Prabowo Jenguk Korban kecelakaan Kereta di RSUD Bekasi
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month 8 jam yang lalu
- visibility 61
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto tiba di RSUD Bekasi pada Selasa (28/4/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta (duasatunews.com) – Prabowo jenguk korban kereta di RSUD Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (28/4/2026). Presiden Prabowo Subianto datang untuk memastikan kondisi korban kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur.
Di lokasi, Prabowo tiba sekitar pukul 08.39 WIB dengan kendaraan Maung putih. Ia mengenakan baju safari cokelat dan peci hitam. Presiden hadir bersama Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. Setelah turun, ia langsung masuk ke rumah sakit, menemui korban, dan berdialog dengan tenaga medis.
Kunjungan ini menunjukkan perhatian pemerintah terhadap korban kecelakaan transportasi. Selain itu, Prabowo memastikan tenaga medis memberikan penanganan cepat dan tepat kepada seluruh pasien.
Prabowo Jenguk Korban Kereta, Kondisi di RSUD Bekasi
Pihak RSUD Kota Bekasi merawat 52 korban kecelakaan. Selain itu, petugas mencatat tiga korban meninggal dunia berdasarkan data terbaru.
Tim medis menangani korban secara intensif. Beberapa pasien mengalami luka ringan hingga berat dan masih menjalani observasi. Manajemen rumah sakit juga menambah tenaga medis serta menyiapkan fasilitas tambahan agar pelayanan tetap optimal.
Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi
Insiden terjadi pada Senin malam (27/4/2026). Kereta Argo Bromo Anggrek menabrak KRL di kawasan Stasiun Bekasi.
Kecelakaan ini menewaskan tujuh orang dan melukai 81 orang lainnya. Petugas gabungan segera mengevakuasi korban dan membawa mereka ke sejumlah rumah sakit, termasuk RSUD Kota Bekasi.
Dampak dan Penanganan Lanjutan
Kunjungan Prabowo jenguk korban kereta menjadi bagian dari respons cepat pemerintah. Selain itu, aparat terus menyelidiki penyebab kecelakaan untuk mendapatkan hasil yang jelas.
Pemerintah mendorong evaluasi sistem keselamatan transportasi kereta api. Operator dan petugas lapangan meningkatkan koordinasi serta pengawasan guna mencegah kejadian serupa.
- Penulis: Adrian Moita
- Editor: Nur Wayda
