Rotan Indonesia Jadi Penghubung Budaya Prancis–Indonesia
- account_circle adrian
- calendar_month Sabtu, 24 Jan 2026
- visibility 101
- comment 0 komentar
- print Cetak

Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jules Irrmann saat memberikan sambutan dalam gelaran "Kinderkloud x Milou: Woven Worlds" yang digelar di Jakarta, Sabtu (24/1/2026). FOTO/ANTARA
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Rotan Indonesia menjadi penghubung budaya antara Prancis dan Indonesia melalui desain dan produk ekonomi kreatif. Direktur Institut Français Indonesia (IFI) Jules Irrmann mengatakan masyarakat Prancis sangat akrab dengan produk rotan.
Ia menjelaskan bahwa kursi bistro berbahan rotan menghiasi banyak teras kafe di Prancis. Furnitur tersebut membentuk salah satu citra visual Prancis yang kuat dan menarik wisatawan.
“Rotan sangat dekat dengan kehidupan kami di Prancis. Hampir di setiap jalan, kami menemukan kursi bistro berbahan rotan,” ujar Jules di Jakarta, Sabtu.
Indonesia Miliki Tradisi dan Sumber Daya Rotan
Meski populer di Prancis, Jules menegaskan bahwa negaranya tidak menghasilkan rotan. Kondisi iklim Prancis tidak mendukung pertumbuhan tanaman tersebut. Sebaliknya, Indonesia memiliki sumber daya rotan yang melimpah dan tradisi kerajinan yang kuat.
Jules kemudian mengenang masa kecilnya yang dipenuhi perabot rumah tangga berbahan rotan. Menurutnya, banyak keluarga Prancis menggunakan furnitur rotan sejak akhir 1970-an hingga awal 1980-an.
“Tradisi ini telah berlangsung lama dan menjadi peluang ekspor yang menarik bagi Indonesia,” katanya.
Rotan Ramah Lingkungan dan Relevan bagi Generasi Muda
Lebih lanjut, Jules menilai rotan sebagai material ramah lingkungan yang relevan dengan generasi Z. Karena itu, ia melihat peluang besar untuk mengembangkan rotan dalam desain modern dan ekonomi kreatif berkelanjutan.
Menurutnya, rotan tidak hanya menawarkan nilai estetika, tetapi juga mencerminkan kesadaran lingkungan yang semakin penting secara global.
Buku Anak Woven Worlds Jadi Jembatan Budaya
Melalui kolaborasi Milou, Kinderkloud, dan IFI bersama jenama promosi pariwisata nasional Wonderful Indonesia, para kolaborator menghadirkan buku anak berjudul Woven Worlds.
Buku ini menampilkan budaya serta keahlian kerajinan rotan Indonesia yang berakar pada pengetahuan lokal dan tradisi daerah, khususnya di Jawa, Jakarta, dan Cirebon.
“Rotan bukan hanya material, tetapi juga simbol. Rotan menjembatani kerajinan pedesaan dan desain perkotaan, serta menghubungkan warisan lokal dengan narasi kreatif global,” tutur Jules.
Pengalaman Budaya untuk Dialog Lintas Negara
Buku Woven Worlds hadir sebagai pengalaman budaya yang menempatkan anak-anak di pusat dialog lintas budaya. Proses menganyam rotan menginspirasi kisah dalam buku ini.
Melalui ilustrasi, tekstur, dan nilai bersama, buku tersebut mengajak anak-anak memahami bagaimana budaya Indonesia dan Prancis dapat saling belajar dan tumbuh bersama.
- Penulis: adrian
- Editor: ocit
- Sumber: Institut Français Indonesia (IFI) – Situs Resmi
