AS Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka: Ledakan Terdengar hingga Bahrain dan Saudi
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
- visibility 192
- comment 1 komentar
- print Cetak

Kepulan asap membumbung di kawasan perkotaan Iran usai serangan udara, Sabtu (28/2/2026), di tengah eskalasi konflik regional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (Duasatunews.com) — Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak tajam setelah itu, Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Langkah ini menyusul serangan pendahuluan Israel ke sejumlah target strategis. Akibatnya, kekhawatiran akan pecahnya perang regional semakin menguat.
Sebelumnya, Washington dan Teheran menjalani negosiasi terkait isu nuklir. Namun demikian, pembicaraan terakhir pada Kamis berakhir tanpa kesepakatan. Karena itu, Presiden AS Donald Trump menepati ultimatum yang telah ia sampaikan dalam beberapa pekan terakhir.
Israel Awali Eskalasi
Pertama, Israel membuka eskalasi dengan melancarkan serangan pendahuluan ke Iran. Bersamaan dengan itu, Kementerian Pertahanan Israel menetapkan status darurat nasional dan membatasi aktivitas sipil. Tak lama kemudian, ledakan mengguncang Teheran serta Isfahan, Qom, Karaj, dan Kermanshah.
Menurut laporan media Israel, militer menargetkan fasilitas rezim serta sistem rudal balistik Iran. Sementara itu, televisi pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai agresi udara Israel. Di sisi lain, kantor berita Fars melaporkan dampak rudal terjadi di distrik dekat kediaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
AS Masuk dalam Operasi Gabungan
Selanjutnya, Amerika Serikat ikut melancarkan serangan. Berdasarkan keterangan pejabat AS, Washington menjalankan operasi gabungan bersama Israel. Dalam pernyataannya, Trump menyebut operasi ini bertujuan menyingkirkan ancaman yang dianggap mendesak.
Kemudian, Pentagon mengumumkan nama operasi tersebut sebagai Operation Epic Fury. Selain itu, militer AS mengarahkan serangan ke kekuatan laut dan sistem rudal Iran.
Kawasan Teluk Meningkatkan Kewaspadaan
Dampaknya, eskalasi konflik merambat ke kawasan Teluk. Oleh karena itu, Kedutaan Besar AS di Qatar dan Bahrain memerintahkan staf untuk berlindung. Tak hanya itu, kedutaan juga mengimbau warga AS mencari lokasi aman hingga situasi dinyatakan stabil.
Pada saat yang sama, laporan ledakan terdengar di beberapa wilayah sekitar Teluk, termasuk dekat Bahrain dan Arab Saudi. Situasi ini memicu peningkatan kewaspadaan regional.
Kondisi Pemimpin dan Respons Israel
Di tengah situasi tersebut, media pemerintah Iran memastikan Presiden Masoud Pezeshkian dalam kondisi aman. Sementara itu, pemerintah kota Yerusalem menutup sekolah dan kantor non-esensial hingga Senin.
Sebagai respons, militer Israel meningkatkan status siaga setelah mendeteksi peluncuran rudal dari Iran. Tak lama kemudian, sirene serangan udara meraung di Yerusalem. Meski begitu, layanan darurat belum menerima laporan korban.
Internet Iran Lumpuh
Seiring meningkatnya konflik, Iran memutus akses internet nasional. Menurut NetBlocks, pemadaman terjadi hampir secara total. Biasanya, pemerintah Iran mengambil langkah ini saat situasi keamanan memburuk untuk mengendalikan arus informasi.
Akhirnya, keterlibatan langsung AS dan Israel memperbesar risiko perang terbuka. Karena itu, komunitas internasional kini memantau situasi dengan cermat, mengingat konflik ini berpotensi mengguncang stabilitas kawasan dan global.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: Duasatunews.com

Promote our products—get paid for every sale you generate!
28 Februari 2026 6:59 pm