Trump Tunda Kunjungan China karena Perang Iran
- account_circle adrian moita
- calendar_month Selasa, 17 Mar 2026
- visibility 153
- comment 0 komentar
- print Cetak

Arsip - Presiden AS Donald Trump.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Washington, (duasatunews.com) — Trump tunda kunjungan China selama sekitar satu bulan karena fokus pada perang yang sedang berlangsung dengan Iran. Keputusan ini membuat agenda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping harus dijadwal ulang.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump awalnya merencanakan kunjungan ke Beijing pada 31 Maret hingga 2 April. Namun, situasi konflik membuatnya memilih tetap berada di Washington untuk memantau perkembangan.
“Saya ingin sekali pergi ke China, tetapi karena perang, saya harus berada di sini,” kata Trump. Ia juga menegaskan tetap menantikan pertemuan dengan Xi Jinping dalam waktu dekat.
Selain itu, Trump menyebut hubungan dengan China tetap berjalan baik meskipun agenda kunjungan mengalami penundaan. Ia berharap dialog bilateral tetap berlanjut dalam berbagai forum internasional.
Trump Tunda Kunjungan China Demi Fokus Operasi Militer
Gedung Putih menegaskan keputusan ini berkaitan langsung dengan operasi militer yang sedang berlangsung.
Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan pemerintah akan menjadwalkan ulang kunjungan tersebut. Menurutnya, prioritas utama saat ini adalah memastikan keberhasilan operasi militer “Epic Fury”.
Sementara itu, Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan Trump memilih tetap berada di Washington untuk mengoordinasikan strategi perang. Ia menilai perjalanan ke luar negeri bukan langkah yang tepat di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.
Penundaan Kunjungan Trump ke China dan Dampaknya
Penundaan kunjungan ini juga berkaitan dengan tekanan terhadap China dalam isu keamanan energi global.
Sebelumnya, Trump menyatakan kemungkinan menunda pertemuan jika China tidak membantu membuka Selat Hormuz yang diblokade Iran. Selain itu, ia juga mendorong Jepang dan Korea Selatan untuk mengirim kapal perang guna menjaga jalur pelayaran tetap aman.
Selat Hormuz menjadi jalur vital bagi perdagangan energi dunia. Sekitar 20 persen pasokan minyak global melewati kawasan tersebut setiap hari. Karena itu, stabilitas kawasan menjadi perhatian utama banyak negara.
Hubungan AS-China Tetap Berjalan
Meski Trump tunda kunjungan China, komunikasi antara kedua negara tetap berlangsung.
Pejabat ekonomi dari AS dan China tetap menggelar pertemuan selama dua hari di Paris. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak sepakat menjaga komunikasi erat dan melanjutkan kerja sama di tengah ketegangan global.
Langkah ini menunjukkan bahwa hubungan ekonomi tetap menjadi prioritas, meskipun dinamika geopolitik memengaruhi agenda diplomatik kedua negara.
Sumber: Kyodo
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
