Breaking News
light_mode
Beranda » Pendidikan » KPIT Desak Kemendiksaintek Evaluasi Penggunaan Desil dalam KIP Kuliah

KPIT Desak Kemendiksaintek Evaluasi Penggunaan Desil dalam KIP Kuliah

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 24 Agt 2026
  • visibility 238
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, (duasatunews.com) — Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Pemuda Indonesia Timur (KPIT) kembali menggelar aksi demonstrasi Jilid II di depan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiksaintek), Senin, 24 Agustus 2026.

Dalam aksi tersebut, massa mendesak Kemendiksaintek segera menghapus desil sebagai salah satu persyaratan dalam penerimaan Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah bagi mahasiswa baru.

KPIT menilai penggunaan desil dalam proses seleksi penerima KIP Kuliah masih menimbulkan persoalan. Mereka menyoroti adanya mahasiswa dari keluarga kurang mampu yang tercatat dalam kategori desil 5–6 sehingga berpotensi tidak memenuhi persyaratan penerima bantuan pendidikan.

Penanggung jawab aksi, Edrian Saputra, menegaskan pihaknya meminta Kemendiksaintek segera mengevaluasi sekaligus menghapus ketentuan desil dari persyaratan penerimaan KIP Kuliah.

“Kami mendesak Kementerian Pendidikan agar secepatnya menghapus desil dalam persyaratan penerimaan KIP terhadap mahasiswa baru,” tegas Edrian Saputra.

Menurut KPIT, persoalan tersebut perlu mendapat perhatian serius karena terdapat mahasiswa yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas, tetapi tercatat dalam kategori desil 5–6.

KPIT menyebut sebagian orang tua mahasiswa bekerja sebagai petani, tukang, maupun pekerja harian. Bahkan, menurut mereka, terdapat keluarga mahasiswa yang tidak pernah menerima bantuan sosial, tetapi tetap masuk dalam kategori desil 5 sampai 6.

Karena itu, KPIT mempertanyakan ketepatan penggunaan data desil sebagai salah satu dasar dalam menentukan penerima bantuan pendidikan. Mereka menilai kondisi ekonomi keluarga mahasiswa perlu menjadi pertimbangan secara lebih komprehensif agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan memperoleh KIP Kuliah.

“Adik-adik kami tidak meminta apa pun selain desil harus secepatnya dihapus dari persyaratan penerimaan KIP,” ujar Edrian.

Selain meminta penghapusan desil, KPIT juga mendorong pemerintah membuka ruang evaluasi terhadap mekanisme penentuan penerima KIP Kuliah. Menurut mereka, kebijakan tersebut harus memastikan mahasiswa baru yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan tetap mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi.

“Kami meminta pemerintah agar membuka ruang evaluasi terhadap mekanisme penentuan penerima KIP Kuliah. Kebijakan tersebut harus memastikan mahasiswa baru yang benar-benar membutuhkan bantuan pendidikan mendapatkan kesempatan untuk melanjutkan pendidikan tinggi,” ujarnya.

Dalam aksi Jilid II tersebut, KPIT kembali menegaskan tuntutannya agar Kemendiksaintek menghapus atau setidaknya mengevaluasi penggunaan desil dalam persyaratan KIP Kuliah.

Mereka berharap pemerintah segera memberikan solusi terhadap persoalan tersebut agar mahasiswa dari keluarga kurang mampu tidak kehilangan kesempatan memperoleh bantuan pendidikan hanya karena klasifikasi desil.

  • Penulis: Rahman
  • Editor: Nur Endana
  • Sumber: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Jepang Kembangkan Kereta Maglev Berkecepatan Tinggi Seri L0

    Jepang Kembangkan Kereta Maglev Berkecepatan Tinggi Seri L0

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 452
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Jepang menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan sistem transportasi berkecepatan sangat tinggi melalui proyek kereta maglev generasi terbaru. Sebagai langkah awal, tim pengembang menyiapkan Kereta Maglev Seri L0 Jepang melalui serangkaian uji coba berkelanjutan. Dengan demikian, kereta ini diharapkan mampu melayani mobilitas antarkota dengan waktu tempuh jauh lebih singkat dibanding kereta cepat konvensional. Selain […]

  • “Bahlil Lahadalia menyampaikan pernyataan terkait royalti tambang ditunda di Jakarta”

    Royalti Tambang Ditunda hingga Tax Amnesty Dipastikan Aman, Ini Deretan Isu Ekonomi yang Jadi Sorotan

    • calendar_month Selasa, 12 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 251
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)— Pemerintah menunda penerapan royalti baru sektor tambang dan memastikan peserta Tax Amnesty Jilid II tetap mendapat kepastian hukum. Sejumlah kebijakan ekonomi itu menjadi perhatian. Bahlil Tunda Royalti Tambang Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menunda penerapan royalti baru untuk komoditas tembaga, timah, nikel, emas, dan perak. Bahlil mengambil keputusan itu setelah […]

  • Sekda Bekasi diperiksa KPK di Gedung Merah Putih Jakarta

    Sekda Bekasi Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Bupati Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 534
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Sekda Bekasi diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Melalui pemeriksaan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam konstruksi perkara. Pada Rabu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selain itu, penyidik menelusuri peran […]

  • Pupuk RI tembus Australia melalui ekspor perdana urea dari Pelabuhan Bontang disertai penurunan harga pupuk subsidi 20 persen untuk petani Indonesia.

    Pupuk RI Tembus Australia, Harga Subsidi untuk Petani Turun 20 Persen

    • calendar_month Kamis, 14 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 183
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Pupuk RI tembus Australia menjadi langkah baru pemerintah dalam memperkuat industri pupuk nasional sekaligus memperluas pasar internasional. Selain meningkatkan ekspor, pemerintah juga menurunkan harga pupuk subsidi sebesar 20 persen guna membantu petani meningkatkan produktivitas pertanian. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut kebijakan tersebut memberi keuntungan langsung bagi petani di tengah situasi geopolitik global yang […]

  • Anak putus sekolah Sulbar kembali belajar ditandai penyerahan penghargaan Hardiknas di Mamuju

    550 Anak Putus Sekolah di Sulbar Kembali Belajar, Program Ini Jadi Titik Awal Perubahan

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 309
    • 0Komentar

    jakarta,(duasatunews.com)// – Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat mengembalikan 550 anak tidak sekolah (ATS) ke bangku pendidikan melalui program Gerakan Kembali Bersekolah. Kepala Dinas Pendidikan Sulbar, Nehru Sagena, menyatakan capaian ini berasal dari total 1.700 anak yang tersebar di enam kabupaten. Ia menyampaikan keterangan itu saat peringatan Hari Pendidikan Nasional di Mamuju, Sabtu. Sebaran Anak Kembali Sekolah Secara […]

  • PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    PENGANGKATAN P3K DI KONAWE: HONORER TERLUPAKAN, YANG BARU TAMAT SEKOLAH JUSTRU LULUS

    • calendar_month Minggu, 14 Des 2025
    • account_circle Admin 21
    • visibility 722
    • 0Komentar

    jakarta, DuaSatuNews.com  – Pengangkatan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) seharusnya menjadi solusi keadilan bagi tenaga honorer yang telah lama mengabdi. Namun dalam praktiknya, kebijakan ini justru menimbulkan kegelisahan. Banyak honorer lama kembali merasa tersisih, sementara peserta yang baru menamatkan pendidikan berhasil lolos seleksi. Honorer Lama Kembali Terpinggirkan Kondisi ini memunculkan pertanyaan serius tentang keberpihakan […]

expand_less