Miras Oplosan Pelajar Tewaskan Dua Siswa di Pulau Sapuka
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 181
- comment 0 komentar
- print Cetak

GAMBAR : ilustrasi, pemuda sedang memegang botol
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Pangkep, (duasatunews.com) – miras oplosan pelajar kembali menimbulkan korban jiwa. Sebanyak 13 pelajar di Pulau Sapuka, Kecamatan Liukang Tangaya, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, nekat mengonsumsi minuman keras campuran berbahan cairan spritus dan minuman berenergi. Peristiwa tersebut menyebabkan dua pelajar meninggal dunia, sementara 11 lainnya masih menjalani perawatan dan pemeriksaan medis secara intensif.
Kejadian ini memicu keprihatinan masyarakat setempat karena seluruh korban masih berstatus pelajar dan sebagian besar berusia di bawah umur.
Miras Oplosan Pelajar Dikonsumsi di Dermaga Pulau Sapuka
Peristiwa miras oplosan pelajar ini terjadi pada Selasa malam (3/2/2026) di Dermaga Batu Pulau Sapuka. Para pelajar berkumpul dan mengonsumsi minuman oplosan secara bersama-sama.
Kasi Humas Polres Pangkep, Imran, membenarkan kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa para pelajar mengonsumsi minuman oplosan dalam dua kesempatan pada hari yang sama.
“Pada siang hari, salah satu pelajar membeli spritus, air mineral, minuman berenergi, dan susu kental manis. Mereka mengoplos lalu meminumnya bersama. Pada malam hari, mereka kembali membeli bahan serupa untuk dikonsumsi di dermaga,” ujar Imran, Sabtu (7/2/2026).
Dampak Konsumsi Minuman Oplosan terhadap Kesehatan Pelajar
Setelah mengonsumsi minuman oplosan, kondisi para pelajar mulai menunjukkan gejala serius. Beberapa di antaranya mengeluhkan pusing, mual, hingga kejang.
Pada Kamis pagi (5/2/2026), korban berinisial WA (16) mengalami kejang hebat. Keluarga segera membawanya ke Puskesmas Pulau Sapuka. Tidak lama kemudian, korban kedua berinisial SA (17) juga dibawa ke fasilitas kesehatan yang sama akibat kondisi serupa.
“Sekitar pukul 13.00 Wita, tenaga medis menyatakan WA meninggal dunia. Pada malam harinya sekitar pukul 20.00 Wita, SA juga meninggal dunia,” jelas Imran.
Sebanyak 11 pelajar lainnya masih menjalani perawatan medis dengan kondisi yang beragam, mulai dari stabil hingga membutuhkan pemantauan ketat.
Penyelidikan Polisi atas Kasus Miras Oplosan Pelajar
Polisi langsung bergerak menangani kasus ini. Petugas mendatangi lokasi kejadian, mengumpulkan keterangan saksi, serta mendata seluruh korban yang terlibat.
Selain itu, polisi juga menelusuri asal spritus yang digunakan dalam minuman oplosan. Petugas memeriksa pedagang yang menjual spritus kepada para pelajar untuk memastikan tidak ada pelanggaran lain.
“Kami menelusuri asal bahan oplosan dan memeriksa saksi-saksi terkait,” tambah Imran.
Imbauan Polisi dan Peran Orang Tua
Hingga kini, Polres Pangkep masih mendalami kasus miras oplosan pelajar tersebut untuk mengungkap seluruh rangkaian peristiwa. Polisi juga mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, agar lebih aktif mengawasi aktivitas anak-anak mereka.
“Kami mengajak para orang tua untuk bersama-sama menjaga dan mengawasi anak masing-masing agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Imran.
