Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

  • account_circle Reski
  • calendar_month Kamis, 28 Mei 2026
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Peredaran rokok ilegal di Indonesia terus meningkat di tengah kenaikan harga rokok legal akibat cukai. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa pasar rokok tanpa cukai masih tumbuh dan sulit dikendalikan.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat produksi rokok nasional pada 2024 mencapai sekitar 244 miliar batang. Angka tersebut turun 5,52 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Agustus 2025, produksi kembali turun sekitar 25 miliar batang.

Namun, tingkat konsumsi masyarakat masih tinggi. Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai asal rokok yang beredar di pasar.

Konsumsi Rokok Masih Tinggi

Ketua Center of Human and Economic Development (CHED) Roosita Meilani Dewi menyebut jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai 74,9 juta orang.

Menurut Roosita, jika setiap orang mengonsumsi rata-rata 12 batang per hari, kebutuhan rokok tahunan bisa mencapai sekitar 328 miliar batang.

Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 5,9 juta perokok anak. Kelompok itu diperkirakan menghabiskan 8 hingga 12 batang per hari.

Jika seluruh kategori digabungkan, total konsumsi rokok nasional diperkirakan mencapai 350 miliar hingga 360 miliar batang per tahun.

“Kalau produksi resmi hanya sekitar 244 miliar batang, lalu sisanya berasal dari mana,” kata Roosita.

Rokok Ilegal Isi Pasar Murah

Selisih antara produksi dan konsumsi memunculkan dugaan tentang maraknya rokok ilegal. Pemerintah menyita ratusan juta batang rokok ilegal sepanjang 2024.

Selain itu, sekitar 14 persen rokok yang beredar di pasar diduga berasal dari produk ilegal atau tidak sesuai aturan cukai.

Kenaikan harga rokok legal juga mendorong masyarakat mencari produk lebih murah. Kondisi tersebut membuat rokok ilegal semakin mudah masuk ke pasar.

Mesin Modern Percepat Produksi

Perkembangan teknologi industri rokok ikut memperumit pengawasan. Mesin pelinting modern mampu menghasilkan hingga 8.000 batang rokok per menit.

Kapasitas besar itu membuat produsen tidak lagi bergantung pada banyak tenaga kerja. Industri kini lebih mengandalkan mekanisasi untuk meningkatkan produksi.

Karena itu, penurunan produksi perusahaan besar tidak selalu menunjukkan penurunan konsumsi masyarakat.

Pemerintah Hadapi Tantangan

Roosita menilai pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengatur industri tembakau. Di satu sisi, pemerintah terus menaikkan cukai untuk menekan konsumsi rokok.

Namun di sisi lain, cukai hasil tembakau masih menjadi sumber penting penerimaan negara.

Roosita meminta aparat menindak pelanggaran cukai secara tegas dan konsisten. Langkah itu penting agar praktik ilegal tidak terus berkembang.

Menurut Roosita, persoalan rokok ilegal tidak hanya berkaitan dengan cukai. Masalah tersebut juga menyangkut pengawasan industri, kesehatan masyarakat, dan arah kebijakan tembakau nasional.

Hingga kini, selisih miliaran batang rokok antara produksi resmi dan konsumsi masyarakat masih menjadi tanda tanya besar.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 931
    • 0Komentar

    Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom. Analis Komunikasi Politik & Aktivis Muda Sultra-Jakarta   “Kita tidak sedang meminta belas kasihan kekuasaan. Kita hanya menuntut keadilan representasi.” Selama puluhan tahun, elite di pusat kekuasaan mengendalikan narasi pembangunan Indonesia. Jakarta dan lingkar politik nasional menentukan arah kebijakan, membagi anggaran, menunjuk pejabat, bahkan menafsirkan kebutuhan rakyat. Semua keputusan penting […]

  • Penyerapan Gabah Bulog mencapai 2,96 juta ton setara beras pada 2026

    Bulog Hampir Capai Target, Serapan Gabah Petani Tembus 2,96 Juta Ton Setara Beras

    • calendar_month Jumat, 29 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 215
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) – Perum Bulog telah menyerap sekitar 2,96 juta ton setara beras hingga akhir Mei 2026. Angka itu mencapai 74 persen dari target penyerapan 4 juta ton yang ditetapkan pemerintah tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan capaian tersebut menunjukkan tren positif dalam penguatan cadangan beras nasional. “Realisasi penyerapan saat ini sudah […]

  • ilustrasi pendidikan hanya mengejar angka bukan manusia

    Ketika Pendidikan Hanya Mengejar Angka, Bukan Manusia

    • calendar_month Minggu, 1 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 521
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Pendidikan hanya mengejar angka sebagai wajah sistem pendidikan berorientasi nilai kini semakin dominan, ketika sekolah dan kampus sibuk mengejar skor, peringkat, serta target administratif, sementara pembentukan manusia tersingkir dari tujuan utama pendidikan. Pendidikan terlihat bergerak cepat, tetapi arahnya kabur. Sekolah mengejar target kelulusan, kampus menumpuk laporan, dan ruang kelas dipenuhi angka. Nilai, […]

  • OTT KPK Banjarmasin terkait dugaan korupsi restitusi pajak

    OTT KPK Banjarmasin Terkait Dugaan Korupsi Restitusi Pajak

    • calendar_month Rabu, 4 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 517
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — OTT KPK Banjarmasin kembali menegaskan langkah tegas Komisi Pemberantasan Korupsi dalam mengawasi sektor perpajakan. Kali ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Banjarmasin, Kalimantan Selatan, karena dugaan korupsi restitusi pajak. Komisi Pemberantasan Korupsi segera membenarkan operasi tersebut. Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto menyampaikan konfirmasi […]

  • AS Tangkap Kapal Tanker Berbendera Rusia, Libatkan Minyak Venezuela

    AS Tangkap Kapal Tanker Berbendera Rusia, Libatkan Minyak Venezuela

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 734
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – AS sita tanker di Samudra Atlantik dan Laut Karibia pada Rabu (7/1/2026). Langkah ini meningkatkan ketegangan geopolitik setelah Rusia mengecam keras tindakan Amerika Serikat yang mereka nilai melanggar hukum maritim internasional. Perkembangan ini memperpanjang daftar konflik dalam Ketegangan Geopolitik Global, terutama di sektor energi. Sejumlah analis energi internasional menilai kebijakan Washington berpotensi […]

  • mahasiswa sultra tolak tambang di jakarta

    Skandal Jual beli Dokumen: ESDM Didesak Tolak RKAB PT TMM, Kejagung Diminta Tangkap Tri Firdaus

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 924
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Suara penolakan terhadap praktik kotor di sektor pertambangan kembali menggema di ibu kota. Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara (Sultra) Jakarta bersiap turun ke jalan. Mereka menuntut negara menghentikan privilese hukum bagi korporasi nakal dan menegakkan keadilan tanpa pandang bulu. Aksi ini muncul karena aparat penegak hukum belum menuntaskan dugaan korupsi tambang nikel. Kasus […]

expand_less