Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

Menelusuri Evolusi Sungai dari Bumi Purba hingga Sumber Bencana

  • account_circle Rahman
  • calendar_month Senin, 19 Jan 2026
  • visibility 484
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Banjir bandang sering dianggap sebagai kesalahan sungai. Padahal, aliran sungai bergerak mengikuti kodrat alamnya. Cara manusia memperlakukan sungailah yang menentukan apakah air tetap terkendali atau berubah menjadi bencana. Ketika hujan ekstrem datang, kesalahan tata kelola langsung memperbesar risiko.

JAKARTA, duasatunews.com — Tuduhan kembali mengarah ke sungai saat banjir bandang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir November 2025. Curah hujan ekstrem membuat sungai seperti Batang Anai, Batang Kuranji, Batang Toru, dan Krueng Meureudu meluap. Aliran air berubah menjadi bah yang menyapu permukiman, jalan, serta infrastruktur vital.

Sungai Meluap, Infrastruktur Terancam

Di Sumatera Barat, banjir bandang memutus jalan penghubung Kota Padang dan Padang Panjang. Material longsor menimbun badan jalan dan menghambat arus transportasi. Pada waktu yang sama, aliran Batang Anai menggerus dinding penahan serta badan jalan. Akibatnya, sungai mengubah alurnya dan menjauh dari sisi jalan, sehingga meningkatkan ancaman kerusakan lanjutan.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa banjir bandang tidak hanya merusak kawasan permukiman. Infrastruktur strategis dan keselamatan warga juga menghadapi risiko serius dalam jangka panjang.

Sungai sebagai Bagian Sejarah Alam

Sesungguhnya, sungai bukan sekadar alur air yang menghadirkan ancaman. Dalam sejarah alam, sungai menjadi saksi tertua perjalanan Bumi. Jauh sebelum manusia membangun peradaban, air telah mengalir dan membentuk daratan. Proses ini mengikis bebatuan, menciptakan lembah, serta membangun dataran banjir selama jutaan tahun.

Selain itu, aliran sungai menyediakan ruang hidup bagi flora dan fauna. Dalam kondisi seimbang, sungai justru menopang kehidupan dan menjaga kestabilan lingkungan.

Tekanan Manusia Mengubah Fungsi Sungai

Pada bencana akhir 2025, para pengamat kebencanaan menyoroti perubahan fungsi sungai. Pendangkalan, penyempitan badan sungai, dan berkurangnya daerah resapan di hulu menurunkan kapasitas aliran air. Ketika hujan ekstrem turun, air tidak tertahan dan langsung mengalir deras ke wilayah hilir.

Di Sumatera Barat, Batang Anai dan Batang Kuranji berhulu di kawasan perbukitan. Secara alami, kedua sungai ini menyalurkan air hujan secara bertahap ke dataran rendah. Namun, tekanan aktivitas manusia dan perubahan bentang alam melemahkan fungsi penyangga tersebut.

Situasi serupa juga muncul di Batang Toru dan Krueng Meureudu. Aliran sungai melintasi kawasan permukiman dan infrastruktur yang terus berkembang, sementara ruang alami sungai semakin menyempit.

Mitigasi Harus Menyentuh Hulu

Peristiwa banjir bandang ini menegaskan bahwa sungai bukan sumber bencana. Sistem sungai bekerja mengikuti hukum geologi dan hidrologi. Risiko bencana meningkat ketika manusia mengganggu keseimbangan tersebut.

Oleh karena itu, penanganan banjir bandang tidak cukup mengandalkan normalisasi sungai di hilir. Upaya mitigasi perlu menyentuh wilayah hulu, penataan ruang yang bijak, serta perlindungan daerah aliran sungai secara menyeluruh dan berkelanjutan.

