Sekolah Rakyat Prabowo Dibahas Seskab dan Mensos Gus Ipul
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Kamis, 29 Jan 2026
- visibility 125
- comment 0 komentar
- print Cetak

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kanan) dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf dalam pertemuan di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Sekolah Rakyat Prabowo terus menarik perhatian pemerintah karena berperan strategis dalam memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga tidak mampu. Oleh karena itu, perhatian terhadap program ini kembali menguat ketika Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya bertemu Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Kantor Sekretariat Kabinet, Jakarta, Rabu (28/1) malam.
Berdasarkan unggahan akun Instagram Sekretariat Kabinet (@sekretariat.kabinet), pertemuan tersebut membahas perkembangan terbaru pembangunan Sekolah Rakyat di berbagai wilayah Indonesia. Dalam kesempatan itu, Gus Ipul memaparkan sejumlah lokasi baru yang siap mendukung pelaksanaan program.
Selain membahas lokasi, pertemuan tersebut juga menyoroti arah pengembangan Sekolah Rakyat ke depan. Untuk itu, pemerintah mulai menyiapkan skema kerja sama dengan universitas dalam negeri serta lembaga kedinasan. Melalui langkah ini, pemerintah ingin memperkaya kurikulum sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Selanjutnya, pemerintah mendorong Sekolah Rakyat Prabowo berperan sebagai pusat pembelajaran terpadu. Dengan demikian, sekolah ini tidak hanya menyediakan pendidikan formal, tetapi juga membekali siswa dengan keterampilan hidup dan wawasan praktis.
Sementara itu, foto-foto pertemuan menampilkan Seskab Teddy dan Gus Ipul berdialog secara langsung dalam suasana hangat. Setelah agenda selesai, Seskab Teddy mendampingi Mensos hingga ke kendaraan.
Pada sisi kebijakan, Presiden Prabowo Subianto menggagas Sekolah Rakyat sebagai upaya memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Melalui program ini, Presiden menargetkan anak-anak yang belum mengenyam pendidikan formal tetap memperoleh akses belajar yang layak serta asupan gizi memadai.
Akhirnya, melalui Sekolah Rakyat Indonesia, pemerintah berupaya menghentikan pewarisan kemiskinan dari orang tua kepada anak. Sejalan dengan itu, pemerintah terus meningkatkan kualitas hidup masyarakat melalui pendidikan, kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar.
