Jakarta,(duasatunews.com) — Pemerintah menegaskan komitmen meningkatkan kesehatan pekerja pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026. Program ini menitikberatkan kesehatan fisik dan mental.
Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kementerian Kesehatan, Aji Muhawarman, mengatakan pekerja masih menghadapi tantangan dalam menerapkan pola hidup sehat. Ia menekankan konsumsi makanan bergizi, aktivitas fisik rutin, dan pemeriksaan kesehatan berkala.
Aji menyebut angka penyakit tidak menular masih tinggi. Penyakit tersebut meliputi hipertensi, diabetes, dan gangguan kardiovaskular. Ia juga menyoroti kasus tuberkulosis yang masih muncul. Ia menilai pelaporan penyakit akibat kerja belum optimal.
Pemerintah memperluas program Cek Kesehatan Gratis (CKG) untuk pekerja. Program ini melibatkan klinik perusahaan, puskesmas, dan dinas kesehatan daerah. Program ini bertujuan mendeteksi penyakit lebih awal agar tenaga medis dapat menangani kondisi pekerja dengan cepat.
Pemerintah mendorong perusahaan meningkatkan kesehatan mental pekerja. Perusahaan dapat menggelar pelatihan Pertolongan Pertama pada Luka Psikologis (P3LP). Pelatihan ini membantu pekerja mengenali gejala gangguan mental sejak dini dan mencegah burnout.
Dalam peringatan di Monumen Nasional, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan sejumlah kebijakan ketenagakerjaan. Ia meratifikasi Konvensi International Labour Organization Nomor 188 untuk melindungi awak kapal perikanan.
Presiden menetapkan aturan perlindungan bagi pekerja transportasi daring. Ia juga menargetkan pembangunan satu juta rumah terjangkau bagi pekerja. Presiden meminta kementerian terkait mempercepat pembahasan RUU Ketenagakerjaan bersama DPR.
Kebijakan ini menunjukkan upaya pemerintah meningkatkan kesejahteraan pekerja secara menyeluruh. Fokus kebijakan mencakup kesehatan, perlindungan kerja, dan kebutuhan dasar.
Saat ini belum ada komentar