Tuntut Keadilan Lingkungan dan Keselamatan Kerja, Pemuda 21 Geruduk Kantor VDNI di Jakarta
- account_circle Afs
- calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
- visibility 508
- comment 0 komentar
- print Cetak

Massa Pemuda 21 menggelar aksi demo PT VDNI di depan kantor pusat perusahaan, Rabu (10/9/2025).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, duasatunews.com – Aksi demo PT VDNI kembali berlangsung di Jakarta. Puluhan massa dari Pemuda 21 menggelar demonstrasi di depan kantor pusat PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI), kawasan Thamrin, Rabu (10/9/2025). Aksi ini menyoroti dugaan pencemaran lingkungan dan pelanggaran keselamatan kerja di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara.
Selain menyuarakan tuntutan lingkungan, massa juga mendesak pemerintah pusat segera mengambil langkah tegas. Oleh karena itu, aksi tersebut diarahkan langsung ke kantor pusat perusahaan.
Aksi Demo PT VDNI Soroti Dugaan Pencemaran Lingkungan
Ketua Umum Pemuda 21, Nabil Dean, menyatakan aktivitas smelter PT VDNI di Kecamatan Morosi telah lama merusak lingkungan. Menurutnya, perusahaan diduga mencemari udara di sekitar kawasan operasional.
Namun hingga kini, kata Nabil, pemerintah belum menunjukkan tindakan tegas. Akibatnya, dampak lingkungan terus dirasakan masyarakat sekitar.
“Selama bertahun-tahun aktivitas smelter diduga mencemari lingkungan. Pemerintah tidak bertindak tegas,” ujar Nabil Dean.
Aksi Demo PT VDNI Desak DPR RI Panggil Direksi
Selain menyoroti pencemaran, massa aksi juga mendesak DPR RI memanggil direksi PT VDNI. Mereka menuntut pertanggungjawaban perusahaan atas dampak operasional smelter.
Lebih lanjut, Nabil menegaskan evaluasi saja tidak cukup. Oleh karena itu, ia meminta pemerintah menjatuhkan sanksi hukum.
“Ini masalah serius. Pemerintah harus memberi sanksi, bukan sekadar evaluasi,” tegasnya.
Aksi Demo PT VDNI Tuntut Sanksi Kementerian ESDM
Sementara itu, Koordinator Aksi Rendi Salim mendesak Kementerian ESDM menjatuhkan sanksi tegas kepada PT VDNI. Ia juga meminta pemerintah meninjau ulang izin lingkungan dan standar keselamatan kerja perusahaan.
Di sisi lain, Rendi menyoroti dugaan tunggakan pajak PT VDNI kepada pemerintah daerah. Nilainya mencapai miliaran rupiah dan diduga belum diselesaikan.
“Perusahaan mengabaikan kewajiban pajak daerah. Hal ini merugikan masyarakat dan daerah,” kata Rendi.
Rentetan Kecelakaan Kerja Jadi Sorotan
Selain persoalan lingkungan dan pajak, Pemuda 21 juga menyoroti kecelakaan kerja di kawasan smelter. Menurut Rendi, insiden tersebut menunjukkan lemahnya penerapan standar keselamatan dan kesehatan kerja.
Akibatnya, keselamatan buruh berada dalam ancaman serius. Oleh karena itu, ia menilai pemerintah harus segera turun tangan.
“Kasus kematian buruh membuktikan perusahaan tidak serius melindungi pekerja,” ujarnya.
Pemuda 21 Ancam Aksi Lanjutan
Menutup pernyataannya, Nabil Dean meminta pemerintah membentuk tim investigasi gabungan. Tim tersebut perlu melibatkan DPR RI, Kementerian ESDM, KLHK, dan Kemenaker.
Selanjutnya, Pemuda 21 memastikan akan menggelar aksi lanjutan. Mereka menargetkan kantor pusat PT VDNI di Autograph Tower serta Kementerian ESDM RI.
“Kami tidak akan diam. Kami akan terus mengawal kasus ini sampai pemerintah bertindak,” tutup Nabil Dean.

Saat ini belum ada komentar