JAKARTA, duasatunews.com — Ketergantungan ekonomi pada satu komoditas tambang berisiko menimbulkan kerentanan fiskal dan tekanan lingkungan. Situasi ini relevan di Sulawesi, wilayah yang selama ini identik dengan nikel, meski memiliki kekayaan sumber daya alam yang jauh lebih beragam dan berdampak langsung bagi kehidupan masyarakat.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah mendorong hilirisasi nikel untuk mendukung industri baterai dan kendaraan listrik. Kebijakan ini memang meningkatkan nilai tambah. Namun, fokus berlebihan pada sektor tambang memicu kekhawatiran soal ketimpangan pembangunan dan keberlanjutan ekonomi daerah.
Padahal, Sulawesi menyimpan potensi besar di luar nikel. Sejumlah wilayah memiliki cadangan emas, gas alam, dan minyak bumi. Di Sulawesi Tenggara, Pulau Buton menyimpan aspal alam yang dikenal sebagai salah satu yang terbesar di dunia. Pemerintah kerap menempatkan Aspal Buton sebagai alternatif strategis untuk kebutuhan infrastruktur nasional.
Di sektor non-tambang, pertanian dan perkebunan menopang ekonomi masyarakat desa. Petani mengandalkan komoditas seperti beras, kelapa, kopi, dan kelapa sawit sebagai sumber pendapatan utama. Kopi Sulawesi bahkan telah menembus pasar ekspor dan membentuk identitas ekonomi daerah.
Sulawesi juga berperan penting dalam sektor perikanan nasional. Garis pantai yang panjang dan perairan produktif mendorong produksi ikan dalam skala besar. Nelayan tradisional memasok kebutuhan domestik dan ekspor. Meski begitu, mereka masih menghadapi persoalan akses, keberlanjutan sumber daya, dan persaingan dengan industri besar.
Sejumlah pengamat menilai persoalan utama tidak terletak pada ketersediaan sumber daya. Tata kelola yang lemah dan kebijakan yang tidak seimbang justru membatasi manfaat ekonomi bagi masyarakat lokal.
Ke depan, pemerintah daerah dan pusat perlu memperkuat diversifikasi ekonomi. Pendekatan ini dapat menjaga lingkungan, memperluas lapangan kerja, dan mengurangi ketergantungan pada satu komoditas. Dengan pengelolaan yang adil dan terencana, kekayaan alam Sulawesi berpeluang memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan ekonomi nasional.
Saat ini belum ada komentar