Gus Yahya Palestina: Ingatkan Prabowo Soal Kebijakan
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
- visibility 301
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan keterangan pers usai pertemuan dengan Presiden di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Gus Yahya Palestina menilai Indonesia harus menjaga arah kebijakan luar negeri terkait Palestina secara konsisten. Karena itu, ia meminta pemerintah tetap berhati-hati agar setiap langkah diplomasi tidak merugikan rakyat Palestina.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, menyampaikan pandangan tersebut setelah menghadiri pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan pimpinan organisasi kemasyarakatan Islam dan para kiai di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta. Dalam agenda itu, perwakilan 16 ormas Islam dan tokoh pesantren ikut hadir.
Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menjelaskan langkah-langkah yang pemerintah siapkan untuk membantu Palestina. Selain itu, Presiden menguraikan strategi diplomasi yang pemerintah sesuaikan dengan kondisi global agar Indonesia tetap berperan aktif.
Pada saat yang sama, Presiden menekankan pentingnya pendekatan realistis dalam kebijakan luar negeri. Oleh karena itu, pemerintah menimbang setiap peluang diplomasi secara cermat sebelum mengambil keputusan.
Gus Yahya Palestina memandang penjelasan tersebut sebagai bagian dari upaya menjaga posisi Indonesia. Namun, ia mengingatkan pemerintah agar tidak mengikuti arus kebijakan global yang berpotensi melemahkan pembelaan terhadap Palestina.
Presiden Prabowo juga mengulas keterlibatan Indonesia dalam inisiatif Board of Peace. Sementara itu, pemerintah tetap memperkuat koordinasi dengan negara-negara Islam dan kawasan Timur Tengah.
Koordinasi tersebut bertujuan menyatukan sikap dan langkah politik. Dengan demikian, Indonesia berusaha memastikan setiap kebijakan internasional tetap sejalan dengan kepentingan rakyat Palestina.
Presiden Prabowo kembali menegaskan komitmen Indonesia untuk melindungi rakyat Palestina, khususnya warga sipil di Jalur Gaza. Lebih lanjut, pemerintah menyiapkan langkah lanjutan agar dukungan diplomatik juga menjangkau rakyat Palestina di Tepi Barat.
Indonesia, sebagai negara yang konsisten mendukung kemerdekaan Palestina, menempatkan isu kemanusiaan sebagai dasar kebijakan luar negeri. Sejalan dengan itu, pemerintah menilai sikap tersebut sesuai dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.
Akhirnya, Gus Yahya Palestina berharap pemerintah terus menjaga konsistensi kebijakan tersebut. Dengan langkah yang terukur, ia meyakini Indonesia dapat memperkuat perannya dalam membela hak-hak rakyat Palestina di tingkat global.
