Pemulihan Pascabencana Sumatera Dipercepat
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
- visibility 159
- comment 0 komentar
- print Cetak

Foto: Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, terkait percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com — Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta seluruh menteri Kabinet Merah Putih memperkuat kolaborasi untuk mempercepat pemulihan pascabencana Sumatera, terutama di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Tito menyampaikan permintaan itu saat memimpin rapat koordinasi lintas kementerian dan lembaga di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Jumat.
Dalam rapat tersebut, Tito menekankan pentingnya kerja lintas sektor. Ia meminta kementerian terkait segera menggerakkan kembali aktivitas ekonomi masyarakat di wilayah terdampak bencana.
“Menteri Perdagangan, Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian, Menteri UMKM, dan Menteri Ekonomi Kreatif perlu membantu masyarakat agar kembali beraktivitas. Pasar, warung, dan UMKM harus segera bergerak,” ujar Tito.
Pemerintah Percepat Pemulihan Pascabencana Sumatera
Tito menjelaskan pemerintah memprioritaskan bantuan bagi daerah yang belum pulih sepenuhnya. Pemerintah memfokuskan pemulihan pascabencana Sumatera pada sektor pemerintahan, infrastruktur, layanan kesehatan, pendidikan, serta kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Rapat koordinasi yang berlangsung hampir empat jam itu membahas sejumlah indikator pemulihan di tiga provinsi terdampak. Peserta rapat membahas tata kelola pemerintahan, layanan publik, akses darat, serta pemulihan ekonomi dan sosial masyarakat.
Menurut Tito, beberapa daerah terdampak parah masih memerlukan dukungan intensif. Pemerintah terus mendorong rehabilitasi dan rekonstruksi agar berjalan optimal dan sejalan dengan kebijakan nasional penanganan bencana.
Kolaborasi Lintas Sektor Dorong Pemulihan Wilayah Terdampak
Tito menilai kolaborasi lintas sektor menjadi kunci percepatan pemulihan pascabencana. Ia menegaskan kerja sama antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan organisasi nonpemerintah dapat mempercepat pemulihan di lapangan.
Ia juga mengapresiasi lembaga nonpemerintah yang aktif membantu masyarakat, khususnya di wilayah pegunungan Aceh. Tito menyebut Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
“Saya bertemu langsung dengan mereka di Bener Meriah dan Aceh Tamiang. Mereka bekerja senyap, tetapi masyarakat merasakan manfaatnya,” kata Tito.
Pemulihan Ditargetkan Rampung Sebelum Ramadan
Pemerintah menargetkan pemulihan di Sumatera Barat dan Sumatera Utara selesai sebelum Ramadan. Untuk mengejar target tersebut, pemerintah mempercepat pembersihan kawasan terdampak dan mengurangi jumlah pengungsi.
Pemerintah menyalurkan bantuan bagi rumah rusak ringan dan sedang agar warga segera kembali ke rumah masing-masing. Sementara itu, warga dengan rumah rusak berat menempati hunian sementara.
Sebagian warga juga menerima dana tunggu hunian. Dengan bantuan itu, warga dapat tinggal sementara di rumah kerabat atau menyewa tempat tinggal hingga proses rehabilitasi selesai.
Aceh Masih Membutuhkan Penanganan Intensif
Tito menilai penanganan pascabencana di Aceh membutuhkan perhatian lebih. Banyak permukiman warga masih tertimbun lumpur. Oleh karena itu, pemerintah memfokuskan penanganan pada pembersihan lumpur dan normalisasi sungai.
“Kunci penanganan ada pada pembersihan lumpur. Jika sungai dikerok dan lumpur dibersihkan, proses pemulihan akan lebih cepat,” ujar Tito.
Ia menambahkan keterlibatan personel TNI, Polri, serta taruna sekolah kedinasan dapat mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.
Rapat Koordinasi Libatkan Menteri dan Kepala Daerah
Sejumlah menteri Kabinet Merah Putih serta kepala daerah menghadiri rapat tersebut. Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution, dan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah turut mengikuti rapat koordinasi pemulihan pascabencana.
