Pembangunan Huntara dan Huntap Pasca Bencana, Terus Berjalan
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
- visibility 123
- comment 0 komentar
- print Cetak

Gambar : Pembangunan huntap bagi warga terdampak bencana
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Pembangunan huntara dan huntap terus menjadi prioritas pemerintah dalam mempercepat pemulihan warga terdampak banjir dan longsor di Aceh, Sumatera Barat, dan Sumatera Utara. Melalui kerja bersama antara personel TNI dan masyarakat, proses pemulihan berjalan bertahap namun konsisten.
Pada saat yang sama, Tim Media Presiden mencatat perkembangan pembangunan yang beragam di setiap wilayah. Tim gabungan di lapangan mengerjakan tahap demi tahap, mulai dari merangkai rangka besi hingga menyelesaikan unit hunian yang siap ditempati. Dengan demikian, warga terdampak mulai melihat harapan baru pasca bencana.
Pembangunan Huntara dan Huntap di Aceh Timur
Di Desa Batu Sumbang, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur, personel TNI bersama warga mendirikan rangka besi huntara di beberapa titik. Sementara itu, warga meratakan tanah sebagai persiapan fondasi. Langkah ini mempercepat pembangunan hunian sementara agar segera bisa digunakan.
Progres Pembangunan Huntara dan Huntap di Sumatera Barat
Sementara itu, Sumatera Barat mencatat kemajuan signifikan. Tim pelaksana menyelesaikan sembilan unit huntara yang tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Agam, Padang Pariaman, Pesisir Selatan, Tanah Datar, hingga Kota Padang. Dengan capaian tersebut, aktivitas warga perlahan kembali normal.
Di sisi lain, di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, tim lapangan melanjutkan pembangunan satu unit huntara dengan progres sekitar 45 persen. Tim telah menegakkan rangka bangunan dan menyiapkan material untuk mempercepat penyelesaian.
Gotong Royong TNI dan Warga Percepat Pemulihan
Selanjutnya, suasana gotong royong terasa kuat di Kabupaten Tanah Datar. Di Kecamatan Batipuh, personel TNI dan warga memasang rangka bangunan serta atap galvalume. Kemudian, mereka bergantian memasang dinding huntara. Di wilayah lain, tim pelaksana mengecor lantai dasar hunian sebagai bagian dari percepatan pembangunan.
Tak hanya hunian sementara, pemerintah juga memulai pembangunan hunian tetap. Di Kota Padang Panjang Barat, tim menata lahan kosong sebagai lokasi huntap. Sementara itu, di Padang Panjang Timur, unit huntap mulai berdiri dengan desain modern dan struktur baja ringan.
Pada akhirnya, pembangunan huntara dan huntap bukan sekadar proyek fisik. Program ini menjadi simbol kolaborasi, ketangguhan, dan harapan baru bagi masyarakat yang terdampak bencana.
