Hamas Desak Iran Hentikan Serangan ke Negara Teluk
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
- visibility 120
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ilustrasi Foto Hamas
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Hamas desak Iran agar tidak menargetkan negara-negara Teluk di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Kelompok Palestina tersebut meminta Teheran menahan diri dan menghindari serangan terhadap negara tetangga.
Pada Sabtu (14/3/2026), Hamas menyampaikan seruan tersebut melalui pernyataan resmi. Organisasi itu mengajak Iran menjaga stabilitas kawasan agar konflik tidak meluas.
“Hamas menegaskan hak Republik Islam Iran untuk menanggapi agresi sesuai hukum internasional. Namun kami menyerukan kepada saudara-saudara di Iran agar menghindari penargetan negara-negara tetangga,” kata Hamas dalam pernyataan yang dimuat Al Jazeera.
Meski demikian, Hamas tetap menilai Iran memiliki hak membela diri terhadap Israel dan Amerika Serikat.
Hamas Desak Iran Jaga Stabilitas Timur Tengah
Ketegangan di Timur Tengah meningkat sejak konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel pecah pada 28 Februari 2026.
Sejak saat itu, sejumlah negara Teluk melaporkan serangan rudal dan drone yang mengarah ke wilayah mereka.
Situasi tersebut memicu kekhawatiran di kawasan. Banyak pengamat menilai konflik dapat meluas dan melibatkan lebih banyak negara.
Karena itu, Hamas meminta negara-negara di Timur Tengah memperkuat kerja sama regional. Hamas menilai langkah tersebut dapat menjaga stabilitas kawasan.
Perang Gaza dan Dukungan Iran
Hamas terus menghadapi operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak serangan 7 Oktober 2023.
Militer Israel melancarkan serangan udara dan artileri ke berbagai wilayah Gaza. Serangan tersebut menghancurkan banyak kawasan permukiman.
Data terbaru menunjukkan lebih dari 72.000 orang meninggal sejak konflik dimulai. Selain itu, lebih dari 171.000 orang mengalami luka.
Iran selama beberapa dekade memberikan dukungan finansial dan militer kepada Hamas.
Kelompok tersebut juga bergabung dalam aliansi yang dikenal sebagai “poros perlawanan”. Aliansi ini mencakup kelompok yang menentang Israel dan pengaruh Amerika Serikat di kawasan.
Selain Hamas, aliansi tersebut juga melibatkan Hizbullah di Lebanon dan Houthi di Yaman.
Negara Teluk Dorong Diplomasi Perdamaian
Beberapa negara Teluk aktif mendorong diplomasi untuk meredakan konflik.
Qatar menjalankan peran mediator dalam konflik Gaza. Negara tersebut bekerja sama dengan Amerika Serikat dan Mesir untuk mendorong negosiasi.
Selain itu, sejumlah negara Teluk menyiapkan dukungan finansial bagi upaya perdamaian.
Bulan lalu, negara-negara Teluk menjanjikan lebih dari 4 miliar dolar AS untuk mendukung Dewan Perdamaian atau Board of Peace.
Presiden Amerika Serikat Donald Trump membentuk dewan tersebut untuk membantu penyelesaian konflik Israel–Palestina.
Sumber :
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
