Prabowo Ancam Akan Copot Para Pejabat Yang Tak Becus Kerja Tanpa Pandang Partai
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 5 Jan 2026
- visibility 262
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk menindak pejabat negara yang tidak bekerja maksimal dan gagal menjalankan amanah rakyat.
Prabowo menyampaikan pernyataan tersebut dalam forum diplomasi internasional. Dalam forum itu, ia menegaskan bahwa kinerja menjadi satu-satunya tolok ukur dalam pemerintahan yang ia pimpin.
Kinerja Menjadi Ukuran Mutlak
Prabowo menyatakan bahwa pemerintahan yang kuat hanya dapat berjalan dengan disiplin dan profesionalisme. Oleh karena itu, ia menolak menjadikan latar belakang politik sebagai bahan pertimbangan.
Selain itu, Prabowo menuntut seluruh pejabat negara menjalankan tugas secara bertanggung jawab. Ia meminta mereka bekerja cepat, tepat, dan terukur.
Pejabat Lamban Akan Dicopot
Lebih lanjut, Prabowo menegaskan akan mencopot pejabat yang bekerja lamban atau menghambat pelayanan publik. Ia juga menolak segala bentuk kompromi terhadap kinerja buruk.
“Negara ini terlalu besar untuk dikelola oleh pejabat yang tidak serius bekerja. Karena itu, saya tidak memberi ruang bagi mereka yang hanya mengejar jabatan tanpa prestasi,” tegas Prabowo.
Loyalitas Harus Kepada Rakyat
Selanjutnya, Prabowo menekankan bahwa pejabat negara harus mengutamakan loyalitas kepada rakyat dan konstitusi. Dengan sikap tersebut, ia menolak loyalitas kepada kelompok atau partai politik.
Ia juga menegaskan tidak akan melindungi pejabat yang gagal menjalankan tugas. Bahkan, ia tetap akan bertindak tegas meski pejabat tersebut berasal dari partai pendukung pemerintah.
Pemerintahan Menuntut Hasil Nyata
Pernyataan Prabowo tersebut menandai dimulainya pemerintahan yang menuntut kinerja tinggi dan akuntabilitas. Oleh sebab itu, sejumlah pengamat menilai sikap ini mencerminkan keseriusan pemerintah dalam memperbaiki tata kelola.
Di tengah tekanan ekonomi global dan konflik geopolitik, Prabowo meminta pejabat negara bekerja lebih cepat dan fokus. Dengan langkah itu, ia menargetkan percepatan pembangunan nasional.
Kerja Nyata atau Tinggalkan Jabatan
Menutup pernyataannya, Prabowo kembali menegaskan bahwa rakyat menunggu bukti nyata. Karena alasan itu, ia meminta pejabat yang tidak mampu menjawab tantangan zaman untuk siap digantikan.
Dengan sikap tegas tersebut, Prabowo mengirim peringatan keras kepada seluruh aparatur negara. Pemerintahannya akan berjalan dengan satu prinsip utama: kerja nyata atau tinggalkan jabatan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://www.presiden.go.id

Saat ini belum ada komentar