Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai
- account_circle Darman
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 172
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menindak tegas pejabat negara yang dinilai tidak bekerja secara maksimal dan gagal menjalankan amanah rakyat. Dalam pernyataannya di hadapan forum diplomasi internasional, Prabowo menekankan bahwa kinerja menjadi satu-satunya tolak ukur dalam pemerintahan yang ia pimpin, tanpa mempertimbangkan latar belakang politik maupun afiliasi partai.
Menurut Prabowo, pemerintahan yang kuat hanya dapat dibangun dengan disiplin, profesionalisme, dan tanggung jawab penuh dari seluruh jajaran pejabat negara. Ia menegaskan tidak akan ragu mencopot pejabat yang tidak mampu bekerja efektif, lamban mengambil keputusan, atau justru menjadi penghambat pelayanan publik.
“Negara ini terlalu besar untuk dikelola oleh pejabat yang tidak serius bekerja. Tidak ada tempat bagi yang hanya mencari jabatan tanpa prestasi,” tegas Prabowo dalam pernyataannya.
Prabowo juga menekankan bahwa loyalitas utama pejabat negara adalah kepada rakyat dan konstitusi, bukan kepada kepentingan kelompok atau partai politik tertentu. Ia memastikan tidak ada perlindungan politik bagi pejabat yang terbukti gagal menjalankan tugas, meski berasal dari partai pendukung pemerintah.
Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal kuat dimulainya era pemerintahan yang menuntut kinerja tinggi dan akuntabilitas penuh. Sejumlah pengamat menilai langkah ini menunjukkan keseriusan Presiden Prabowo dalam membangun pemerintahan yang bersih, tegas, dan berorientasi pada hasil nyata.
Di tengah tantangan ekonomi global, konflik geopolitik, dan tuntutan percepatan pembangunan nasional, Prabowo menegaskan bahwa seluruh pejabat negara harus bekerja dengan ritme cepat dan fokus pada kepentingan bangsa.
“Rakyat menunggu bukti, bukan janji. Pejabat yang tidak mampu menjawab tantangan zaman harus siap digantikan,” ujar Prabowo menutup pernyataannya.
Langkah tegas ini sekaligus menjadi peringatan keras bagi seluruh aparatur negara bahwa era kompromi terhadap kinerja buruk telah berakhir, dan pemerintahan Prabowo akan berjalan dengan prinsip tegas: kerja nyata atau mundur dari jabatan.
