Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Kriminalisasi Konten Digital Kembali Berujung Penjara

Kriminalisasi Konten Digital Kembali Berujung Penjara

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
  • visibility 524
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Kriminalisasi konten digital kembali menjadi sorotan publik setelah aparat memproses warga karena unggahan di media sosial. Praktik kriminalisasi konten digital ini memicu kekhawatiran luas terhadap perlindungan kebebasan berekspresi di Indonesia (20/01/2026).

Ruang digital seharusnya menjadi tempat warga bertukar gagasan dan menyampaikan kritik. Namun, aparat kerap menggunakan pasal dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik untuk menjerat opini yang tidak mengandung unsur kekerasan. Kondisi ini menimbulkan pertanyaan serius tentang komitmen negara terhadap hak asasi manusia.

Konstitusi melalui Undang-Undang Dasar 1945 menjamin hak setiap warga untuk berbicara dan berpendapat. Indonesia juga telah meratifikasi International Covenant on Civil and Political Rights (ICCPR) yang melindungi kebebasan berekspresi. Penjelasan mengenai standar kebebasan berekspresi global dapat dibaca di situs resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa:
https://www.ohchr.org/en/instruments-mechanisms/instruments/international-covenant-civil-and-political-rights

Dampak Kriminalisasi Konten Digital terhadap Demokrasi

Kriminalisasi konten digital tidak hanya merugikan individu yang diproses hukum. Praktik ini menciptakan ketakutan di tengah masyarakat. Banyak warga akhirnya memilih diam karena khawatir aparat menafsirkan kritik sebagai pelanggaran pidana.

Ketika warga takut berbicara, kualitas demokrasi menurun. Partisipasi publik melemah, pengawasan terhadap kebijakan berkurang, dan ruang diskusi menyempit. Dalam jangka panjang, situasi ini dapat menggerus kepercayaan masyarakat terhadap sistem hukum.

Ultimum Remedium dan Alternatif Non-Pidana

Dalam sistem hukum modern, pidana harus menjadi langkah terakhir. Negara dapat mendorong penyelesaian melalui klarifikasi, hak jawab, atau mediasi sebelum membawa perkara ke ranah pengadilan. Pendekatan ini lebih proporsional dan sejalan dengan prinsip demokrasi.

Berbagai organisasi masyarakat sipil juga mendorong evaluasi terhadap penerapan pasal-pasal yang berpotensi menimbulkan kriminalisasi konten digital. Kritik terhadap kebijakan publik seharusnya tidak dianggap sebagai ancaman, selama tidak mengandung hasutan kekerasan.

Untuk membaca analisis lain seputar isu hukum dan demokrasi, lihat juga artikel kami sebelumnya di rubrik Hukum & Politik:
https://duasatunews.com/rubrik/hukum-politik

Kriminalisasi konten digital bukan sekadar isu hukum, tetapi juga persoalan arah demokrasi Indonesia. Negara perlu memastikan hukum melindungi warga, bukan membatasi ruang ekspresi yang sah. Demokrasi hanya tumbuh ketika warga merasa aman untuk menyampaikan pendapat tanpa rasa takut.

  • Penulis: Brian Putra
  • Editor: Nur Wayda

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    Tolak Peredaran Narkoba, Mahasiswa dan Pemuda Landono Desak APH Bertindak Tegas

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 575
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com – Penolakan peredaran narkoba Landono semakin menguat seiring meningkatnya keresahan masyarakat. Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono secara terbuka menyatakan sikap tegas terhadap maraknya peredaran narkoba yang mulai mengancam generasi muda dan ketertiban sosial di Kecamatan Landono. Ketua Umum Ikatan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar Landono, Brian Putra, menegaskan bahwa narkoba merupakan ancaman nyata […]

  • AS Roma dikabarkan mengakhiri lebih cepat masa peminjaman Leon Bailey

    AS Roma dikabarkan mengakhiri lebih cepat masa peminjaman Leon Bailey

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 500
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — AS Roma terus melakukan evaluasi terhadap peminjaman Leon Bailey yang berjalan sejak awal musim. Evaluasi ini membuka peluang bagi klub Serie A Italia tersebut untuk mengakhiri kerja sama lebih cepat dari rencana awal. Evaluasi Performa Jadi Pertimbangan Utama Manajemen AS Roma mengambil langkah evaluasi setelah tim pelatih menilai kontribusi Leon Bailey belum […]

  • Presiden Prabowo Subianto memimpin pelantikan Wakil Menteri Keuangan Juda Agung di Istana Negara Jakarta

    Pelantikan Wamenkeu: Presiden Prabowo Resmikan Juda Agung

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 434
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Pelantikan Wamenkeu berlangsung di Istana Negara, Jakarta, kamis sore. Presiden Prabowo Subianto meresmikan Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan Republik Indonesia untuk sisa masa jabatan 2024–2029. Pelantikan tersebut mengacu pada Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 3M Tahun 2026. Keppres itu mengatur pemberhentian dan pengangkatan Wakil Menteri Keuangan Kabinet Merah Putih. Presiden Prabowo […]

  • Solusi preventif bagi kesehatan Mental health Generasi muda

    Solusi preventif bagi kesehatan Mental health Generasi muda

    • calendar_month Senin, 12 Jan 2026
    • account_circle Brian Putra
    • visibility 391
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Kesehatan mental generasi muda kini menjadi isu krusial di tengah masyarakat modern. Namun, masih banyak anak muda yang merasa canggung membahas kesehatan mental atau belum memahami cara menjaga keseimbangan emosional sejak dini. Akibatnya, kesadaran publik terhadap isu ini belum berkembang secara optimal. (12/01/2026) Menurut seorang ahli psikologi, masyarakat sering memprioritaskan kesehatan fisik. […]

  • Sidang Nadiem Disoroti Pakar Hukum UGM: Memperkaya Itu Bisa Diri Sendiri, Orang Lain, atau Korporasi

    Sidang Nadiem Disoroti Pakar Hukum UGM: Memperkaya Itu Bisa Diri Sendiri, Orang Lain, atau Korporasi

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 629
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Sidang dugaan korupsi pengadaan laptop Chromebook kembali memantik perhatian publik. Perkara ini menyangkut penggunaan anggaran pendidikan yang bersumber dari uang negara, sehingga hasilnya berdampak langsung pada kualitas layanan publik dan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Perhatian menguat setelah terdakwa Nadiem Makarim menyampaikan nota keberatan dalam sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (5/1/2026). Dalam eksepsinya, […]

  • Ilustrasi krisis energi global akibat konflik Timur Tengah dengan tanker minyak di Selat Hormuz, lonjakan harga energi, dan aktivitas kilang minyak.

    Krisis Energi Global Terparah Dipicu Konflik Timur Tengah

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 250
    • 0Komentar

    jakarta,(duasatunews.com) — Dunia menghadapi krisis energi paling serius dalam sejarah modern akibat konflik di Timur Tengah. Komisaris Energi dan Perumahan Uni Eropa, Dan Jorgensen, menyampaikan peringatan itu pada Selasa (5/5). Dalam konferensi pers di Brussels, Belgia, Jorgensen menilai krisis ini menguji ketahanan ekonomi global, stabilitas sosial, serta kerja sama antarnegara. Selain itu, ia menegaskan tekanan tidak […]

expand_less