Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kementerian PPPA Gandeng 15 K/L Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

Kementerian PPPA Gandeng 15 K/L Perkuat Perlindungan Anak di Ruang Digital

  • account_circle Reski
  • calendar_month Senin, 8 Jun 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Perlindungan Anak Dunia Digital menjadi salah satu prioritas pemerintah dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi yang semakin pesat. Untuk memperkuat upaya tersebut, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggandeng 15 kementerian dan lembaga (K/L) dalam menjalankan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 87 Tahun 2025 tentang Peta Jalan Pelindungan Anak di Ranah Dalam Jaringan Tahun 2025–2029.

Menteri PPPA Arifah Fauzi mengatakan setiap kementerian dan lembaga telah memaparkan program yang berjalan serta rencana tindak lanjut guna mendukung implementasi peraturan tersebut. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam memperkuat Perlindungan Anak Dunia Digital.

Perlindungan Anak Dunia Digital Dimulai dari Keluarga

Menurut Arifah, keluarga memiliki peran utama dalam menjaga keamanan anak saat mengakses internet. Orang tua perlu memahami berbagai risiko digital agar dapat memberikan pendampingan yang tepat kepada anak.

Arifah menjelaskan bahwa keluarga merupakan garda terdepan dalam mencegah anak terpapar konten negatif maupun ancaman kejahatan siber. Karena itu, pemerintah terus mendorong peningkatan literasi digital bagi orang tua dan masyarakat.

Selain keluarga, sekolah juga berperan penting dalam membangun budaya digital yang sehat. Sekolah perlu memberikan pendidikan literasi digital sejak usia dini hingga perguruan tinggi agar anak mampu menggunakan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.

Lingkungan masyarakat juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan ekosistem digital yang ramah anak. Berbagai pihak dapat memperkuat efektivitas program perlindungan yang pemerintah jalankan.

Kolaborasi Perkuat Perlindungan Anak Dunia Digital

Perpres Nomor 87 Tahun 2025 mendorong pencegahan berbagai bentuk penyalahgunaan teknologi informasi dan komunikasi yang dapat membahayakan anak. Pemerintah menjalankan kebijakan tersebut dengan menggandeng kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan masyarakat.

Arifah menegaskan bahwa Perlindungan Anak Dunia Digital tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Seluruh pemangku kepentingan perlu bekerja sama agar anak Indonesia tumbuh dan berkembang secara aman di era digital.

Selain memperkuat koordinasi antarinstansi, pemerintah juga mendorong partisipasi aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak saat menggunakan perangkat digital. Pendampingan yang konsisten membantu orang tua mengurangi risiko paparan konten negatif, penipuan daring, perundungan siber, dan berbagai bentuk kejahatan digital lainnya.

Melalui program Perlindungan Anak Dunia Digital, pemerintah berharap tercipta lingkungan internet yang lebih aman dan mendukung tumbuh kembang anak. Upaya tersebut juga sejalan dengan peningkatan literasi digital nasional agar anak-anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak, produktif, dan bertanggung jawab.

Pemerintah bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus memperkuat edukasi dan sosialisasi guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keamanan anak di era digital. Dengan kolaborasi yang berkelanjutan, anak-anak Indonesia dapat mengakses teknologi secara aman sekaligus memperoleh manfaat positif dari perkembangan digital.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri Wakil Menteri PPPA Veronica Tan, Wakil Menteri Dalam Negeri Ribka Haluk, Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga Isyana Bagoes Oka, serta Plt Direktur Jenderal Komunikasi Publik dan Media Molly Prabawaty.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Gempa Area 52 Nevada terekam dalam peta aktivitas seismik USGS

    Gempa Area 52 Nevada Guncang Kompleks Militer AS

    • calendar_month Selasa, 3 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 286
    • 0Komentar

