gaza
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Serangan udara Gaza kembali memicu korban jiwa di tengah rapuhnya gencatan senjata. Pada saat yang sama, sedikitnya 32 warga sipil tewas setelah militer Israel melancarkan serangan ke sejumlah titik di wilayah Gaza pada Sabtu (31/1/2026). Akibatnya, kondisi kemanusiaan warga sipil kian memburuk.
Menurut pernyataan resminya, militer Israel menyebut serangan tersebut sebagai respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata oleh Hamas. Namun demikian, kekerasan tetap berlanjut meski kesepakatan yang dimediasi Amerika Serikat telah memasuki fase lanjutan. Oleh karena itu, Israel dan Hamas kembali saling menyampaikan tudingan pelanggaran perjanjian.
Sementara itu, insiden ini terjadi hanya beberapa hari setelah Israel bergabung dalam Dewan Perdamaian Gaza yang diprakarsai Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Dalam konteks tersebut, perhatian internasional kembali tertuju pada stabilitas kawasan.
Dampak Serangan Udara di Gaza terhadap Warga Sipil
Selain menimbulkan korban jiwa, serangan udara menimpa kawasan permukiman padat penduduk. Misalnya, apartemen hunian, tenda pengungsian, dan tempat penampungan warga mengalami kerusakan. Pada saat bersamaan, warga melaporkan kesulitan evakuasi akibat akses yang terbatas.
Di sisi lain, juru bicara badan pertahanan sipil Gaza, Mahmud Bassal, menyampaikan pembaruan jumlah korban. Ia menjelaskan, angka korban terus bertambah sejak dini hari.
“Sejak pagi, jumlah korban tewas meningkat menjadi 32 orang. Mayoritas korban merupakan anak-anak dan perempuan,” ujarnya kepada AFP.
Serangan Udara Gaza Jelang Pembukaan Penyeberangan Rafah
Selanjutnya, serangan terjadi menjelang rencana pembukaan kembali penyeberangan Rafah Crossing yang menghubungkan Gaza dan Mesir. Sebelumnya, otoritas Israel menyatakan akan membuka penyeberangan tersebut secara terbatas mulai Minggu (1/2/2026). Oleh karena itu, waktu kejadian ini memicu kekhawatiran terhadap kelancaran distribusi bantuan kemanusiaan.
Kerusakan Akibat Serangan Udara di Gaza pada Fasilitas Umum
Tak hanya permukiman, serangan juga menghantam fasilitas umum. Sebagai contoh, sebuah unit apartemen di kawasan Rimal, Kota Gaza, hancur total. Di lokasi berbeda, serangan terpisah mengenai kantor polisi di distrik Sheikh Radwan.
Menurut keterangan resmi, Direktorat Jenderal Kepolisian Gaza melaporkan tujuh orang meninggal dunia, termasuk empat petugas polisi perempuan. Pada saat itu, petugas dan warga sipil berada di lokasi.
Respons Kemanusiaan Pasca Serangan Udara Gaza
Tak lama kemudian, tim penyelamat bergerak menuju lokasi-lokasi terdampak. Kemudian, mereka mengevakuasi jenazah dari reruntuhan bangunan dan memberikan pertolongan darurat kepada korban luka. Meski menghadapi keterbatasan peralatan, petugas tetap melanjutkan proses evakuasi.
Akhirnya, rangkaian peristiwa ini kembali menegaskan rapuhnya gencatan senjata. Selain itu, insiden tersebut memperdalam kekhawatiran terhadap kondisi kemanusiaan warga sipil di Gaza.
