Munas KKST: Ali Mazi Gaungkan Semangat Persatuan Dan Persaudaraan
- account_circle Afs
- calendar_month Sabtu, 11 Okt 2025
- visibility 473
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ali masi
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Musyawarah Nasional (Munas) Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (KKST) berlangsung khidmat dan meriah di kawasan Ancol, Jakarta. Pada kesempatan ini, ribuan perantau asal Sulawesi Tenggara dari berbagai daerah hadir dan berpartisipasi aktif. Dengan demikian, Munas menjadi momentum penting untuk memperkuat silaturahmi serta solidaritas warga Sultra di perantauan.
Dalam sambutannya, pendiri KKST, Ali Mazi, menegaskan pentingnya menjaga persatuan di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan nasional. Menurutnya, KKST berfungsi sebagai ruang persaudaraan, bukan sekadar organisasi kedaerahan. Oleh karena itu, KKST mampu menyatukan potensi dan aspirasi warga Sultra di seluruh Indonesia.
“Kita berasal dari tanah yang sama, Sulawesi Tenggara. Di mana pun, kita harus tetap bersatu. Selain itu, kita perlu saling membantu dan memberi teladan dalam membangun bangsa,” ujar Ali Mazi. Karena itu, peserta Munas menyambut pernyataan tersebut dengan tepuk tangan.
Selanjutnya, Munas KKST membahas arah organisasi ke depan. Dalam forum ini, peserta mendorong peran aktif generasi muda Sultra di bidang profesi, bisnis, dan sosial kemasyarakatan. Sementara itu, konsolidasi lintas daerah dan lintas generasi terus diperkuat.
Tak hanya itu, Ali Mazi mengingatkan pentingnya menjaga nilai Sara Patandea sebagai falsafah kebersamaan masyarakat Sultra. Dengan begitu, nilai tersebut tetap hidup dan relevan di tengah masyarakat perantauan.
Di sisi lain, Ali Mazi mengajak KKST menjadi jembatan kebaikan antara warga Sultra dan pemerintah daerah. Sebab itu, ia menilai kekompakan dan gotong royong sebagai kunci kemajuan bersama.
“Munas ini tidak hanya memilih pemimpin organisasi. Namun, Munas juga memperkuat tekad kita untuk membawa nama baik Sulawesi Tenggara di tingkat nasional,” tegasnya.
Akhirnya, tokoh masyarakat, pejabat daerah, akademisi, dan perwakilan paguyuban dari berbagai provinsi menghadiri Munas KKST di Ancol. Sebagai penutup, panitia menyuguhkan malam kebudayaan. Pada momen tersebut, peserta menikmati tari tradisional dan musik khas Sultra yang mencerminkan kehangatan persaudaraan di perantauan.

Saat ini belum ada komentar