Jakarta, (Duasatunews.com)— Program kolaborasi literasi Sultra menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulawesi Tenggara. Selain itu, pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan media bersama-sama menggerakkan inisiatif ini guna membangun budaya baca yang kuat di kalangan siswa.
Dalam pelaksanaannya, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mengajak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara untuk memperkuat kerja sama. Melalui program ini, berbagai pihak menyelaraskan kebijakan agar peningkatan literasi berjalan lebih efektif dan merata.
Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen, Hafidz Muksin, menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor. Oleh karena itu, ia meminta seluruh pemangku kepentingan meningkatkan koordinasi agar program berjalan optimal dan berkelanjutan.
Selanjutnya, Radio Republik Indonesia turut menyebarkan edukasi literasi kepada masyarakat melalui berbagai program siaran. Dengan demikian, akses informasi literasi semakin luas hingga ke daerah terpencil. Upaya ini sejalan dengan peran media dalam mendukung literasi nasional yang memperkuat penyebaran informasi edukatif.
Peran Bahasa Daerah dalam Pendidikan
Di sisi lain, penguatan literasi berjalan seiring dengan pelestarian bahasa daerah. Sekolah memasukkan bahasa daerah ke dalam kurikulum muatan lokal. Dengan demikian, siswa tidak hanya meningkatkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga memahami nilai budaya lokal secara mendalam. Pendekatan ini relevan dengan penguatan kurikulum berbasis budaya lokal yang mendorong identitas daerah tetap terjaga.
Optimalisasi Sumber Bacaan
Sementara itu, Badan Bahasa menyalurkan buku bacaan bermutu ke sekolah dasar. Namun demikian, pihak sekolah perlu mengelola dan memanfaatkan buku tersebut secara optimal. Untuk itu, pemerintah daerah melakukan pengawasan serta memberikan pembinaan secara berkala guna memastikan efektivitas program. Langkah ini menjadi bagian penting dalam strategi peningkatan mutu pendidikan di daerah.
Dukungan Pemerintah Daerah
Lebih lanjut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Tenggara, Aris Badara, menyatakan dukungannya terhadap program ini. Ia menilai literasi sebagai bekal penting bagi siswa untuk menghadapi tantangan masa depan, khususnya dalam mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
Dampak dan Harapan
Pada akhirnya, program ini mendorong terciptanya ekosistem pendidikan yang lebih baik. Dengan begitu, siswa dapat meningkatkan kemampuan membaca, menulis, serta berpikir kritis secara berkelanjutan. Ke depan, semua pihak diharapkan menjaga konsistensi dan memperluas jangkauan program agar manfaatnya semakin dirasakan masyarakat.