    NEVADA, (duasatunews.com) – Gempa Area 52 Nevada mengguncang wilayah dekat fasilitas militer Amerika Serikat dalam beberapa hari terakhir. Aktivitas seismik ini terjadi di sekitar kawasan pengujian militer yang selama puluhan tahun menjadi lokasi penelitian dan uji coba strategis. Data dari United States Geological Survey (USGS) menunjukkan peningkatan aktivitas gempa di wilayah tersebut. Dalam 24 jam […]

  • petugas mengevakuasi korban banjir Jakarta akibat hujan deras

    Banjir Jakarta: BNPB Fokus Tangani 1.600 Lebih Pengungsi

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 387
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Banjir Jakarta kembali memaksa ribuan warga mengungsi setelah hujan deras mengguyur ibu kota dalam beberapa hari terakhir. Pemerintah melalui BNPB memfokuskan penanganan banjir dengan memastikan kebutuhan dasar para pengungsi terpenuhi di seluruh lokasi terdampak. Dampak Banjir Jakarta di Sejumlah Wilayah Hujan berintensitas tinggi menyebabkan genangan di berbagai wilayah Jakarta. Kondisi ini berdampak […]

  • KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    KUHAP Baru KPK: Tersangka Tak Ditampilkan

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 435
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) — KUHAP baru KPK mendorong perubahan dalam pola penyampaian informasi publik. Komisi Pemberantasan Korupsi memutuskan tidak menampilkan tersangka dalam konferensi pers penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi. Kebijakan ini sejalan dengan penerapan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2025 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).👉 Tautan internal: https://duasatunews.com/tag/hukum Pelaksana Tugas Deputi Penindakan dan Eksekusi […]

  • Peran Anton Timbang untuk generasi muda bersama mahasiswa Sulawesi Tenggara dalam mendukung pembangunan daerah

    Mahasiswa Asal Sultra Dukung Peran Nyata Anton Timbang dalam Mendorong Generasi Muda

    • calendar_month Rabu, 22 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 253
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) — Dukungan terhadap peran tokoh daerah dalam pengembangan generasi muda terus menguat. Sejumlah mahasiswa dan tokoh pemuda menilai Anton Timbang menunjukkan kepedulian nyata terhadap masa depan generasi muda di Sulawesi Tenggara (Sultra). Rahman, mahasiswa asal Sultra, menilai Anton Timbang konsisten mendorong pemberdayaan pemuda. Ia menyebut dukungan itu terlihat dalam program pendidikan dan kegiatan […]

  • jaringan listrik PLN di Konawe Utara tidak stabil"

    IPMKU Jakarta Desak PLN Pusat Segera Tangani Keluhan Listrik Tidak Stabil di Konawe Utara

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 450
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com —  Ikatan Pemuda Mahasiswa Konawe Utara–Jakarta (IPMKU Jakarta) mendesak PT PLN (Persero) pusat agar segera menangani keluhan listrik tidak stabil di Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Warga menyampaikan laporan gangguan listrik yang terus berulang dalam beberapa waktu terakhir. Ketua Umum IPMKU Jakarta, Pandi Bastian, menyebut kondisi tersebut telah meresahkan masyarakat. Gangguan listrik menghambat […]

  • Aksi mahasiswa menuntut transparansi dana jamrek Sultra di Kementerian

    Jarnas MM Akan Geruduk Kementerian ESDM, Soroti Pengelolaan Dana Jaminan Reklamasi Tambang di Sultra

    • calendar_month Selasa, 16 Sep 2025
    • account_circle Afs
    • visibility 768
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Jaringan Nasional Mahasiswa Merdeka (Jarnas MM) memastikan akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI dalam waktu dekat. Aksi ini menyoroti pengelolaan dana jaminan reklamasi (jamrek) perusahaan tambang di Sulawesi Tenggara yang dinilai tidak transparan. Ketua Umum Jarnas MM, Arin Fahrul Sanjaya, menyebut Kementerian ESDM […]

expand_less