Breaking News
light_mode
Beranda » War » Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
War

Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • visibility 922
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing.

Sebelumnya, Do’a tinggal di Beit Lahia, Gaza utara. Namun, konflik memaksa keluarganya mengungsi. Ia kini hidup bersama orang tua dan tujuh saudaranya di dalam tenda darurat.

Kehidupan Pengungsi yang Serba Kekurangan

Do’a mengaku keluarganya mengalami kekurangan air bersih. Mereka terpaksa meminum air kotor demi bertahan hidup. Selain itu, mereka tidak memiliki tepung, pakaian hangat, maupun fasilitas sanitasi yang layak.

“Saudara-saudara saya menangis sepanjang hari,” ujar Do’a. Ia juga mengatakan tidak ada popok untuk adik bayinya dan tidak ada susu untuk diminum.

Padahal, dua bulan lalu, Do’a masih bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Kini, ia harus berjalan tanpa alas kaki dan mengumpulkan kayu setiap hari.

Serangan Militer dan Pengungsian Massal

Sementara itu, operasi darat dan serangan udara Israel terus berlangsung di Gaza. Akibatnya, sekitar 1,9 juta warga Palestina terpaksa mengungsi ke wilayah yang disebut sebagai “zona kemanusiaan”, yang sebagian besar berada di Gaza selatan.

Namun, wilayah tersebut semakin sempit. Di saat yang sama, pasokan makanan dan air semakin menipis. Lembaga kemanusiaan memperingatkan risiko infeksi dan kematian terus meningkat.

Bantuan Kemanusiaan Tidak Mencukupi

Bantuan yang masuk ke Gaza hanya sebagian kecil dari kebutuhan aktual. Banyak keluarga terlihat berkeliaran di jalanan tanpa tujuan. Mereka kesulitan mencari makanan dan air bersih.

Akibatnya, antrean air bersih bisa berlangsung berjam-jam. Beberapa warga bahkan mengandalkan air hujan, meski jumlahnya sangat terbatas.

Di sisi lain, rak-rak supermarket kosong. Warga mendatangi toko roti sejak sebelum fajar, tanpa kepastian mendapat roti sebelum persediaan habis.

Harga Bahan Pokok Melonjak Tajam

Harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Satu karung tepung seberat 25 kilogram kini dijual hingga 100 dolar AS. Sebelum perang, harga tepung hanya sekitar 15 dolar AS.

Menurut pekerja kemanusiaan Palestina, Najla Shawa, lonjakan harga ini sudah di luar kemampuan warga. Bahkan wadah air pun kini menjadi barang mahal.

“Meski punya uang, perjalanan untuk membelinya sangat berbahaya dan melelahkan,” kata Shawa.

Warga Mulai Merasioning Air dan Makanan

Selain itu, banyak keluarga mulai membatasi konsumsi air. Orang dewasa hanya minum satu atau dua gelas per hari. Mereka memprioritaskan anak-anak agar tetap bertahan.

Hazem Zarifa, mahasiswa berusia 24 tahun yang mengungsi di Khan Younis, mengaku kehilangan lebih dari 10 kilogram berat badan. Ia sering berjalan jauh hanya untuk mencari sedikit roti atau makanan kaleng.

Ancaman Kelaparan dan Penyakit

Lembaga kemanusiaan internasional memperingatkan situasi di Gaza semakin tidak layak huni. Anak-anak kini rentan terkena diare, muntah, penyakit kulit, hingga kutu rambut akibat kurangnya air bersih dan sanitasi.

Penilaian cepat Program Pangan Dunia menunjukkan mayoritas rumah tangga di Gaza selatan mengalami kekurangan makanan. Bahkan, sebagian besar berada pada tingkat kelaparan parah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan sistem bantuan kemanusiaan di Gaza berada di ambang kehancuran. Jika kondisi ini berlanjut, ketertiban umum terancam runtuh.

