Jokowi Bekerja Mati-matian untuk PSI, Ditetapkan Jadi Tokoh Utama Kampanye
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
- visibility 130
- comment 0 komentar
- print Cetak

Joko Widodo berpidato dalam Rakernas Partai Solidaritas Indonesia di Makassar, Sabtu (31/1/2026), dan menyatakan kesiapan bekerja mati-matian untuk PSI.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Makassar, duasatunews.com — Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, menegaskan kesiapan dirinya untuk bekerja mati-matian demi Partai Solidaritas Indonesia (PSI). Pernyataan tersebut Jokowi sampaikan saat menghadiri Rapat Kerja Nasional PSI di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (31/1/2026).
Dalam kesempatan itu, Jokowi menyamakan semangat perjuangannya dengan para kader PSI. Ia kemudian menekankan bahwa perjuangan politik menuntut kerja keras sekaligus konsistensi yang berkelanjutan.
“Saudara-saudara bekerja keras untuk PSI, saya pun akan bekerja keras untuk PSI,” ujar Jokowi di hadapan peserta Rakernas.
Tak berhenti di situ, Jokowi kembali menegaskan dukungannya melalui pernyataan yang lebih tegas.
“Saudara-saudara bekerja mati-matian untuk PSI, saya pun akan bekerja mati-matian untuk PSI,” ucapnya. Setelah itu, para kader menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan panjang.
Selain menegaskan dukungan politik, Jokowi juga menyoroti pentingnya peran partai politik yang berorientasi pada nilai kebaikan. Menurutnya, demokrasi membutuhkan partai yang tidak sekadar mengejar kekuasaan, melainkan juga memperjuangkan kepentingan rakyat.
“Negara ini perlu partai yang baik. Kita membutuhkan politik kebaikan dan politik untuk kebaikan,” tegas Jokowi.
PSI Tetapkan Jokowi Tokoh Utama Kampanye
Sementara itu, Partai Solidaritas Indonesia menetapkan Jokowi sebagai tokoh utama dalam setiap kampanye partai. Keputusan tersebut disampaikan Ketua Harian PSI, Ahmad Ali, saat membacakan kesimpulan Rakernas.
“DPP menetapkan Pak Jokowi sebagai tokoh utama sekaligus figur panutan partai dalam kampanye PSI,” kata Ahmad Ali.
Lebih lanjut, Ahmad Ali menegaskan bahwa PSI tidak memilih Jokowi hanya karena statusnya sebagai mantan presiden. Sebaliknya, partai menilai Jokowi menunjukkan keteladanan kepemimpinan dan konsistensi politik yang sejalan dengan nilai-nilai PSI. Di sisi lain, ia juga menyebut Jokowi sebagai ayah dari Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep.
Dengan demikian, keputusan tersebut memperkuat posisi Jokowi sebagai figur sentral dalam strategi politik PSI ke depan, terutama untuk menghadapi agenda-agenda politik nasional.
