Prabowo Board of Peace: Alasan RI Dukung Palestina
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 19 Mar 2026
- visibility 113
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto (kiri) berdiskusi dengan beberapa jurnalis senior, ekonom, dan pengamat di kediaman pribadi Presiden RI, Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/3/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Prabowo Board of Peace menjadi langkah strategis Indonesia dalam mendukung kemerdekaan Palestina. Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa keputusan ini diambil agar Indonesia bisa berperan langsung dalam mendorong solusi dua negara melalui jalur diplomasi internasional.
Dalam diskusi bersama pakar dan jurnalis di Hambalang, Bogor, Prabowo menjelaskan bahwa pemerintah mempertimbangkan langkah tersebut secara matang. Selain itu, Indonesia tetap konsisten memperjuangkan kemerdekaan Palestina sebagai bagian dari komitmen sejarah bangsa.
Alasan Prabowo Board of Peace untuk Palestina
Awalnya, Prabowo menyampaikan sikap Indonesia dalam Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa pada 23 September. Dalam forum tersebut, ia menegaskan dukungan terhadap solusi dua negara (two-state solution).
Tidak lama kemudian, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengundang Prabowo bersama pemimpin negara mayoritas Muslim. Pertemuan itu juga melibatkan Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Yordania, Turki, Pakistan, Qatar, dan Mesir.
Selanjutnya, utusan khusus AS, Steve Witkoff, memaparkan proposal 21-point plan untuk menciptakan perdamaian di Gaza. Dari seluruh poin, Prabowo menaruh perhatian pada peluang kemerdekaan Palestina.
Karena itu, keputusan bergabung dalam Board of Peace dinilai sejalan dengan sikap Indonesia yang sejak lama mendukung kemerdekaan Palestina melalui solusi damai.
Strategi Indonesia di Board of Peace
Setelah itu, negara-negara mayoritas Muslim melakukan pembahasan intensif. Mereka kemudian sepakat mendukung rencana tersebut dan menunjuk Emir Qatar, Tamim bin Hamad Al Thani, sebagai juru bicara.
Di sisi lain, gagasan pembentukan Board of Peace mulai menguat dan masuk dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 2803. Oleh karena itu, Indonesia memilih bergabung agar bisa terlibat langsung dalam pengambilan keputusan.
Menurut Prabowo, langkah ini memberi ruang bagi Indonesia untuk memengaruhi kebijakan dari dalam. Dengan demikian, Indonesia tidak hanya menjadi pengamat, tetapi juga pelaku aktif dalam upaya perdamaian.
“Kalau kita di dalam, kita bisa memengaruhi dan membantu rakyat Palestina. Namun, kalau di luar, kita tidak punya pengaruh,” jelasnya.
Dampak Prabowo Board of Peace bagi Indonesia
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia akan terus mengevaluasi keikutsertaannya. Jika forum tersebut tidak lagi memberikan manfaat, pemerintah siap mengambil langkah tegas.
Namun demikian, selama Prabowo Board of Peace masih memberikan peluang untuk membantu Palestina, Indonesia akan tetap berkontribusi aktif. Selain itu, langkah ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam diplomasi global.
“Kalau tidak menguntungkan dan kontraproduktif, kita keluar,” tegas Prabowo.
Komitmen Indonesia untuk Palestina
Pada akhirnya, kebijakan ini menegaskan konsistensi Indonesia dalam membela Palestina. Sejak awal, Indonesia selalu menolak penjajahan dan mendukung kemerdekaan bangsa lain.
Karena itu, pemerintah berharap keikutsertaan ini dapat memberikan dampak nyata. Selain memperkuat diplomasi, langkah tersebut juga diharapkan mendorong terciptanya perdamaian jangka panjang di Palestina.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
