Breaking News
light_mode
Beranda » 21 News » Irham Kalenggo dan Jalan Baru Pembangunan Konawe Selatan

Irham Kalenggo dan Jalan Baru Pembangunan Konawe Selatan

  • account_circle Afs
  • calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
  • visibility 956
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Kepemimpinan Daerah di Persimpangan Kepentingan
Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom

JAKARTA, duasatunews.com | Kepemimpinan daerah tidak hanya menyangkut kemampuan mengelola birokrasi. Seorang kepala daerah juga harus mampu menavigasi berbagai kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga tekanan globalisasi yang kian kuat. Dalam konteks ini, Konawe Selatan (Konsel) menempati posisi strategis. Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan serta memiliki potensi sumber daya alam besar ini kini memasuki fase penting di bawah kepemimpinan Bupati Irham Kalenggo.

Sejumlah pihak menilai Irham Kalenggo berhasil menghadirkan arah baru pembangunan daerah. Penilaian tersebut tidak bertumpu pada pencapaian simbolik, melainkan pada pendekatan pembangunan yang lebih terukur dan partisipatif. Ia berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kepentingan masyarakat kecil. Setidaknya, terdapat lima dimensi kepemimpinan yang patut dicermati.

Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Terbuka

Keberhasilan kepala daerah dapat dilihat dari kemampuannya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Irham Kalenggo mendorong keterbukaan melalui penguatan mekanisme musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang inklusif.

Pemerintah daerah melibatkan masyarakat desa, tokoh adat, akademisi, dan pemuda dalam proses perencanaan. Melalui langkah ini, kebijakan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan dari ruang birokrasi yang tertutup. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menekankan desentralisasi dan pelayanan publik yang lebih efektif.

Ekonomi Kerakyatan sebagai Fondasi

Pembangunan ekonomi daerah sering terjebak pada orientasi investasi skala besar. Irham Kalenggo justru membaca realitas Konsel secara lebih kontekstual. Mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM.

Pemerintah daerah memperkuat infrastruktur desa, membuka akses permodalan, serta mendorong tumbuhnya pasar lokal. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata mengejar angka pertumbuhan PDRB, tetapi meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.

Pendekatan tersebut juga mendorong pemerataan pembangunan. Konsel yang memiliki wilayah pesisir, dataran, dan pegunungan membutuhkan kebijakan adaptif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pusat kabupaten, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil.

Investasi dan Lingkungan: Menjaga Keseimbangan

Masuknya industri pertambangan membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi, investasi membuka lapangan kerja. Di sisi lain, aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan. Dalam kondisi ini, Irham Kalenggo berupaya menjaga keseimbangan.

Pemerintah daerah mendorong investasi yang mematuhi prinsip good mining practice, memenuhi AMDAL, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Langkah ini penting mengingat banyak daerah di Sulawesi Tenggara mengalami paradoks sumber daya alam. Kekayaan alam melimpah, tetapi kesejahteraan masyarakat tidak meningkat signifikan.

Pendekatan kehati-hatian ini mencerminkan orientasi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.

Stabilitas Politik Lokal

Stabilitas politik menjadi prasyarat utama keberhasilan pembangunan. Konflik elite di tingkat lokal kerap menghambat program strategis. Di bawah kepemimpinan Irham Kalenggo, komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh masyarakat relatif terjaga.

Pengalaman Irham sebagai mantan Ketua DPRD memperkuat kemampuannya membaca dinamika politik. Ia memanfaatkan jejaring politik untuk membangun konsensus, terutama dalam pembahasan anggaran dan kebijakan prioritas. Stabilitas tersebut memungkinkan birokrasi bekerja lebih fokus dan terarah.

Kepemimpinan Humanis dan Kedekatan dengan Rakyat

Selain kebijakan makro, kepemimpinan Irham Kalenggo juga menonjolkan pendekatan humanis. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.

Model kepemimpinan yang mengedepankan dialog ini memperkuat kepercayaan publik. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan responsif terhadap persoalan warga.

Tantangan yang Masih Ada

Meski menunjukkan arah positif, Konsel masih menghadapi tantangan serius. Angka kemiskinan perlu terus ditekan, pengangguran pemuda harus ditangani secara sistematis, dan ketimpangan antarwilayah memerlukan kebijakan yang lebih progresif.

Pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi konflik sosial akibat aktivitas pertambangan. Penguatan regulasi daerah, penegakan sanksi, serta pengawasan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi langkah penting agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.

Kepemimpinan Irham Kalenggo mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial, antara investasi dan keberlanjutan lingkungan, serta antara kepentingan politik dan kebutuhan rakyat kecil.

Publik tentu berharap kepemimpinan semacam ini terus berlanjut. Pembangunan daerah seharusnya tidak terjebak pada politik pencitraan, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

Irham Kalenggo tengah menulis bab baru sejarah Konawe Selatan. Tantangannya kini terletak pada konsistensi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga arah pembangunan menuju Konawe Selatan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom
(Pemerhati Sosial, Politik, dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah)

Afs

Penulis

Update & Terpercaya

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • sejarah konflik Kalimantan dalam ilustrasi Tragedi Sampit dan Sambas

    Sejarah Konflik Kekerasan di Tanah Dayak: Tragedi Sampit dan Sambas

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 462
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Konflik kekerasan paling menonjol dalam sejarah modern masyarakat Dayak di Kalimantan tidak terjadi antarsesama suku Dayak. Sebaliknya, konflik besar yang sering disebut sebagai “perang” itu muncul dalam bentuk konflik komunal antara suku Dayak sebagai penduduk asli dan etnis pendatang, terutama etnis Madura. Dua peristiwa yang paling sering menjadi rujukan ialah Tragedi Sampit […]

  • banjir Sumatra tak jadi bencana nasional di Aceh

    Prabowo Tegaskan Negara Masih Mampu Tangani Banjir Sumatra, Tak Tetapkan Bencana Nasional

    • calendar_month Sabtu, 3 Jan 2026
    • account_circle Arin fahrul Sanjaya
    • visibility 495
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com – Banjir Sumatra tak jadi bencana nasional menjadi keputusan pemerintah pusat setelah menilai kapasitas negara dalam menangani dampak banjir di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan negara masih memiliki sumber daya yang memadai. Prabowo menyatakan pemerintah pusat tetap mampu menangani bencana tersebut tanpa harus menaikkan status kebencanaan. […]

  • Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    Warga Adat Maba Sangaji Divonis Penjara karena Tolak Tambang Nikel

    • calendar_month Rabu, 7 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 613
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Putusan pengadilan yang memenjarakan warga adat Maba Sangaji di Halmahera Timur memicu kekhawatiran luas soal perlindungan hak sipil masyarakat adat. Vonis tersebut berdampak langsung pada ruang hidup warga yang menolak aktivitas tambang nikel di wilayah adat mereka. Kasus ini tidak berdiri sendiri. Ia mencerminkan pola penanganan konflik sumber daya alam yang kerap […]

  • “Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan pernyataan terkait transparansi pengadaan Sekolah Rakyat di Jakarta”

    Mensos Buka Proses Pengadaan Sekolah Rakyat untuk Audit KPK

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Brian putra
    • visibility 287
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Menteri Sosial Saifullah Yusuf menegaskan komitmen transparansi dalam pengadaan barang dan jasa program Sekolah Rakyat. Ia menyatakan Kementerian Sosial siap menjalani audit dan pemeriksaan untuk mencegah penyimpangan anggaran. Dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu, Saifullah Yusuf mengatakan Kemensos akan membuka seluruh tahapan pengadaan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia juga berencana bertemu pimpinan KPK […]

  • Dirut BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan yang Picu Koreksi IHSG

    Dirut BEI Mundur, Purbaya Ungkap Kesalahan yang Picu Koreksi IHSG

    • calendar_month Sabtu, 31 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 415
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Purbaya dukung Dirut BEI mundur sebagai bentuk tanggung jawab atas gejolak pasar saham. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai keputusan Iman Rachman meninggalkan jabatan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) memberi sinyal positif bagi pasar modal nasional. Purbaya menyampaikan sikap tersebut kepada wartawan di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026). Ia menilai langkah […]

  • Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar Dipercepat

    Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar Dipercepat

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 485
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar terus dipercepat untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat banjir di sejumlah daerah. Pemerintah bersama TNI memprioritaskan konektivitas antarwilayah agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Personel TNI Angkatan Darat melalui Bekang Kodam XX/Tanjungpura mengerjakan berbagai jenis jembatan di kabupaten terdampak. Tim lapangan membangun jembatan armco, jembatan Bailey, […]

expand_less