Tim SAR Bertahan di Puncak Bukit Bulusaraung, Dirikan Tenda Tunggu Evakuasi
- account_circle Darman
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 368
- comment 0 komentar
- print Cetak

ket: tim SAR bertahan dengan mendirikan tenda di puncak bukit bulusarung sambil menunggu proses evakuasi.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Tim SAR Bulusaraung masih bertahan di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros–Pangkep, Sulawesi Selatan. Tim mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42-500. Langkah ini menjaga keberlanjutan operasi pencarian dan pertolongan sambil menunggu cuaca membaik.
Deputi Operasi dan Kesiapsiagaan Basarnas, Edy Prakoso, menyatakan seluruh personel tetap siaga di lokasi. “Saat ini tim SAR bertahan di puncak Bulusaraung dan mendirikan tenda di sekitar lokasi penemuan korban,” ujar Edy di Jakarta, Minggu.
Cuaca buruk masih menghambat proses evakuasi. Hujan deras, angin kencang, dan kabut tebal membatasi jarak pandang. Kondisi ini meningkatkan risiko keselamatan personel di lapangan.
Tim SAR Bulusaraung Hadapi Medan Ekstrem
Selain cuaca, medan ekstrem menjadi tantangan utama operasi. Lokasi berada di ketinggian lebih dari 1.000 meter di atas permukaan laut. Kontur curam menyulitkan pergerakan tim dan distribusi peralatan.
Hujan membuat permukaan tanah licin dan berbahaya. Oleh karena itu, pimpinan operasi meminta seluruh personel bergerak bertahap dan mematuhi prosedur keselamatan. Tim tidak mengambil risiko di luar rencana operasi.
Meski evakuasi tertunda, tim SAR Bulusaraung tetap mengamankan lokasi. Petugas juga melakukan identifikasi awal terhadap temuan di sekitar badan pesawat. Langkah ini menjaga kondisi lokasi sebelum evakuasi penuh berlangsung.
Dua Opsi Evakuasi Siap Digunakan
Basarnas menyiapkan dua opsi evakuasi. Tim pertama mengandalkan jalur darat dengan sistem tali dan tandu. Opsi ini bergantung pada kondisi cuaca dan stabilitas medan.
Sebagai alternatif, Basarnas menyiapkan evakuasi udara menggunakan helikopter. Tim akan memakai opsi ini jika cuaca membaik dan area pendaratan aman tersedia.
Sementara itu, Basarnas memperkuat koordinasi lintas instansi. Langkah ini memastikan seluruh tahapan operasi berjalan sesuai standar keselamatan. Basarnas juga akan menyampaikan perkembangan terbaru secara berkala setelah mengevaluasi cuaca dan kesiapan evakuasi di lapangan.

Saat ini belum ada komentar