Breaking News
light_mode
Beranda » Ekonomi » Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

Rokok Ilegal Membayangi Industri Tembakau, Selisih Produksi dan Konsumsi Jadi Sorotan

  • account_circle Reski
  • calendar_month 2 jam yang lalu
  • visibility 8
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta,(duasatunews.com) – Peredaran rokok ilegal di Indonesia terus meningkat di tengah kenaikan harga rokok legal akibat cukai. Kondisi itu memunculkan dugaan kuat bahwa pasar rokok tanpa cukai masih tumbuh dan sulit dikendalikan.

Data Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mencatat produksi rokok nasional pada 2024 mencapai sekitar 244 miliar batang. Angka tersebut turun 5,52 persen dibanding tahun sebelumnya. Pada Januari hingga Agustus 2025, produksi kembali turun sekitar 25 miliar batang.

Namun, tingkat konsumsi masyarakat masih tinggi. Situasi itu memunculkan pertanyaan mengenai asal rokok yang beredar di pasar.

Konsumsi Rokok Masih Tinggi

Ketua Center of Human and Economic Development (CHED) Roosita Meilani Dewi menyebut jumlah perokok dewasa di Indonesia mencapai 74,9 juta orang.

Menurut Roosita, jika setiap orang mengonsumsi rata-rata 12 batang per hari, kebutuhan rokok tahunan bisa mencapai sekitar 328 miliar batang.

Jumlah tersebut belum termasuk sekitar 5,9 juta perokok anak. Kelompok itu diperkirakan menghabiskan 8 hingga 12 batang per hari.

Jika seluruh kategori digabungkan, total konsumsi rokok nasional diperkirakan mencapai 350 miliar hingga 360 miliar batang per tahun.

“Kalau produksi resmi hanya sekitar 244 miliar batang, lalu sisanya berasal dari mana,” kata Roosita.

Rokok Ilegal Isi Pasar Murah

Selisih antara produksi dan konsumsi memunculkan dugaan tentang maraknya rokok ilegal. Pemerintah menyita ratusan juta batang rokok ilegal sepanjang 2024.

Selain itu, sekitar 14 persen rokok yang beredar di pasar diduga berasal dari produk ilegal atau tidak sesuai aturan cukai.

Kenaikan harga rokok legal juga mendorong masyarakat mencari produk lebih murah. Kondisi tersebut membuat rokok ilegal semakin mudah masuk ke pasar.

Mesin Modern Percepat Produksi

Perkembangan teknologi industri rokok ikut memperumit pengawasan. Mesin pelinting modern mampu menghasilkan hingga 8.000 batang rokok per menit.

Kapasitas besar itu membuat produsen tidak lagi bergantung pada banyak tenaga kerja. Industri kini lebih mengandalkan mekanisasi untuk meningkatkan produksi.

Karena itu, penurunan produksi perusahaan besar tidak selalu menunjukkan penurunan konsumsi masyarakat.

Pemerintah Hadapi Tantangan

Roosita menilai pemerintah menghadapi tantangan besar dalam mengatur industri tembakau. Di satu sisi, pemerintah terus menaikkan cukai untuk menekan konsumsi rokok.

Namun di sisi lain, cukai hasil tembakau masih menjadi sumber penting penerimaan negara.

Roosita meminta aparat menindak pelanggaran cukai secara tegas dan konsisten. Langkah itu penting agar praktik ilegal tidak terus berkembang.

Menurut Roosita, persoalan rokok ilegal tidak hanya berkaitan dengan cukai. Masalah tersebut juga menyangkut pengawasan industri, kesehatan masyarakat, dan arah kebijakan tembakau nasional.

Hingga kini, selisih miliaran batang rokok antara produksi resmi dan konsumsi masyarakat masih menjadi tanda tanya besar.

