Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Kaji Indonesia Gelar Aksi Jilid II, Desak Kejagung untuk segera Usut Tuntas PT DMS

Kaji Indonesia Gelar Aksi Jilid II, Desak Kejagung untuk segera Usut Tuntas PT DMS

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
  • visibility 386
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, duasatunews.com — Tekanan publik terhadap penegakan hukum di sektor pertambangan kembali meningkat. Kajian Akademik dan Jaringan Intelektual Indonesia (KAJI) Indonesia menggelar Aksi Jilid II di depan Kejaksaan Agung Republik Indonesia pada Senin (12/1/2026).

Aksi tersebut menyoroti dugaan kejahatan pertambangan yang melibatkan PT Dwimitra Multiguna Sejahtera (PT DMS). Hingga kini, massa menilai aparat penegak hukum belum menunjukkan sikap tegas dan terbuka.

Tekanan Publik Terus Menguat

Sebelumnya, KAJI Indonesia telah menyampaikan tuntutan serupa. Namun, hingga aksi lanjutan ini berlangsung, Kejaksaan Agung belum menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka.

Akibatnya, publik mulai mempertanyakan komitmen aparat. Selain itu, lambannya proses hukum dinilai berpotensi menimbulkan kesan pembiaran.

Desakan Naikkan Status Perkara

Dalam aksi tersebut, KAJI Indonesia secara tegas meminta Kejaksaan Agung menaikkan status perkara. Massa juga mendesak aparat memeriksa seluruh pihak yang terlibat.

Penanggung Jawab Aksi, Akbar Rasyid, menegaskan bahwa negara tidak boleh tunduk pada kepentingan modal. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan tanpa kompromi.

“Kami datang kembali untuk menegaskan tuntutan. Kejagung harus bertindak. Jika alat bukti cukup, aparat wajib menetapkan tersangka,” ujar Akbar Rasyid.

Lebih lanjut, ia menilai ketegasan aparat akan menentukan kepercayaan publik terhadap institusi hukum.

Sorotan Peran Pihak Terkait

Selain PT DMS, KAJI Indonesia juga menyoroti dugaan keterlibatan pihak lain. Salah satunya adalah peran Sabandar Kelas I Molawe dalam proses pengiriman ore nikel ke smelter.

Namun demikian, hingga kini aparat belum memeriksa peran tersebut secara terbuka. Kondisi ini, menurut KAJI, melemahkan upaya penegakan hukum yang adil.

Dugaan Pelanggaran Lingkungan

Di sisi lain, massa aksi turut menyoroti dugaan kejahatan lingkungan hidup. Dugaan tersebut mencakup perambahan hutan lindung serta perusakan ekosistem mangrove.

Selain itu, KAJI Indonesia menilai aktivitas pertambangan tersebut berpotensi melintasi kawasan konservasi dan wisata. Jika terbukti, praktik ini dapat mengancam keberlanjutan lingkungan.

Desakan Transparansi TNI AL

KAJI Indonesia juga mendesak Markas Besar TNI Angkatan Laut agar bersikap transparan. Massa meminta penjelasan terkait pelepasan kapal tongkang milik PT DMS yang sebelumnya sempat diamankan.

Menurut Akbar Rasyid, pelepasan kapal tanpa penjelasan hukum yang jelas memicu kecurigaan publik. Oleh karena itu, ia meminta aparat membuka dasar keputusan tersebut.

“Jika aparat melepas kapal tanpa kejelasan, publik berhak mempertanyakan integritas penegakan hukum,” tegasnya.

Komitmen Aksi Berkelanjutan

Sebagai penutup, KAJI Indonesia menegaskan bahwa Aksi Jilid II bukan aksi terakhir. Mereka akan terus melakukan konsolidasi publik dan advokasi hukum.

Dengan demikian, KAJI berharap negara menunjukkan keberpihakan nyata terhadap hukum, lingkungan, dan kepentingan rakyat.

