Breaking News
light_mode
Beranda » War » Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse
War

Hunger, thirst and chaos in southern Gaza as hostilities drive humanitarian aid to the brink of collapse

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 8 Feb 2024
  • visibility 720
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, Duasatunews.com – Do’a Atef, seorang anak perempuan berusia 12 tahun, kini menghabiskan hari-harinya dengan mengetuk pintu rumah warga untuk meminta makanan. Kadang, ia juga mengumpulkan kayu bakar dari bukit berdebu di dekat kamp pengungsi luar Rafah, Gaza selatan. Kayu itu ia gunakan untuk memasak beberapa tomat dan paprika yang diberikan orang asing.

Sebelumnya, Do’a tinggal di Beit Lahia, Gaza utara. Namun, konflik memaksa keluarganya mengungsi. Ia kini hidup bersama orang tua dan tujuh saudaranya di dalam tenda darurat.

Kehidupan Pengungsi yang Serba Kekurangan

Do’a mengaku keluarganya mengalami kekurangan air bersih. Mereka terpaksa meminum air kotor demi bertahan hidup. Selain itu, mereka tidak memiliki tepung, pakaian hangat, maupun fasilitas sanitasi yang layak.

“Saudara-saudara saya menangis sepanjang hari,” ujar Do’a. Ia juga mengatakan tidak ada popok untuk adik bayinya dan tidak ada susu untuk diminum.

Padahal, dua bulan lalu, Do’a masih bersekolah dan bermain bersama teman-temannya. Kini, ia harus berjalan tanpa alas kaki dan mengumpulkan kayu setiap hari.

Serangan Militer dan Pengungsian Massal

Sementara itu, operasi darat dan serangan udara Israel terus berlangsung di Gaza. Akibatnya, sekitar 1,9 juta warga Palestina terpaksa mengungsi ke wilayah yang disebut sebagai “zona kemanusiaan”, yang sebagian besar berada di Gaza selatan.

Namun, wilayah tersebut semakin sempit. Di saat yang sama, pasokan makanan dan air semakin menipis. Lembaga kemanusiaan memperingatkan risiko infeksi dan kematian terus meningkat.

Bantuan Kemanusiaan Tidak Mencukupi

Bantuan yang masuk ke Gaza hanya sebagian kecil dari kebutuhan aktual. Banyak keluarga terlihat berkeliaran di jalanan tanpa tujuan. Mereka kesulitan mencari makanan dan air bersih.

Akibatnya, antrean air bersih bisa berlangsung berjam-jam. Beberapa warga bahkan mengandalkan air hujan, meski jumlahnya sangat terbatas.

Di sisi lain, rak-rak supermarket kosong. Warga mendatangi toko roti sejak sebelum fajar, tanpa kepastian mendapat roti sebelum persediaan habis.

Harga Bahan Pokok Melonjak Tajam

Harga kebutuhan pokok melonjak drastis. Satu karung tepung seberat 25 kilogram kini dijual hingga 100 dolar AS. Sebelum perang, harga tepung hanya sekitar 15 dolar AS.

Menurut pekerja kemanusiaan Palestina, Najla Shawa, lonjakan harga ini sudah di luar kemampuan warga. Bahkan wadah air pun kini menjadi barang mahal.

“Meski punya uang, perjalanan untuk membelinya sangat berbahaya dan melelahkan,” kata Shawa.

Warga Mulai Merasioning Air dan Makanan

Selain itu, banyak keluarga mulai membatasi konsumsi air. Orang dewasa hanya minum satu atau dua gelas per hari. Mereka memprioritaskan anak-anak agar tetap bertahan.

Hazem Zarifa, mahasiswa berusia 24 tahun yang mengungsi di Khan Younis, mengaku kehilangan lebih dari 10 kilogram berat badan. Ia sering berjalan jauh hanya untuk mencari sedikit roti atau makanan kaleng.

Ancaman Kelaparan dan Penyakit

Lembaga kemanusiaan internasional memperingatkan situasi di Gaza semakin tidak layak huni. Anak-anak kini rentan terkena diare, muntah, penyakit kulit, hingga kutu rambut akibat kurangnya air bersih dan sanitasi.

Penilaian cepat Program Pangan Dunia menunjukkan mayoritas rumah tangga di Gaza selatan mengalami kekurangan makanan. Bahkan, sebagian besar berada pada tingkat kelaparan parah.

Perserikatan Bangsa-Bangsa memperingatkan sistem bantuan kemanusiaan di Gaza berada di ambang kehancuran. Jika kondisi ini berlanjut, ketertiban umum terancam runtuh.

Organisasi kemanusiaan menilai kondisi di Gaza saat ini tidak lagi dapat ditoleransi. Mereka menyebut kelaparan massal dan penyakit sebagai ancaman nyata bagi warga sipil.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Utang RI Diisukan Ngeri? Menkeu Purbaya Ungkap Data  sebenarnya

    Utang RI Diisukan Ngeri? Menkeu Purbaya Ungkap Data sebenarnya

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 423
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Utang Indonesia aman dan tidak mengarah pada kebangkrutan. Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, menepis isu yang berkembang di ruang publik. Ia menyatakan isu tersebut tidak sesuai dengan data fiskal pemerintah. Purbaya menjelaskan pemerintah secara aktif mengelola utang negara. Pemerintah menggunakan utang sebagai instrumen pembiayaan untuk menutup defisit anggaran. Pemerintah juga memanfaatkan […]

  • Prabowo Rapat Kawasan Hutan Lewat Video Conference

    Prabowo Rapat Kawasan Hutan Lewat Video Conference

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 403
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Prabowo rapat kawasan hutan bersama anggota Kabinet Merah Putih melalui konferensi video pada Senin (19/1/2026). Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memimpin rapat terbatas ini untuk mengevaluasi kebijakan penataan kawasan hutan nasional. Oleh karena itu, pemerintah menempatkan isu kehutanan sebagai prioritas lintas sektor. Sementara itu, Presiden Prabowo mengikuti rapat dari London. Ia mendampingi […]

  • duka tni gugur maybrat gubernur papua barat daya elisa kambu

    Duka TNI Gugur Maybrat, Gubernur Sampaikan Belasungkawa

    • calendar_month Senin, 23 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 189
    • 0Komentar

    Sorong, (duasatunews.com) – Duka TNI gugur Maybrat disampaikan Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu atas wafatnya dua prajurit TNI dalam kontak tembak di wilayah tersebut. Insiden terjadi di Kampung Sori, Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, Minggu sekitar pukul 07.00 WIT. Prajurit TNI Angkatan Laut (TNI AL) terlibat kontak senjata dengan kelompok kriminal bersenjata (KKB). “Kami […]

  • Bandara IMIP Morowali di kawasan industri nikel Sulawesi Tengah

    BANDARA IMIP MOROWALI DISOROT: MENHAN MENILAI “TIDAK ADA PERANGKAT NEGARA TAK BOLEH ADA REPUBLIK DALAM REPUBLIK”

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 689
    • 0Komentar

    Morowali, Duasatunews.com — Bandara yang berada di kawasan Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP) kembali menyedot perhatian publik. Sorotan itu muncul setelah inspeksi mendadak Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin. Selain itu, sejumlah pengamat menilai pola operasional bandara terkesan tertutup dan minim pengawasan negara. Kritik menguat karena bandara beroperasi di dalam kawasan industri dengan keterlibatan negara yang terbatas. […]

  • Penyitaan Tanker Rusia dan Kembalinya Bayang-Bayang Perang Dingin AS–Rusia

    Penyitaan Tanker Rusia dan Kembalinya Bayang-Bayang Perang Dingin AS–Rusia

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Admin 21
    • visibility 430
    • 0Komentar

    jakarta, duasatunews.com – Penyitaan tanker Rusia oleh Amerika Serikat di laut lepas Samudra Atlantik Utara langsung memicu ketegangan geopolitik global. Sejak awal, insiden ini tidak hanya mencerminkan penegakan sanksi internasional. Lebih jauh, peristiwa tersebut menandai pola konfrontasi baru dalam dinamika Perang Dingin modern. Pada Januari 2026, Amerika Serikat menyita tanker Marinera dengan alasan pelanggaran sanksi […]

  • Audiensi Komisi V DPRD Jawa Barat bersama Penggiat Keluarga membahas Raperda perlindungan keluarga Jabar di ruang rapat Gedung DPRD Bandung.

    DPRD Jabar Dorong Raperda Perlindungan Keluarga, Fokus Ketahanan di Era Digital

    • calendar_month Senin, 4 Mei 2026
    • account_circle Retanto
    • visibility 173
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Raperda perlindungan keluarga Jabar menjadi langkah strategis DPRD Jawa Barat. Kebijakan ini bertujuan memperkuat ketahanan keluarga di tengah arus digital. DPRD juga menargetkan perlindungan anak dari berbagai risiko sosial. Wakil Ketua Komisi V, Siti Muntamah, menegaskan Komisi V menggagas Raperda perlindungan keluarga Jabar sebagai respons atas aspirasi masyarakat. Komisi V akan mengajukan […]

expand_less