IHSG Ditutup Menguat, Pasar Cermati Isu Independensi Bank Sentral
- account_circle Adrian Moita
- calendar_month Selasa, 27 Jan 2026
- visibility 144
- comment 0 komentar
- print Cetak
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – IHSG menguat pada perdagangan Selasa sore seiring penguatan bursa saham Asia. Indeks Harga Saham Gabungan di Bursa Efek Indonesia naik 4,90 poin atau 0,05 persen ke level 8.980,23. Sebaliknya, indeks LQ45 turun 6,30 poin atau 0,72 persen ke posisi 876,12.
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menilai pasar bergerak positif. Namun, investor tetap waspada. Menurut Nico, pelaku pasar mencermati isu independensi bank sentral dari dalam dan luar negeri. Karena itu, investor memilih saham secara selektif.
IHSG Menguat di Tengah Isu Bank Sentral
Dari dalam negeri, Nico menyoroti persetujuan legislator atas Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia. Pelaku pasar menilai keputusan ini dapat memengaruhi persepsi independensi kebijakan moneter. Sementara itu, investor memantau pergerakan perdagangan melalui rilis resmi Bursa Efek Indonesia (https://www.idx.co.id).
Dari global, pelaku pasar menanti keputusan kebijakan Federal Reserve dalam pertemuan FOMC pada 27–28 Januari 2026. Secara umum, pasar memperkirakan The Fed menahan suku bunga acuan. Meski begitu, kekhawatiran soal independensi bank sentral Amerika Serikat tetap muncul. Selain itu, pasar mencermati spekulasi pernyataan Presiden AS Donald Trump. Investor merujuk kebijakan moneter global pada laman resmi Federal Reserve (https://www.federalreserve.gov).
IHSG Menguat, Sektor Teknologi Pimpin Kenaikan
Pada awal perdagangan, IHSG bergerak di zona negatif. Namun, indeks berbalik naik pada sesi kedua dan bertahan hingga penutupan. Dengan begitu, pasar menutup perdagangan di zona hijau.
Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, lima sektor mencatat kenaikan. Sektor teknologi memimpin dengan lonjakan 2,14 persen. Selanjutnya, sektor barang konsumen non-primer naik 1,72 persen dan sektor infrastruktur menguat 1,59 persen. Sebaliknya, sektor industri turun paling dalam 3,45 persen. Sektor barang baku dan sektor keuangan juga melemah.
Saham LAJU, INAI, GTSI, AGII, dan TAYS mencatat penguatan. Di sisi lain, RMKO, KICI, INDY, JAST, dan MPPA mengalami penurunan harga. Secara keseluruhan, bursa membukukan 3.322.465 transaksi. Volume perdagangan mencapai 58,95 miliar saham dengan nilai Rp27,48 triliun.
IHSG Menguat Seiring Bursa Asia
Di kawasan Asia, mayoritas bursa saham menguat. Indeks Nikkei, Hang Seng, Shanghai Composite, dan Straits Times sama-sama naik. Karena itu, sentimen regional ikut menopang pergerakan IHSG.
Pergerakan pasar ini juga terkait dengan pembahasan pada artikel Pergerakan IHSG sepekan terakhir serta Dampak kebijakan The Fed terhadap pasar saham yang memengaruhi strategi investor.
