Breaking News
light_mode
Beranda » Opini » Perjuangan RA Kartini dalam Sejarah Emansipasi Perempuan

Perjuangan RA Kartini dalam Sejarah Emansipasi Perempuan

  • account_circle adrian moita
  • calendar_month Minggu, 18 Jan 2026
  • visibility 239
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Jakarta, (duasatunews.com) – Perjuangan RA Kartini menjadi tonggak penting dalam sejarah emansipasi perempuan Indonesia. Gagasan pendidikan dan kesetaraan yang ia suarakan pada akhir abad ke-19 membuka jalan perubahan sosial di tengah masyarakat kolonial.

Raden Ajeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada 21 April 1879 dari keluarga bangsawan Jawa. Ayahnya menjabat sebagai Bupati Jepara sehingga ia memberi Kartini kesempatan menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School (ELS). Di sekolah tersebut, Kartini mempelajari bahasa Belanda dan mengenal berbagai pemikiran modern dari Eropa.

Ketika memasuki usia remaja, Kartini menjalani tradisi pingitan yang membatasi perempuan bangsawan sebelum menikah. Namun, ia memanfaatkan masa itu untuk membaca buku, menelaah surat kabar, dan menulis surat kepada sahabat di Belanda. Dari aktivitas tersebut, Kartini menyimpulkan bahwa pendidikan menjadi kunci untuk meningkatkan martabat perempuan.

Gagasan Pendidikan dalam Perjuangan RA Kartini

Dalam surat-suratnya, Kartini mengkritik feodalisme, perkawinan paksa, dan praktik poligami. Ia menegaskan bahwa perempuan berhak memperoleh pendidikan agar mampu berperan aktif dalam keluarga dan masyarakat.

Para sahabatnya kemudian menghimpun surat-surat Kartini dan menerbitkannya dalam buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Melalui karya tersebut, Perjuangan RA Kartini mendapat perhatian luas dan mendorong lahirnya kesadaran baru tentang kesetaraan hak.

Warisan Emansipasi Perempuan Indonesia

Sebelum wafat pada 17 September 1904 dalam usia 25 tahun, Kartini mendirikan sekolah bagi anak perempuan pribumi di Jepara. Ia menjalankan sekolah itu sebagai langkah nyata memperluas akses pendidikan.

Pemerintah Indonesia menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Nasional pada 1964 dan menetapkan 21 April sebagai Hari Kartini. Hingga kini, masyarakat Indonesia terus meneruskan semangat Perjuangan RA Kartini melalui kebijakan pendidikan, pemberdayaan ekonomi, dan partisipasi perempuan di ruang publik.

Lebih dari satu abad kemudian, gagasan Kartini tetap relevan. Pemikirannya mendorong generasi muda untuk berani berpikir kritis dan memperjuangkan keadilan sosial.

Rekomendasi Untuk Anda

  • Konflik Lahan di Tanimbar Maluku, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

    Konflik Lahan di Tanimbar Maluku, Polisi Tetapkan 11 Tersangka

    • calendar_month Selasa, 13 Jan 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 279
    • 0Komentar

    JAKRTA, duasatunews.com – Satuan Reserse Kriminal Polres Kepulauan Tanimbar menetapkan 11 orang sebagai tersangka konflik lahan. Kasus ini terjadi di Kecamatan Wertamrian, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku. Konflik melibatkan warga Desa Arui Bab dan Desa Sangliat Krawain. Polisi Tetapkan Tersangka Berdasarkan Bukti Kasat Reskrim Polres Kepulauan Tanimbar, Iptu Bryantri Maulana, menyampaikan penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik […]

  • warga masuk Istana Negara dalam acara Gelar Griya Istana Negara

    Gelar Griya Istana Negara 2026, Warga Antusias Masuk Istana

    • calendar_month Minggu, 22 Mar 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 114
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Gelar Griya Istana Negara pada perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah menarik perhatian masyarakat luas. Ribuan warga mendatangi Istana Negara, Jakarta, untuk mengikuti open house yang digelar Presiden Prabowo Subianto. Bagi banyak warga, momen ini menjadi pengalaman pertama memasuki kompleks Istana. Sejak pagi, masyarakat dari berbagai daerah mulai memadati area sekitar Istana. Mereka […]

  • Menko Polkam Tinjau Huntara Korban Bencana di Agam

    Menko Polkam Tinjau Huntara Korban Bencana di Agam

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 311
    • 0Komentar

    Jakarta, duasatunews.com — Menko Polkam tinjau huntara bagi korban bencana di Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago meninjau langsung pembangunan 117 hunian sementara (huntara) di Nagari Kayu Pasak, Kecamatan Palembayan, Kamis (8/1), sebagai upaya memastikan penanganan pascabencana berjalan optimal dan berpihak pada keselamatan warga. Menko Polkam Tinjau Huntara di […]

  • Pramono Anung membahas pengendalian banjir di Jakarta

    Penanganan Banjir Jakarta: Pramono Siapkan Flyover

    • calendar_month Selasa, 3 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 208
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Penanganan banjir Jakarta menjadi perhatian utama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung setiap kali hujan turun di Ibu Kota. Sejak memimpin Jakarta, hujan deras membuatnya terus memantau potensi genangan serta kesiapan jajaran pemerintah daerah di berbagai wilayah rawan. Hal tersebut Pramono sampaikan saat menghadiri Indonesia Economic Summit di Hotel Shangri-La, Jakarta Pusat, Selasa […]

  • Rodrygo absen lawan Benfica usai sanksi UEFA

    Rodrygo Absen Lawan Benfica di Playoff Liga Champions

    • calendar_month Sabtu, 7 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 250
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Rodrygo absen lawan Benfica pada dua leg playoff Liga Champions 2025/26. Absennya penyerang Real Madrid tersebut terjadi setelah UEFA menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan akibat kartu merah yang ia terima pada fase liga. Real Madrid memastikan tidak dapat menurunkan Rodrygo saat menghadapi Benfica. Kondisi ini memaksa klub asal Spanyol itu menyiapkan […]

  • bansos belum cair 2026 bagi penerima manfaat baru

    Bansos Belum Cair 2026, Kemensos Catat 3 Juta Penerima Baru

    • calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 170
    • 0Komentar

    JAKARTA, (duasatunews.com) – Bansos belum cair 2026 bagi sekitar tiga juta penerima manfaat baru karena masih dalam proses administrasi. Kementerian Sosial menyatakan sebagian besar penerima tersebut merupakan hasil pemutakhiran Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). Menteri Sosial Saifullah Yusuf menjelaskan bahwa pemerintah memperbarui data penerima manfaat setiap triwulan. Melalui pembaruan tersebut, pemerintah menemukan keluarga […]

expand_less