Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Ma’ruf Amin: Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Masalah Global, Indonesia Termasuk

Ma’ruf Amin: Ketimpangan Ekonomi Masih Jadi Masalah Global, Indonesia Termasuk

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
  • visibility 384
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com — ketimpangan ekonomi Indonesia masih menjadi persoalan serius dalam pembangunan nasional. Wakil Presiden ke-13 RI Ma’ruf Amin menilai masalah tersebut tidak hanya terjadi di dalam negeri, tetapi juga menjadi fenomena global.

Ma’ruf menyampaikan pandangan itu saat menghadiri Sarasehan 99 Ekonom Syariah Indonesia 2026 di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta Selatan, Selasa (24/2/2026). Ia menyebut sistem ekonomi dunia masih berorientasi pada akumulasi kekayaan, bukan pemerataan.

Menurut Ma’ruf, kondisi tersebut mendorong konsentrasi harta pada kelompok tertentu. Akibatnya, jurang antara kelompok kaya dan masyarakat luas semakin melebar. Ia menilai situasi ini berisiko menghambat keadilan sosial dan stabilitas ekonomi.

“Sebagian kecil orang menguasai sebagian besar kekayaan, sementara mayoritas hanya menikmati sebagian kecil,” ujar Ma’ruf.

Ketimpangan Ekonomi Indonesia dan Prinsip Syariah

Ma’ruf menegaskan bahwa Islam telah meletakkan prinsip ekonomi yang adil sejak awal. Al-Qur’an, kata dia, menekankan agar harta tidak hanya beredar di kalangan orang kaya. Prinsip tersebut relevan untuk menjawab ketimpangan ekonomi Indonesia saat ini.

Ia menjelaskan bahwa tujuan syariah tidak berhenti pada perlindungan kepemilikan. Syariah juga mengatur distribusi kekayaan agar berjalan adil dan memberi manfaat luas bagi masyarakat.

Ekonomi Syariah sebagai Solusi Pemerataan

Ma’ruf menilai ekonomi syariah mampu menjadi pilar baru pertumbuhan nasional. Sistem ini tidak hanya mengejar pertumbuhan angka ekonomi, tetapi juga memperkuat keadilan dan keberkahan.

Ia menekankan pentingnya perluasan akses ekonomi bagi masyarakat. Pembiayaan syariah, penguatan UMKM, dan inklusi keuangan dinilai mampu menekan ketimpangan ekonomi Indonesia.

Ma’ruf juga mengibaratkan ekonomi syariah seperti pesantren. Pelaku ekonomi berperan sebagai sumber daya manusia. Sistem syariah menjadi nilai dasar. Para ekonom bertugas menjaga arah agar ekonomi tetap berkeadilan dan berkelanjutan.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • shutdown bandara as antrean panjang keamanan tsa

    Shutdown Bandara AS Picu Antrean Panjang

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 309
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) – Shutdown bandara AS memicu gangguan besar pada operasional penerbangan setelah sebagian layanan pemerintah berhenti. Bandara di seluruh Amerika Serikat mengalami antrean panjang di pos pemeriksaan keamanan. Banyak penumpang menghadapi penundaan hingga penerbangan terlewat akibat kondisi tersebut. Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) menyatakan gangguan terjadi secara luas. Dalam pernyataan di media sosial, lembaga […]

  • Trump operasi militer Kuba dinilai tidak diperlukan saat berbicara di Air Force One

    Trump Operasi Militer Kuba Dinilai Tidak Diperlukan

    • calendar_month Selasa, 17 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 343
    • 0Komentar

    Washington, (duasatunews.com) — Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak membutuhkan operasi militer terhadap Kuba. Trump menyampaikan pernyataan itu pada Senin (16/2) ketika menjawab pertanyaan wartawan di atas Air Force One. Sejumlah wartawan menanyakan kemungkinan langkah Amerika Serikat setelah pemerintah AS sebelumnya melancarkan operasi untuk menangkap Presiden Venezuela, Nicolás Maduro. Menanggapi pertanyaan […]

  • akses keadilan hukum bagi masyarakat kecil di Indonesia

    Hukum yang Seharusnya Melindungi Rakyat, Kini Menjadi Labirin Mahal dan Rumit

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Muh. Siswandi,. S.H
    • visibility 374
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Akses keadilan hukum masih menjadi persoalan mendasar bagi masyarakat Indonesia. Sistem hukum yang seharusnya melindungi warga justru sering membebani rakyat kecil melalui biaya tinggi, prosedur berlapis, dan proses panjang yang sulit mereka jangkau. Kondisi ini membuat banyak warga mengurungkan niat membawa persoalan ke ranah hukum. Ketimpangan Penegakan Hukum Kian Terlihat Isu ini […]

  • Target setoran Danantara Rp800 triliun oleh Presiden Prabowo

    Danantara Rp800 Triliun: Prabowo Targetkan Setoran Tiap Tahun

    • calendar_month Rabu, 11 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 274
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Danantara Rp800 triliun menjadi target setoran tahunan dari pengelolaan aset negara. Presiden Prabowo Subianto menyampaikan target tersebut dalam peringatan satu tahun Danantara Indonesia di Wisma Danantara, Jakarta. Menurut Prabowo, Danantara harus memberikan kontribusi besar bagi negara. Pemerintah menargetkan setoran sekitar 50 miliar dolar AS setiap tahun. Target tersebut berasal dari perhitungan return […]

  • Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

    Kutukan Kinerja: Mengapa ASN Produktif Sulit Berkembang?

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 563
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Program pelatihan ASN daerah belum mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik secara konsisten. Setiap awal tahun, pemerintah daerah menggelar bimbingan teknis serta pendidikan dan pelatihan untuk memenuhi kewajiban 20 jam pelajaran (JP) aparatur sipil negara. Namun, banyak instansi masih menentukan peserta tanpa mengaitkannya dengan kinerja dan kebutuhan unit kerja. Pengembangan Kompetensi Aparatur Masih […]

  • Penikaman Karyawan Rich Club Kendari Belum Terungkap

    Penikaman Karyawan Rich Club Kendari Belum Terungkap

    • calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 441
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com – Dua pekan setelah insiden penikaman terhadap karyawan Rich Club Kitchen Bar Executive Karaoke and Lounge di Kota Kendari, kepolisian belum menangkap satu pun terduga pelaku. Kondisi ini memicu sorotan publik, terutama setelah aparat menyebut alasan “zona merah” sebagai kendala penangkapan. Para korban melaporkan kasus tersebut secara resmi ke kepolisian. Aparat mengklaim telah mengantongi […]

expand_less