  • Penulis: Reski
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bus TransJakarta menjadi alternatif saat BBM nonsubsidi naik di Jakarta

    BBM Nonsubsidi Naik, Pemprov DKI Ambil Langkah

    • calendar_month Minggu, 19 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 128
    • 2Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)//Kebijakan BBM nonsubsidi naik mulai berlaku sejak Sabtu (18/4/2026). Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, merespons dengan menyiapkan langkah konkret untuk mengurangi ketergantungan masyarakat pada bahan bakar non-subsidi. Ia melihat kondisi ini sebagai momentum untuk mendorong perubahan perilaku penggunaan kendaraan pribadi. Karena itu, pemerintah daerah mengarahkan warga agar mulai beralih ke transportasi umum yang lebih efisien […]

  • Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

    Aksi Mahasiswa di KPK, Soroti Dugaan Tambang Nikel Sultra

    • calendar_month Senin, 26 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 236
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Koalisi Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bersatu menggelar aksi mahasiswa KPK dugaan tambang nikel Sultra di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta, Senin (26/1/2026). Melalui aksi tersebut, mahasiswa mendesak penegak hukum mengusut dugaan konflik kepentingan serta persoalan lingkungan dalam aktivitas pertambangan nikel di Sulawesi Tenggara. Sejak awal aksi, mahasiswa menegaskan bahwa sektor pertambangan […]

  • Pembangunan huntara dan huntap pasca bencana di Sumatera

    Pembangunan Huntara dan Huntap Pasca Bencana, Terus Berjalan

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 238
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pembangunan huntara dan huntap terus menjadi prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Melalui kerja bersama antara personel TNI dan masyarakat, proses pemulihan berjalan bertahap namun konsisten. Pada saat yang sama, Tim Media Presiden mencatat perkembangan pembangunan yang beragam di setiap wilayah. […]

  • Selat Hormuz jalur utama pengiriman minyak dunia

    Selat Hormuz: AS Siapkan Koalisi Pengawal Kapal

    • calendar_month Senin, 16 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Moskow, (duasatunews.com) – Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyiapkan koalisi sejumlah negara untuk mengawal kapal yang melintasi Selat Hormuz. Rencana ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Teluk yang berpotensi mengganggu jalur perdagangan energi dunia. Selat Hormuz dikenal sebagai salah satu jalur pelayaran paling strategis di dunia. Jalur ini menghubungkan Teluk Persia […]

  • Ilustrasi penggeledahan Kementerian PU oleh penyidik Kejati DKI Jakarta

    Penggeledahan di Kementerian PU, 16 Barang Disita Kejati DKI Didominasi Dokumen

    • calendar_month Jumat, 10 Apr 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 245
    • 4Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) ||  Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta menyita 16 item saat melakukan penggeledahan Kementerian PU pada Kamis (9/4/2026). Tim penyidik mengumpulkan dokumen dan buku catatan dari sejumlah ruangan di Kementerian Pekerjaan Umum. Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan tim penyidik fokus mengambil catatan administrasi. Ia menegaskan penyidik tidak menemukan barang lain dalam jumlah signifikan selain dokumen […]

  • Ilustrasi negosiasi tegang antara Iran dan Amerika Serikat, menampilkan proposal Iran baru yang menunda pembahasan nuklir serta fokus pada pembukaan Selat Hormuz dan stabilitas kawasan.

    Proposal Baru Iran Picu Ketegangan, Donald Trump Kecewa Soal Nuklir Tak Dibahas

    • calendar_month Selasa, 28 Apr 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Iran mengajukan proposal negosiasi baru kepada Amerika Serikat. Namun, langkah ini langsung memicu ketidakpuasan Presiden Donald Trump. Pasalnya, Iran tidak memasukkan isu nuklir dalam tahap awal pembahasan. Fokus Awal pada Stabilitas Kawasan Pertama, Iran menempatkan pembukaan Selat Hormuz sebagai prioritas utama. Jalur ini memegang peran penting dalam distribusi energi dunia. Oleh karena itu, […]

expand_less