Ekspor Produk Unggulan Banyuwangi 2025 Tembus Rp3,9 Triliun
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
- visibility 254
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pejabat Pemerintah Kabupaten Banyuwangi bersama perwakilan perusahaan melepas ekspor perdana produk perikanan PT Pasifik Harvest Indonesia yang memanfaatkan fasilitas kawasan berikat.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Ekspor Banyuwangi 2025 mencatat nilai Rp3,9 triliun sepanjang tahun ini. Angka tersebut naik 18,33 persen dibandingkan 2024 yang mencapai Rp3,3 triliun. Karena itu, pemerintah daerah menilai kinerja perdagangan luar negeri Banyuwangi terus menguat.
Pemerintah Kabupaten Kabupaten Banyuwangi mencatat peningkatan tersebut melalui data resmi dinas perdagangan. Sementara itu, Bupati Ipuk Fiestiandani menegaskan bahwa pelaku usaha lokal terus memperluas pasar global. Hingga kini, komoditas Banyuwangi telah menembus 80 negara di Asia, Afrika, Eropa, Amerika Serikat, dan Australia.
Selain itu, Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, dan Perdagangan Banyuwangi, Nanin Oktaviantie, menjelaskan bahwa pelaku usaha mengekspor 27 komoditas unggulan. Produk tersebut meliputi ikan hias, batu apung, koral, ikan kaleng, olahan rempah, hasil pertanian, serta aneka kerajinan.
Sektor perikanan masih mendominasi nilai pengiriman. Bahkan, perusahaan pengolahan ikan di Muncar mengirim produk berbasis kontrak secara rutin. Dalam satu kali pengiriman, perusahaan dapat mengangkut puluhan ton barang atau puluhan kontainer per hari. Oleh sebab itu, sektor ini memberi kontribusi terbesar terhadap total nilai ekspor daerah.
Strategi Penguatan Perdagangan
Pemerintah daerah terus memperkuat ekosistem industri agar pertumbuhan tetap stabil. Pertama, dinas terkait meningkatkan kualitas produk melalui pelatihan dan sertifikasi. Kedua, pemerintah memperluas promosi dagang ke berbagai negara mitra. Ketiga, pemerintah mempermudah akses logistik melalui optimalisasi pelabuhan dan infrastruktur distribusi.
Di sisi lain, pemerintah juga mendorong investasi baru agar pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi. Dengan langkah tersebut, pelaku usaha memperoleh kepastian pasar sekaligus meningkatkan daya saing.
Dengan konsistensi kebijakan dan dukungan pelaku usaha, Ekspor Banyuwangi 2025 berpotensi terus tumbuh. Oleh karena itu, pemerintah optimistis Banyuwangi mampu mempertahankan tren positif perdagangan internasional pada tahun-tahun mendatang.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
