Irham Kalenggo dan Jalan Baru Pembangunan Konawe Selatan
- account_circle Afs
- calendar_month Sabtu, 16 Agt 2025
- visibility 647
- comment 0 komentar
- print Cetak

Irham Kalenggo saat memimpin pembangunan daerah di Konawe Selatan dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Kepemimpinan Daerah di Persimpangan Kepentingan
Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom
JAKARTA, duasatunews.com | Kepemimpinan daerah tidak hanya menyangkut kemampuan mengelola birokrasi. Seorang kepala daerah juga harus mampu menavigasi berbagai kepentingan politik, ekonomi, sosial, budaya, hingga tekanan globalisasi yang kian kuat. Dalam konteks ini, Konawe Selatan (Konsel) menempati posisi strategis. Kabupaten yang dikenal sebagai lumbung pangan serta memiliki potensi sumber daya alam besar ini kini memasuki fase penting di bawah kepemimpinan Bupati Irham Kalenggo.
Sejumlah pihak menilai Irham Kalenggo berhasil menghadirkan arah baru pembangunan daerah. Penilaian tersebut tidak bertumpu pada pencapaian simbolik, melainkan pada pendekatan pembangunan yang lebih terukur dan partisipatif. Ia berupaya menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi dengan kepentingan masyarakat kecil. Setidaknya, terdapat lima dimensi kepemimpinan yang patut dicermati.
Tata Kelola Pemerintahan yang Lebih Terbuka
Keberhasilan kepala daerah dapat dilihat dari kemampuannya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan dan akuntabel. Irham Kalenggo mendorong keterbukaan melalui penguatan mekanisme musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) yang inklusif.
Pemerintah daerah melibatkan masyarakat desa, tokoh adat, akademisi, dan pemuda dalam proses perencanaan. Melalui langkah ini, kebijakan lahir dari kebutuhan nyata masyarakat, bukan dari ruang birokrasi yang tertutup. Pendekatan tersebut sejalan dengan semangat Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang menekankan desentralisasi dan pelayanan publik yang lebih efektif.
Ekonomi Kerakyatan sebagai Fondasi
Pembangunan ekonomi daerah sering terjebak pada orientasi investasi skala besar. Irham Kalenggo justru membaca realitas Konsel secara lebih kontekstual. Mayoritas masyarakat masih bergantung pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan UMKM.
Pemerintah daerah memperkuat infrastruktur desa, membuka akses permodalan, serta mendorong tumbuhnya pasar lokal. Kebijakan ini menunjukkan bahwa pembangunan tidak semata mengejar angka pertumbuhan PDRB, tetapi meningkatkan ketahanan ekonomi masyarakat bawah.
Pendekatan tersebut juga mendorong pemerataan pembangunan. Konsel yang memiliki wilayah pesisir, dataran, dan pegunungan membutuhkan kebijakan adaptif. Pembangunan tidak hanya berfokus pada pusat kabupaten, tetapi juga menjangkau wilayah terpencil.
Investasi dan Lingkungan: Menjaga Keseimbangan
Masuknya industri pertambangan membawa dua sisi sekaligus. Di satu sisi, investasi membuka lapangan kerja. Di sisi lain, aktivitas tersebut berpotensi merusak lingkungan. Dalam kondisi ini, Irham Kalenggo berupaya menjaga keseimbangan.
Pemerintah daerah mendorong investasi yang mematuhi prinsip good mining practice, memenuhi AMDAL, serta memberi manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Langkah ini penting mengingat banyak daerah di Sulawesi Tenggara mengalami paradoks sumber daya alam. Kekayaan alam melimpah, tetapi kesejahteraan masyarakat tidak meningkat signifikan.
Pendekatan kehati-hatian ini mencerminkan orientasi pembangunan jangka panjang yang berkelanjutan.
Stabilitas Politik Lokal
Stabilitas politik menjadi prasyarat utama keberhasilan pembangunan. Konflik elite di tingkat lokal kerap menghambat program strategis. Di bawah kepemimpinan Irham Kalenggo, komunikasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan tokoh masyarakat relatif terjaga.
Pengalaman Irham sebagai mantan Ketua DPRD memperkuat kemampuannya membaca dinamika politik. Ia memanfaatkan jejaring politik untuk membangun konsensus, terutama dalam pembahasan anggaran dan kebijakan prioritas. Stabilitas tersebut memungkinkan birokrasi bekerja lebih fokus dan terarah.
Kepemimpinan Humanis dan Kedekatan dengan Rakyat
Selain kebijakan makro, kepemimpinan Irham Kalenggo juga menonjolkan pendekatan humanis. Ia sering turun langsung ke lapangan untuk mendengarkan aspirasi petani, nelayan, dan pelaku UMKM.
Model kepemimpinan yang mengedepankan dialog ini memperkuat kepercayaan publik. Kehadiran pemimpin di tengah masyarakat menjadi bukti nyata bahwa pemerintah hadir dan responsif terhadap persoalan warga.
Tantangan yang Masih Ada
Meski menunjukkan arah positif, Konsel masih menghadapi tantangan serius. Angka kemiskinan perlu terus ditekan, pengangguran pemuda harus ditangani secara sistematis, dan ketimpangan antarwilayah memerlukan kebijakan yang lebih progresif.
Pemerintah daerah juga perlu mengantisipasi potensi konflik sosial akibat aktivitas pertambangan. Penguatan regulasi daerah, penegakan sanksi, serta pengawasan dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) menjadi langkah penting agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat.
Kepemimpinan Irham Kalenggo mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial, antara investasi dan keberlanjutan lingkungan, serta antara kepentingan politik dan kebutuhan rakyat kecil.
Publik tentu berharap kepemimpinan semacam ini terus berlanjut. Pembangunan daerah seharusnya tidak terjebak pada politik pencitraan, tetapi menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.
Irham Kalenggo tengah menulis bab baru sejarah Konawe Selatan. Tantangannya kini terletak pada konsistensi seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga arah pembangunan menuju Konawe Selatan yang maju, sejahtera, dan berkelanjutan.
Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom
(Pemerhati Sosial, Politik, dan Tata Kelola Pemerintahan Daerah)

Saat ini belum ada komentar