Perpanjangan Operasi Freeport hingga 2041 Resmi Disepakati
- account_circle adrian moita
- calendar_month Kamis, 19 Feb 2026
- visibility 126
- comment 0 komentar
- print Cetak

Aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia di kawasan Distrik Mineral Grasberg, Papua.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) – Perpanjangan operasi Freeport hingga 2041 resmi disepakati setelah Freeport-McMoRan dan Pemerintah Indonesia menandatangani Nota Kesepahaman (MoU). Kesepakatan ini memastikan kelanjutan kegiatan tambang PT Freeport Indonesia (PTFI) di Distrik Mineral Grasberg, Papua Pegunungan.
Kesepakatan Perpanjangan Operasi Freeport
Melalui MoU tersebut, pemerintah dan Freeport menyepakati kelanjutan masa operasi tambang hingga umur cadangan. Pemerintah akan menyesuaikan Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK) PTFI agar izin berlaku sepanjang cadangan tambang masih tersedia.
Langkah ini memberikan kepastian hukum bagi keberlanjutan operasi tambang Grasberg dalam dua dekade ke depan. Namun, implementasi kesepakatan masih menunggu penerbitan IUPK hasil revisi.
Skema Kelanjutan Operasi Tambang dan Pengalihan Saham
Dalam skema kelanjutan operasi tambang ini, Freeport menyetujui pengalihan tambahan 12 persen saham PTFI kepada pemerintah Indonesia pada 2041 tanpa biaya transaksi. Pemerintah tetap berkewajiban mengganti biaya investasi secara proporsional berdasarkan nilai buku atas investasi yang manfaatnya masih berlanjut setelah 2041.
Freeport akan mempertahankan kepemilikan sebesar 48,76 persen saham hingga 2041. Setelah pengalihan tersebut, porsi kepemilikan perusahaan asal Amerika Serikat itu akan turun menjadi sekitar 37 persen mulai 2042.
Izin Tambang dan Tata Kelola Operasi Freeport
Freeport menyatakan perubahan IUPK menjadi dasar utama keberlanjutan operasi tambang. Perusahaan memastikan struktur tata kelola dan operasional PTFI tetap mengacu pada ketentuan perjanjian pemegang saham serta regulasi yang berlaku sepanjang umur cadangan tambang.
Ketua Dewan Direksi Freeport, Richard C. Adkerson, menilai kemitraan jangka panjang dengan Indonesia berperan penting dalam menjaga kesinambungan operasi Grasberg.
“Perpanjangan ini membuka peluang untuk terus menciptakan nilai yang signifikan bagi semua pihak di salah satu cadangan tembaga dan emas terbesar di dunia,” ujarnya.
Dampak Operasi Tambang Freeport bagi Papua
Selain pengaturan saham dan perizinan, Freeport menyampaikan komitmen sosial bagi masyarakat Papua. Perusahaan berencana membiayai pembangunan satu rumah sakit serta dua fasilitas pendidikan medis.
Di sisi operasional, PTFI akan meningkatkan belanja eksplorasi untuk mencari cadangan baru dan membuka peluang ekspansi jangka panjang. Pada sektor hilir, perusahaan tetap memprioritaskan pemurnian dan penjualan produk di dalam negeri, termasuk tembaga olahan, logam mulia, asam sulfat, dan produk turunannya.
Saat ini, pemerintah Indonesia menguasai 51,2 persen saham PTFI melalui MIND ID. Dengan tambahan pengalihan saham tersebut, kepemilikan pemerintah akan meningkat menjadi sekitar 63 persen pada 2041.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
