Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 453
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com Ketergantungan ekonomi pada satu komoditas tambang berisiko menimbulkan kerentanan fiskal dan tekanan lingkungan. Situasi ini relevan di Sulawesi, wilayah yang selama ini identik dengan nikel, meski memiliki kekayaan sumber daya alam yang jauh lebih beragam dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong hilirisasi nikel untuk mendukung industri baterai dan kendaraan listrik. Kebijakan ini memang meningkatkan nilai tambah. Namun, fokus berlebihan pada sektor tambang memicu kekhawatiran soal ketimpangan pembangunan dan keberlanjutan ekonomi daerah.

Padahal, Sulawesi menyimpan potensi besar di luar nikel. Sejumlah wilayah memiliki cadangan emas, gas alam, dan minyak bumi. Di Sulawesi Tenggara, Pulau Buton menyimpan aspal alam yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pemerintah kerap menempatkan Aspal Buton sebagai alternatif strategis untuk kebutuhan infrastruktur nasional.

Di sektor non-tambang, pertanian dan perkebunan menopang ekonomi masyarakat desa. Petani mengandalkan komoditas seperti beras, kelapa, kopi, dan kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama. Kopi Sulawesi bahkan telah menembus pasar ekspor dan membentuk identitas ekonomi daerah.

Sulawesi juga berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Garis pantai yang panjang dan perairan produktif mendorong produksi ikan dalam skala besar. Nelayan tradisional memasok kebutuhan domestik dan ekspor. Meski begitu, mereka masih menghadapi persoalan akses, keberlanjutan sumber daya, dan persaingan dengan industri besar.

Sejumlah pengamat menilai persoalan utama tidak terletak pada ketersediaan sumber daya. Tata kelola yang lemah dan kebijakan yang tidak seimbang justru membatasi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ke depan, pemerintah daerah dan pusat perlu memperkuat diversifikasi ekonomi. Pendekatan ini dapat menjaga lingkungan, memperluas lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan pengelolaan yang adil dan terencana, kekayaan alam Sulawesi berpeluang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IRGC gelar latihan militer Iran dengan rudal dan drone di wilayah selatan

    Latihan Militer IRGC di Iran Selatan,Tengah Ketegangan AS

    • calendar_month Rabu, 25 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 168
    • 0Komentar

    Teheran, Iran, (duasatunews.com) – Latihan militer IRGC berlangsung di sepanjang pantai selatan Iran pada Selasa (24/2), seiring meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat. Dalam latihan skala besar ini, pasukan Garda Revolusi Iran menampilkan uji rudal balistik, pengerahan drone tempur, serta simulasi pertahanan pantai. Rangkaian kegiatan ini menguji kesiapan pasukan menghadapi berbagai skenario ancaman. Latihan […]

  • “DKI Jakarta pelajari ekonomi kreatif berbasis event di Cannes”

    DKI Belajar dari Cannes, Jakarta Siapkan Ekonomi Kreatif Berbasis Event Internasional

    • calendar_month Sabtu, 16 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com)– Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai mempelajari strategi Kota Cannes dalam membangun ekonomi kreatif berbasis event internasional. Langkah itu muncul setelah Cannes sukses menjadikan pariwisata dan industri kreatif sebagai penopang utama ekonomi kota. Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, menilai Jakarta perlu memperkuat industri event untuk meningkatkan daya saing sebagai kota global. “Cannes bisa hidup […]

  • bentrokan Pakistan Afghanistan di wilayah perbatasan

    Bentrokan Pakistan Afghanistan: masih berlanjut

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 219
    • 0Komentar

    ISLAMABAD, (duasatunews.com) — Bentrokan Pakistan Afghanistan kembali memanas setelah militer Pakistan mengklaim menewaskan 274 militan Afghanistan dan melukai lebih dari 400 lainnya dalam konflik lintas perbatasan. Bentrokan tersebut berlangsung sejak Kamis (26/2) hingga Jumat (27/2) di sejumlah sektor perbatasan kedua negara. Klaim Militer Pakistan soal Serangan Militan Direktur Jenderal Inter-Services Public Relations (ISPR), Letnan Jenderal […]

  • THR ASN 2026 cair awal Ramadan untuk aparatur negara

    THR ASN 2026 Cair Awal Puasa, Simak Rincian Lengkapnya

    • calendar_month Selasa, 24 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 212
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – THR ASN 2026 akan cair pada awal Ramadan. Pemerintah mengambil langkah ini untuk menjaga daya beli aparatur sipil negara dan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan kepastian tersebut saat menemui wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu (18/2/2026). Dalam pernyataannya, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp55 triliun untuk […]

  • Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Rawamangun Jakarta Timur

    Ruang Tumbuh dan Kiprah Mahasiswa Sulawesi Tenggara di Ibu Kota

    • calendar_month Sabtu, 10 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 514
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Kawasan Rawamangun, Jakarta Timur, berkembang sebagai ruang hidup mahasiswa dari berbagai daerah. Selain berfungsi sebagai kawasan hunian, wilayah ini juga menjadi pusat aktivitas akademik dan organisasi mahasiswa perantauan, termasuk mahasiswa asal Sulawesi Tenggara (Sultra). Mahasiswa Sulawesi Tenggara yang berasal dari 17 kabupaten dan kota memilih Rawamangun sebagai tempat berproses. Mereka datang untuk […]

  • bull trap Bitcoin di tengah pergerakan harga kripto

    Waspada Reli Palsu Bitcoin, Area US$72.000–US$76.000 Dinilai Rawan Tekanan Jual

    • calendar_month Jumat, 20 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 229
    • 0Komentar

    JAKARTA,Duasatunews.com Harga Bitcoin belum menunjukkan kekuatan yang konsisten setelah berulang kali gagal menutup perdagangan harian di atas US$70.000. Hingga Jumat (20/2/2026), aset kripto terbesar ini bergerak terbatas di bawah level tersebut, sehingga pelaku pasar masih memperdebatkan arah selanjutnya. Data dari TradingView menunjukkan tekanan jual masih mendominasi pergerakan jangka pendek. Meski sebagian analis melihat peluang penguatan […]

expand_less