Israel-Hamas war live updates: Anti-U.S. opinion in Arab countries grows over support for Israel, leaders tell Blinken
- account_circle Brian Putra
- calendar_month Jumat, 9 Feb 2024
- visibility 541
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com – Presiden Amerika Serikat Joe Biden menghadapi interupsi saat berpidato di Mother Emanuel AME Church, Charleston, Carolina Selatan, dalam agenda kampanye hari ini. Sejumlah demonstran menyela pidatonya dan menyerukan gencatan senjata di Palestina.
Salah satu pengunjuk rasa meminta Biden menghormati korban jiwa dengan menyerukan ceasefire. Setelah itu, kelompok pro-Palestina meneriakkan “ceasefire now”. Namun, sorakan pendukung Biden dengan yel-yel “four more years” segera menenggelamkan aksi tersebut.
Respons Biden terhadap Demonstran
Meski mendapat interupsi, Biden tetap menanggapi para demonstran. Ia mengaku memahami semangat mereka. Selain itu, ia menyatakan telah bekerja secara tertutup dengan pemerintah Israel untuk menekan operasi militer dan mendorong penarikan pasukan dari Gaza.
Kondisi Kemanusiaan Gaza Semakin Memburuk
Sementara itu, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Badan PBB untuk Pengungsi Palestina (UNRWA) melaporkan hanya lima dari 22 pusat kesehatan yang masih beroperasi di wilayah Gaza tengah dan selatan.
UNRWA juga mencatat sekitar 200 insiden yang berdampak pada fasilitas dan pengungsi sejak perang Israel–Hamas dimulai. Dari jumlah tersebut, 63 serangan langsung menghantam instalasi UNRWA. Akibatnya, lebih dari 300 orang meninggal dunia dan sekitar 1.100 lainnya mengalami luka-luka di tempat perlindungan.
Kemarahan Publik Arab terhadap Amerika Serikat
Di sisi lain, kemarahan publik Arab terhadap Amerika Serikat terus meningkat. Para pemimpin Timur Tengah menyampaikan kondisi itu kepada Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken dalam kunjungan diplomatiknya pekan ini.
Mereka menilai publik Arab menyalahkan Amerika Serikat bersama Israel atas tingginya korban sipil di Gaza. Selain itu, gambar kehancuran yang beredar luas memperkuat sentimen negatif tersebut.
Yordania Jadi Contoh Dampak Sentimen Publik
Kondisi di Yordania menjadi sorotan utama. Pejabat setempat menyebut survei terbaru menunjukkan 70 persen responden menyatakan dukungan terhadap Hamas. Dampaknya, boikot terhadap merek Amerika seperti McDonald’s dan Starbucks semakin meluas dan memukul bisnis lokal.
Meski demikian, sejumlah pemimpin Arab menyatakan kesiapan membantu rekonstruksi Gaza setelah perang berakhir. Namun, mereka secara tegas menolak rencana pendudukan ulang Gaza maupun pemindahan paksa warga Palestina.
Blinken menegaskan warga sipil Palestina harus dapat kembali ke rumah mereka sesegera mungkin. Ia juga menyebut wacana pengusiran warga Gaza sebagai tindakan tidak bertanggung jawab.
Selanjutnya, Blinken dijadwalkan bertemu Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman. Setelah itu, ia akan melanjutkan kunjungan ke Israel, Tepi Barat, dan Mesir sebelum kembali ke Amerika Serikat.
- Penulis: Brian Putra
- Editor: Saydul laopua
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar