Breaking News
light_mode
Beranda » Berita » FPMAI Sultra Desak Aparat Usut Legalitas Tambang dan Material Proyek Banjir Konaweeha

FPMAI Sultra Desak Aparat Usut Legalitas Tambang dan Material Proyek Banjir Konaweeha

  • account_circle Redaksi
  • calendar_month 1 jam yang lalu
  • visibility 17
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (DUASATUNEWS.COM) — Forum Pemuda Mahasiswa Aktivis Indonesia (FPMAI) Sulawesi Tenggara menggelar aksi di Mabes Polri. Kamis 22 Oktober 2026.

Mereka mendesak aparat mengusut dugaan pertambangan batu tanpa izin di Desa Wawohine, Kecamatan Amonggedo, Kabupaten Konawe, serta menelusuri legalitas sumber material Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha senilai Rp12,29 miliar.

Massa aksi mendesak Bareskrim Mabes Polri untuk segera memanggil dan memeriksa Direktur Cv Usrul serta seluruh pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas penambangan ilegal di Desa Wawohine, Kec. Amonggedo, Kab. Konawe yang diduga kuat terindikasi melakukan aktivitas tanpa adanya dokumen izin Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) dan izin usaha yang lengkap.

FPMAI meminta agar aparat penegak hukum melakukan pemeriksaan secara objektif berdasarkan dokumen dan fakta lapangan, mencakup legalitas tambang, asal-usul material, status lahan, kewajiban lingkungan, dokumen kontrak, serta hubungan pemasok material dengan pelaksana proyek. FPMAI menegaskan bahwa dugaan tersebut perlu dilakukan nya verifikasi resmi.

“Kami datang bukan untuk menghakimi, melainkan mendesak aparat penegak hukum (APH) melalui Bareskrim Mabes Polri untuk turun melakukan sidak dan pemeriksaan yang objektif, transparan, dan profesional ke laparangan. Jika terbukti ditemukan indikasi pelanggaran tata ruang lingkungan, maka harus mendapat tindakan sesuai hukum yang berlaku” ujar Presidium FPMAI Sulawesi Tenggara, Muh Arsandi.

Menurut Arsandi, nilai proyek tersebut harus segera ditelusuri untuk bagaimana melihat dan membuktikan jika benar terjadi pelanggaran, tetapi perlunya pemerintah memastikan penggunaan anggaran dan material sesuai ketentuan peraturan. Pemeriksaan juga perlu mencakup potensi dampak lingkungan serta kemungkinan keterkaitan antara kegiatan tambang, pemasok, pelaksana proyek, dan pihak terkait lainnya.

Sebagaimana UU Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. UU Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dan UU Nomor 2 Tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi tentang Ketentuan pengadaan barang dan jasa pemerintah, khususnya terkait spesifikasi teknis, asal-usul material, dokumen kontrak, dan pertanggungjawaban pekerjaan.

Oleh karena itu, FPMAI menyampaikan TIGA TUNTUTAN sebagai berikut:

1. Mendesak Mabes Polri menyelidiki dugaan pertambangan batu tanpa izin di Desa Wawohine berdasarkan bukti dan hukum yang berlaku.

2. Mendesak Kementrian Energi Sumber Daya dan Mineral (ESDM) untuk memverifikasi status keabsahan perizinan perusahaan, lokasi, dan legalitas kegiatan tambang.

3. Mendesak Kementerian Pekerjaan Umum dan Inspektur Pertambangan memeriksa sumber material, dokumen kontrak, serta pelaksanaan Proyek Pengendalian Banjir Sungai Konaweeha senilai Rp12,29 miliar dan menyampaikan hasilnya secara transparan.

“Dugaan ini harus diuji melalui proses hukum yang objektif. Tidak boleh ada kesimpulan sebelum pemeriksaan selesai, tetapi juga tidak boleh ada pembiaran jika ditemukan pelanggaran,” tegas Muh Arsandi.

FPMAI menyatakan akan mengawal persoalan ini melalui jalur konstitusional dan menyerahkan bukti tambahan apabila tersedia. Setiap pihak yang disebut atau diduga terkait harus diberi ruang untuk memberikan klarifikasi sesuai prosedur hukum.

