Breaking News
light_mode
Beranda » Daerah » Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

Bukan Hanya Nikel, Ini Lingkaran Kekayaan Pulau Sulawesi

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
  • visibility 280
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com Ketergantungan ekonomi pada satu komoditas tambang berisiko menimbulkan kerentanan fiskal dan tekanan lingkungan. Situasi ini relevan di Sulawesi, wilayah yang selama ini identik dengan nikel, meski memiliki kekayaan sumber daya alam yang jauh lebih beragam dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong hilirisasi nikel untuk mendukung industri baterai dan kendaraan listrik. Kebijakan ini memang meningkatkan nilai tambah. Namun, fokus berlebihan pada sektor tambang memicu kekhawatiran soal ketimpangan pembangunan dan keberlanjutan ekonomi daerah.

Padahal, Sulawesi menyimpan potensi besar di luar nikel. Sejumlah wilayah memiliki cadangan emas, gas alam, dan minyak bumi. Di Sulawesi Tenggara, Pulau Buton menyimpan aspal alam yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pemerintah kerap menempatkan Aspal Buton sebagai alternatif strategis untuk kebutuhan infrastruktur nasional.

Di sektor non-tambang, pertanian dan perkebunan menopang ekonomi masyarakat desa. Petani mengandalkan komoditas seperti beras, kelapa, kopi, dan kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama. Kopi Sulawesi bahkan telah menembus pasar ekspor dan membentuk identitas ekonomi daerah.

Sulawesi juga berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Garis pantai yang panjang dan perairan produktif mendorong produksi ikan dalam skala besar. Nelayan tradisional memasok kebutuhan domestik dan ekspor. Meski begitu, mereka masih menghadapi persoalan akses, keberlanjutan sumber daya, dan persaingan dengan industri besar.

Sejumlah pengamat menilai persoalan utama tidak terletak pada ketersediaan sumber daya. Tata kelola yang lemah dan kebijakan yang tidak seimbang justru membatasi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.

Ke depan, pemerintah daerah dan pusat perlu memperkuat diversifikasi ekonomi. Pendekatan ini dapat menjaga lingkungan, memperluas lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan pengelolaan yang adil dan terencana, kekayaan alam Sulawesi berpeluang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penangkapan jurnalis Morowali dipastikan bukan kasus pers

    Penangkapan Jurnalis Morowali Disorot, Polri Tegaskan Bukan Soal Profesi

    • calendar_month Minggu, 11 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 260
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Penangkapan seorang jurnalis di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah, memicu perhatian publik setelah video peristiwa itu beredar luas di media sosial. Peristiwa tersebut langsung memunculkan kekhawatiran soal jaminan kebebasan pers, terutama bagi jurnalis yang bekerja di daerah dengan akses informasi terbatas. Pada saat yang sama, derasnya arus informasi digital kerap menghadirkan potongan fakta […]

  • Kasus Warakas keracunan diselidiki Polda Metro Jaya

    Polisi Ungkap Sekeluarga Tewas di Warakas Jakut Terindikasi Keracunan

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 205
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kasus Warakas keracunan yang menewaskan seorang ibu dan dua anak di Jakarta Utara masih berada dalam penyelidikan intensif kepolisian. Polisi menemukan indikasi awal adanya unsur keracunan dalam peristiwa tersebut. Polda Metro Jaya menyampaikan temuan awal itu berdasarkan pemeriksaan di lokasi kejadian. Polisi menegaskan temuan tersebut belum bersifat final dan masih memerlukan pembuktian […]

  • Eks Ketua PN Jaksel: Kalau Tahu Suap Rp60 Miliar, Saya Pasti Tagih

    Eks Ketua PN Jaksel: Kalau Tahu Suap Rp60 Miliar, Saya Pasti Tagih

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian moita
    • visibility 228
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Ketidakjelasan alur uang suap dalam perkara vonis lepas crude palm oil (CPO) kembali memicu pertanyaan publik soal pengawasan internal peradilan. Mantan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Muhammad Arif Nuryanta mengaku tidak mengetahui besaran uang yang diterima panitera pengadilan, meski perkara tersebut berakhir dengan putusan lepas bagi tiga korporasi besar. Pengakuan itu menempatkan […]

  • Sekda Bekasi diperiksa KPK di Gedung Merah Putih Jakarta

    Sekda Bekasi Diperiksa KPK dalam Kasus Korupsi Bupati Nonaktif

    • calendar_month Rabu, 21 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 180
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Sekda Bekasi diperiksa KPK sebagai saksi dalam penyidikan dugaan korupsi yang menjerat Bupati Bekasi nonaktif Ade Kuswara Kunang. Melalui pemeriksaan ini, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperdalam konstruksi perkara. Pada Rabu, penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi memanggil Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi Endin Samsudin ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta. Selain itu, penyidik menelusuri peran […]

  • kemiskinan Indonesia disoroti Presiden Prabowo

    Presiden Soroti Kemiskinan di Negeri Kaya SDA, Tantangan Pemerataan Kembali Menguat

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 118
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kemiskinan Indonesia masih menjadi persoalan mendasar meski kekayaan sumber daya alam tersebar di berbagai wilayah. Di banyak daerah penghasil tambang, migas, dan perkebunan, warga masih menghadapi keterbatasan akses ekonomi, pendidikan, serta layanan dasar. Situasi ini menciptakan jarak nyata antara potensi nasional dan kesejahteraan masyarakat. Isu tersebut kembali menguat pada awal pemerintahan baru […]

  • negosiasi nuklir Iran dalam wawancara Abbas Araghchi

    Negosiasi Nuklir Iran: Teheran Tolak Pengayaan Nol

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 178
    • 0Komentar

    Istanbul, (duasatunews.com) – negosiasi nuklir Iran kembali mencuat di tengah meningkatnya tensi geopolitik Timur Tengah. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menegaskan Teheran siap berunding dan mencapai kesepakatan, tetapi menolak tuntutan pengayaan uranium nol. Sikap Teheran dalam Negosiasi Nuklir Iran Dalam wawancara dengan Al Jazeera, Sabtu, Araghchi menyebut isu nuklir sebagai persoalan hak dan kedaulatan […]

expand_less