Mahasiswa Bongkar Dugaan Mega Korupsi Pembangunan Gerbang Kota Wanggudu
- account_circle Brian putra
- calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
- visibility 239
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aksi mahasiswa menyoroti dugaan korupsi Gerbang Wanggudu di Jakarta
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Sejumlah mahasiswa dan pemuda kembali menyuarakan keresahan publik terkait dugaan korupsi pembangunan Gerbang Kota Wanggudu, Kabupaten Konawe Utara, Sulawesi Tenggara. Mereka menggelar aksi sebagai bentuk protes karena proyek tersebut dinilai penuh kejanggalan dan berpotensi merugikan keuangan negara.
Selain itu, massa menilai proyek tersebut tidak memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Oleh karena itu, mereka menuntut penjelasan terbuka dari pihak terkait.
Gerbang Kota Dipertanyakan Fungsi dan Kualitasnya
Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyoroti bangunan gerbang kota bertuliskan “Selamat Datang” yang berdiri tanpa fungsi jelas. Namun demikian, gerbang yang seharusnya menjadi ikon daerah justru memunculkan banyak pertanyaan.
Selanjutnya, massa mempertanyakan kualitas bangunan serta kesesuaian anggaran dengan kondisi fisik di lapangan. Karena itu, mereka menilai proyek tersebut gagal memenuhi tujuan pembangunan.
Koordinator Aksi Tegaskan Dugaan Penyimpangan
Koordinator aksi, Egit Setiawan, menyampaikan bahwa mahasiswa melihat banyak kejanggalan sejak tahap perencanaan proyek. Menurutnya, pemerintah daerah tidak menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik.
“Kami menilai pembangunan ini gagal secara fungsi dan estetika. Selain itu, kami menduga proyek ini menjadi ladang korupsi karena anggarannya mencapai miliaran rupiah,” ujar Egit kepada awak media, Rabu (26/07).
Oleh sebab itu, ia meminta aparat penegak hukum segera mengambil langkah tegas.
Mahasiswa Desak KPK Bertindak
Lebih lanjut, Egit menegaskan bahwa mahasiswa mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi untuk segera turun tangan. Ia meminta KPK memanggil dan memeriksa Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Konawe Utara serta CV Menara Teknik selaku pelaksana proyek.
Menurutnya, indikasi kejanggalan muncul sejak proses perencanaan, lalu berlanjut pada tahap pelaksanaan. Sementara itu, minimnya pengawasan semakin memperkuat dugaan penyimpangan.
Massa Siapkan Aksi Lanjutan
Selanjutnya, mahasiswa menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas. Jika aparat penegak hukum tidak merespons tuntutan tersebut, mereka berencana menggelar aksi lanjutan dengan eskalasi lebih besar.
Dengan demikian, mereka berharap lembaga penegak hukum segera bertindak agar kepercayaan publik tidak terus menurun.
Mahasiswa Tegaskan Komitmen Kawal Uang Rakyat
Pada akhir aksi, mahasiswa dan pemuda menyatakan komitmen untuk terus mengawasi penggunaan uang rakyat. Selain itu, mereka menegaskan sikap menolak segala bentuk praktik korupsi yang merugikan daerah dan masyarakat.
Sampai berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya menghubungi pihak-pihak terkait guna memperoleh klarifikasi dan hak jawab sesuai prinsip keberimbangan.