FPAMI menegaskan Seluruh dugaan perlu uji melalui verifikasi dan keterangan resmi, dokumen perizinan, dokumen proyek, dan hasil audit maupun pemeriksaan pihak berwenang. tutupnya

Hingga berita ini disusun, redaksi belum memperoleh keterangan dari pihak-pihak terkait mengenai persoalan tersebut. Redaksi tetap membuka ruang bagi pihak terkait untuk menyampaikan klarifikasi atau tanggapan guna memenuhi prinsip keberimbangan pemberitaan.

  • Penulis: Redaksi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • aksi mahasiswa Sultra laporkan dugaan tambang ilegal ke Kejaksaan Agung RI

    Aksi Mahasiswa Sultra Laporkan Tambang Ilegal

    • calendar_month Kamis, 12 Jun 2025
    • account_circle Nur Wayda
    • visibility 6.007
    • 170Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Forum Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar aksi unjuk rasa di Kejaksaan Agung RI dan Mabes Polri, Rabu (11/6/2025). Melalui aksi tersebut, mereka melaporkan dugaan pelanggaran aktivitas pertambangan yang melibatkan CV. Yulan Pratama di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Dalam aksi itu, massa menyoroti aktivitas pertambangan CV. Yulan Pratama yang berlangsung di wilayah […]

  • Pesawat Sipil Dilaporkan Alami Insiden Keamanan Saat Hendak Mendarat di Papua

    Pesawat Sipil Dilaporkan Alami Insiden Keamanan Saat Hendak Mendarat di Papua

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 549
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Sebuah pesawat sipil mengalami insiden keamanan saat hendak mendarat di wilayah pegunungan Papua, Kamis. Insiden itu terjadi ketika pesawat memasuki fase akhir pendaratan. Seluruh penumpang dan awak pesawat selamat. Informasi awal menyebutkan bahwa warga sekitar bandara mendengar suara letusan dari arah darat. Hingga kini, otoritas terkait masih mendalami sumber dan penyebab suara […]

  • Dynamics 365 Guides digunakan untuk panduan kerja teknisi industri berbasis mixed reality 2.10 Play Button

    The Future of Mixed Reality: Blending the Virtual and the Real

    • calendar_month Selasa, 28 Jan 2025
    • account_circle Lili Cheng
    • visibility 2.314
    • 1Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Microsoft memperkenalkan Copilot Dynamics 365 Guides sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan dan mixed reality untuk mendukung pekerja industri di lapangan. Teknologi ini membantu teknisi memahami peralatan kompleks secara langsung tanpa harus menghentikan alur kerja atau membuka manual panjang. Berbeda dengan pendekatan konvensional, sistem ini menyajikan panduan kerja secara kontekstual. Dengan demikian, pekerja […]

  • BBM subsidi Jatim aman di SPBU Karanglo Malang saat Khofifah meninjau distribusi Pertamina

    Khofifah Pastikan Stok BBM Subsidi di Jawa Timur Aman, Distribusi Biosolar dan Pertalite Kembali Normal

    • calendar_month Minggu, 28 Jun 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) subsidi di Jawa Timur berada dalam kondisi aman. Kepastian itu disampaikan setelah antrean kendaraan di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) mulai terurai. Khofifah menyampaikan hal tersebut saat meninjau SPBU Karanglo, Kabupaten Malang, Minggu (28/6/2026). Ia menegaskan pasokan biosolar yang sebelumnya […]

  • lingkungan belajar aman melalui penguatan pendidikan karakter

    Komisi X DPR Tekankan Pembinaan Karakter untuk Ciptakan Lingkungan Pendidikan Aman

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 560
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Lalu Hadrian Irfani, menegaskan perlunya penguatan pendidikan karakter untuk mencegah maraknya kekerasan di lingkungan pendidikan. Ia menyatakan bahwa dunia pendidikan tidak boleh hanya mengejar prestasi akademik. Sekolah harus menanamkan nilai moral, etika, empati, dan sikap saling menghormati sejak dini. Menurutnya, nilai-nilai tersebut membentuk kepribadian peserta didik […]

  • Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
    War

    Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

    • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 953
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing. Sebelumnya, Do’a […]

expand_less