Organisasi kemanusiaan menilai kondisi di Gaza saat ini tidak lagi dapat ditoleransi. Mereka menyebut kelaparan massal dan penyakit sebagai ancaman nyata bagi warga sipil.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • pencak silat cerminkan kepribadian bangsa disampaikan Prabowo di Munas IPSI

    Pencak Silat Kepribadian Bangsa, Tegas Prabowo di Munas IPSI

    • calendar_month Sabtu, 11 Apr 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 481
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan pencak silat mencerminkan kepribadian bangsa Indonesia saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Sabtu (11/4/2026). Menurut Prabowo, pencak silat tidak hanya berfungsi sebagai olahraga dan seni bela diri, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya […]

  • Hari Pahlawan 10 November mengenang Pertempuran Surabaya 1945 photo_camera 1

    HARI PAHLAWAN (JASMERAH)

    • calendar_month Senin, 10 Nov 2025
    • account_circle Eni Samayati
    • visibility 829
    • 0Komentar

    Jakarta – DuaSatuNews.com | Setiap 10 November, bangsa Indonesia memperingati Hari Pahlawan sebagai momentum refleksi nasional. Peringatan ini tidak hanya mengenang para pahlawan yang gugur, tetapi juga mengingatkan seluruh rakyat agar terus menjaga nilai pengorbanan, keberanian, dan cita-cita luhur para pendiri bangsa. Dengan demikian, Hari Pahlawan berfungsi sebagai alarm sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan […]

  • Upacara Serah Terima Pengawal Istana Kepresidenan oleh Paspampres digelar setiap Minggu pagi di Istana Merdeka dan terbuka untuk masyarakat.

    Serah Terima Pengawal Istana oleh Paspampres di Istana Merdeka

    • calendar_month Minggu, 15 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 364
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Serah terima pengawal istana menjadi agenda rutin Satuan Paspampres setiap Minggu pagi di kawasan Istana Merdeka, Jakarta. Selain itu, kegiatan ini terbuka untuk masyarakat dan rutin menarik perhatian warga yang beraktivitas saat Car Free Day. Sebagai tindak lanjut, Presiden Republik Indonesia memberikan instruksi langsung kepada Paspampres untuk melaksanakan kegiatan tersebut secara berkala. […]

  • IPMKU Jakarta Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM, Soroti Dugaan Tambang Ilegal PT KES

    IPMKU Jakarta Gelar Aksi di Kejagung dan Kementerian ESDM, Soroti Dugaan Tambang Ilegal PT KES

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 609
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Dugaan tambang ilegal Konawe Utara kembali memicu sorotan publik. Mahasiswa menilai aktivitas pertambangan yang diduga melanggar aturan ini berisiko merusak lingkungan dan merugikan masyarakat setempat. Regulasi ketat, pengawasan jadi sorotan Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperketat aturan pertambangan mineral dan batubara. Karena itu, setiap perusahaan wajib mengikuti rencana kerja resmi. Namun, dugaan […]

  • pejabat nyaris telanjang China di tengah pengawasan antikorupsi pemerintah Beijing

    China Kunci Karier Pejabat Berkoneksi Luar Negeri, Kategori “Nyaris Telanjang” Jadi Target Baru

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 297
    • 0Komentar

    BEIJING,Duasatunews.com — Pemerintah China memperketat pengawasan terhadap pejabat negara yang memiliki anggota keluarga di luar negeri. Kebijakan ini tidak lagi hanya menyasar “pejabat telanjang”, tetapi juga menargetkan kategori baru yang disebut “quasi-naked officials” atau pejabat nyaris telanjang. Langkah ini menutup peluang promosi dan memicu pencopotan jabatan. Otoritas China dalam setahun terakhir melakukan inspeksi langsung ke lembaga […]

  • aksi massa terkait dugaan narkoba Lapas Kendari

    Usut Tuntas Dugaan Narkoba di Lapas Kendari

    • calendar_month Kamis, 7 Mei 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 314
    • 1Komentar

    Jakarta, Duasatunews.com – Massa kembali turun ke jalan dalam Aksi Jilid II untuk menyuarakan keresahan publik terkait dugaan peredaran narkoba di Lapas Kelas IIA Kendari pada 6 Mei 2026. Mereka menilai persoalan tersebut sudah menjadi ancaman serius bagi integritas lembaga pemasyarakatan. Massa menegaskan bahwa lapas harus menjalankan fungsi pembinaan narapidana, bukan menjadi tempat berkembangnya tindak […]

expand_less