“Ini bukan semata soal satu perusahaan. Ini soal keberanian negara menegakkan hukum. Karena itu, rakyat akan terus bersuara,” pungkas Akbar Rasyid.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ott lsm st nikel saat penangkapan di kendari

    OTT LSM atau Skenario? HMI Desak Bongkar Peran Perusahaan dan Aparat

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 285
    • 0Komentar

    Jakarta, (Duasatunews.com) — Kepolisian melalui Polresta Kendari menangkap sejumlah oknum LSM dalam operasi tangkap tangan (OTT). Kasus ini terkait dugaan pemerasan yang menyeret PT ST Nikel Resource di Konawe. Kasus tersebut langsung memicu perhatian publik. Selain itu, banyak pihak meminta aparat mengusut perkara ini secara terbuka dan menyeluruh. Desakan Transparansi Penanganan Kasus Sekretaris Jenderal PTKP […]

  • pemuda Indonesia dan harapan masa depan

    Masa Depan

    • calendar_month Rabu, 3 Des 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 498
    • 0Komentar

    JAKARTA, Duasatunews.com — Masa depan terus memanggil kita—pelan, tetapi pasti. Ia bukan sekadar waktu yang belum tiba, melainkan ruang harapan yang menunggu untuk kita perjuangkan. Di sanalah impian-impian yang belum terwujud bersembunyi, menanti keberanian kita untuk menjemputnya. Namun, masa depan tidak pernah menawarkan jalan yang mudah. Sering kali ia tampak jauh, terasa menakutkan, bahkan terlihat […]

  • hubungan diplomatik AS Venezuela pertemuan diplomatik

    Hubungan Diplomatik AS Venezuela Mulai Pulih

    • calendar_month Sabtu, 7 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 251
    • 0Komentar

    Caracas, (duasatunews.com) – Hubungan diplomatik AS Venezuela mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah kedua negara kembali membuka komunikasi resmi beberapa tahun setelah hubungan mereka terputus. Pemulihan hubungan ini menandai babak baru dalam dinamika politik antara Washington dan Caracas yang sebelumnya sempat mengalami ketegangan panjang. Pemerintah Venezuela sebelumnya memutus hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat pada Januari 2019. […]

  • RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    RUU Perampasan Aset Dibahas DPR, Opsi Tanpa Putusan

    • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 431
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — RUU Perampasan Aset kembali menjadi fokus pembahasan di parlemen. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, melalui Badan Keahlian DPR RI, membahas rancangan undang-undang ini untuk memperkuat pemulihan aset negara dari tindak pidana. DPR menilai regulasi tersebut penting untuk memberi kepastian hukum. RUU Perampasan Aset Buka Opsi Tanpa Putusan Pidana Kepala Badan Keahlian DPR […]

  • Penyegelan toko emas Jakarta oleh Bea Cukai karena dugaan pelanggaran impor

    Bea Cukai Segel 3 Gerai Perhiasan Mewah di Jakarta, Diduga Terkait Administrasi Impor

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 396
    • 1Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Bea Cukai segel toko emas Jakarta menjadi sorotan publik setelah aparat kepabeanan menutup sementara tiga gerai perhiasan mewah di pusat perbelanjaan ibu kota. Tindakan ini memicu pertanyaan konsumen serta pelaku usaha mengenai kepastian hukum dan dampaknya terhadap aktivitas perdagangan. Dugaan Pelanggaran Impor Barang Mewah Petugas Bea Cukai Jakarta melakukan penyegelan karena menduga […]

  • Barcelona vs Levante LaLiga 2026 di Camp Nou

    Barcelona vs Levante 3-0: Blaugrana Kembali ke Puncak LaLiga

    • calendar_month Minggu, 22 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 354
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Barcelona vs Levante menjadi laga krusial dalam lanjutan LaLiga musim ini. Memaksimalkan kekalahan Real Madrid, Barcelona menaklukkan Levante 3-0 pada pertandingan yang berlangsung di Camp Nou, Minggu (22/2/2026) malam WIB, sekaligus kembali merebut puncak klasemen. Barcelona vs Levante: Gol Cepat Marc Bernal di Awal Laga Sejak peluit awal dibunyikan, tuan rumah langsung […]

expand_less