Musabaqah Dai/Daiyah Kabupaten Batu Bara 2026 Resmi Ditutup, Bupati Apresiasi Semangat Peserta
- account_circle Rahman
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 22
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Batu bara, (duasatunews.com) — Musabaqah Dai/Daiyah Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 resmi berakhir. Kegiatan tersebut ditutup pada Minggu (9/8/2026) dalam suasana khidmat dan dihadiri para peserta, dewan hakim, panitia, serta sejumlah undangan.
Penutupan dilakukan langsung oleh Bupati Batu Bara, Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si. Kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Batu Bara itu menjadi bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan syiar Islam sekaligus pembinaan generasi muda di daerah tersebut.
Musabaqah Dai/Daiyah tidak sekadar menjadi ajang perlombaan untuk memperebutkan gelar juara. Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan berdakwah, keberanian tampil di hadapan publik, kreativitas, serta keterampilan dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman.
Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapat kesempatan untuk menunjukkan kemampuan sekaligus memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai agama dalam kehidupan bermasyarakat.
Ketua Panitia Musabaqah Dai/Daiyah Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026, Rizqi Almaajid, S.Pd., menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya seluruh rangkaian kegiatan hingga selesai.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Batu Bara, pemerintah daerah, dewan hakim, panitia, peserta, pendamping, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh rangkaian Musabaqah Dai/Daiyah Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 telah terlaksana hingga acara penutupan. Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi. Semoga kegiatan ini tidak berhenti sebagai sebuah perlombaan, tetapi menjadi awal lahirnya dai dan daiyah muda yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Rizqi.
Ia berharap para peserta, khususnya para pemenang, tidak berhenti mengembangkan kemampuan setelah kompetisi berakhir. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh selama mengikuti musabaqah dapat menjadi bekal untuk terus belajar dan berkontribusi dalam menyampaikan nilai-nilai keagamaan di tengah masyarakat.
Sementara itu, peserta yang belum berhasil meraih juara diharapkan tidak berkecil hati. Semangat untuk terus belajar, berlatih, dan mengembangkan kemampuan berdakwah perlu tetap dijaga.
Berakhirnya Musabaqah Dai/Daiyah Tingkat Kabupaten Batu Bara Tahun 2026 diharapkan menjadi awal bagi pembinaan yang lebih berkelanjutan. Kegiatan serupa diharapkan mampu melahirkan dai dan daiyah muda yang tidak hanya memiliki kemampuan berbicara di depan publik, tetapi juga memiliki wawasan keagamaan, integritas, serta akhlak yang baik.
Dengan demikian, Musabaqah Dai/Daiyah dapat memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus membangun generasi muda Kabupaten Batu Bara yang berkarakter, berilmu, dan berakhlak mulia.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Tim redaksi

Saat ini belum ada komentar