Presiden Soroti Kemiskinan di Negeri Kaya SDA, Tantangan Pemerataan Kembali Menguat
- account_circle Darman
- calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
- visibility 219
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pandangannya soal kemiskinan di tengah kekayaan sumber daya alam Indonesia dalam agenda resmi pemerintahan.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com – Kemiskinan Indonesia masih menjadi persoalan mendasar meski kekayaan sumber daya alam tersebar di berbagai wilayah. Di banyak daerah penghasil tambang, migas, dan perkebunan, warga masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi, pendidikan, serta layanan dasar. Situasi ini menciptakan jarak nyata antara potensi nasional dan kesejahteraan masyarakat.
Isu tersebut kembali menguat pada awal pemerintahan baru ketika publik menunggu arah kebijakan ekonomi yang lebih berpihak pada pemerataan. Data resmi mencatat penurunan kemiskinan berlangsung lambat dan tidak merata antarwilayah. Pada saat yang sama, pemanfaatan sumber daya alam terus meningkat dan menyumbang penerimaan besar bagi negara.
Presiden Prabowo Subianto menilai kemiskinan Indonesia di tengah kekayaan alam sebagai ketimpangan yang harus segera dibenahi. Ia menegaskan negara wajib memastikan hasil pengelolaan sumber daya memberi manfaat langsung bagi rakyat. Presiden juga mendorong pemerintah memperkuat kebijakan fiskal dan program sosial agar kekayaan alam tidak hanya mengalir ke kelompok tertentu.
Sejumlah akademisi dan pengamat kebijakan publik menanggapi pernyataan tersebut secara kritis. Mereka menilai pemerintah tidak bisa mengandalkan pertumbuhan ekonomi semata untuk menekan kemiskinan. Para pengamat menekankan pentingnya distribusi hasil pembangunan, transparansi tata kelola, serta pengawasan anggaran. Tanpa langkah konkret, wacana pengentasan kemiskinan berisiko berhenti pada tataran konsep.
Di daerah penghasil sumber daya alam, arah kebijakan pemerintah akan membawa dampak langsung bagi masyarakat. Ketika pemerintah memperkuat perlindungan sosial, membuka lapangan kerja lokal, dan meningkatkan kualitas layanan publik, warga berpeluang merasakan manfaat ekonomi secara nyata. Sebaliknya, kebijakan yang lemah dapat memperlebar kesenjangan dan memicu masalah sosial.
Ke depan, publik akan menilai konsistensi pemerintah dalam menurunkan kemiskinan Indonesia melalui kebijakan yang terukur, transparan, dan berkelanjutan. Pengelolaan kekayaan alam menjadi indikator penting komitmen negara terhadap kesejahteraan rakyat.

Saat ini belum ada komentar