Dengan memahami peran sungai sejak bumi purba hingga masa kini, mitigasi bencana dapat dilakukan secara lebih arif. Pendekatan ini menjadi kunci untuk mengurangi korban dan kerusakan ketika alam kembali menunjukkan kekuatannya.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Aiptu Sumaryanto ditemukan gugur di Sungai Katingan

    Aiptu Sumaryanto Gugur usai Gerebek Narkoba Kalteng

    • calendar_month Minggu, 5 Jul 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 145
    • 0Komentar

    Jakarta (duasatunews.com) – Aiptu Sumaryanto Gugur setelah tim gabungan menemukan jenazah personel Polres Katingan itu di Sungai Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kalimantan Tengah, Minggu (5/7/2026). Polisi sebelumnya melaporkan Aiptu Sumaryanto hilang saat mengikuti operasi penggerebekan bandar narkoba pada Rabu (1/7/2026). Peristiwa Aiptu Sumaryanto Gugur menambah jumlah anggota Polri yang gugur dalam operasi tersebut menjadi […]

  • ilustrasi strategi BI perkuat rupiah melalui intervensi pasar dan penguatan arus modal

    Prabowo Setujui 7 Langkah BI Jaga Rupiah, Intervensi hingga Pembatasan Dolar Diperketat

    • calendar_month Rabu, 6 Mei 2026
    • account_circle Reski
    • visibility 286
    • 0Komentar

    Jakarta,(duasatunews.com) — Presiden Prabowo Subianto menyetujui tujuh strategi dari Bank Indonesia untuk memperkuat rupiah yang melemah dalam beberapa hari terakhir. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan hasil rapat terbatas bersama Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di Istana Merdeka, Selasa (5/5). Dalam forum itu, pemerintah dan BI menempatkan stabilitas rupiah sebagai prioritas utama. Sebagai langkah awal, bank […]

  • Donald Trump dan Vladimir Putin berjabat tangan membahas New START nuklir

    New START di Ujung Masa Berlaku, Stabilitas Nuklir Global Dipertaruhkan

    • calendar_month Kamis, 5 Feb 2026
    • account_circle Darman
    • visibility 400
    • 1Komentar

    Jakarta, duasatunews.com | Ketidak pastian masa depan New START nuklir kembali memicu kekhawatiran dunia. Jika perjanjian ini benar-benar berakhir tanpa pengaturan lanjutan, Amerika Serikat dan Rusia tidak lagi terikat batas hukum dalam mengelola senjata nuklir strategis. Situasi tersebut berisiko memicu perlombaan senjata baru. Risiko ini meningkat di tengah konflik Ukraina dan memburuknya stabilitas keamanan global […]

  • Kerusakan lingkungan tambang nikel di Indonesia

    “Nikel Berdarah, Alam Menangis: Di Balik Kilau Industri, Tersembunyi Derita Bumi dan Rakyat”.

    • calendar_month Kamis, 31 Jul 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 958
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com | Indonesia kini berdiri di persimpangan sejarah. Di satu sisi, pemerintah mempromosikan hilirisasi nikel sebagai motor pertumbuhan ekonomi dan fondasi transisi energi global. Namun di sisi lain, praktik pertambangan nikel justru memicu krisis lingkungan dan ketimpangan sosial yang semakin dalam. Tata kelola tambang yang timpang, tidak akuntabel, dan terlalu memihak modal telah menciptakan […]

  • AS serang Iran 2026 memicu kepulan asap dan ledakan di kawasan perkotaan Iran

    AS Serang Iran, Timur Tengah di Ambang Perang Terbuka: Ledakan Terdengar hingga Bahrain dan Saudi

    • calendar_month Sabtu, 28 Feb 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 461
    • 1Komentar

    JAKARTA, (Duasatunews.com) — Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak tajam setelah itu, Amerika Serikat melancarkan serangan militer ke Iran pada Sabtu (28/2/2026). Langkah ini menyusul serangan pendahuluan Israel ke sejumlah target strategis. Akibatnya, kekhawatiran akan pecahnya perang regional semakin menguat. Sebelumnya, Washington dan Teheran menjalani negosiasi terkait isu nuklir. Namun demikian, pembicaraan terakhir pada Kamis […]

  • KPK Panggil Raffi terkait kasus dugaan suap Bea Cukai

    Kabid Hukum dan HAM PP GPI Meminta KPK Memanggil Raffi Ahmad dalam Kasus Dugaan Suap Bea Cukai

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Rahman
    • visibility 197
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Islam (PP GPI) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera memanggil Raffi Ahmad. Desakan itu muncul setelah jaksa menyebut nama Raffi dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi importasi barang di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Ketua Bidang Hukum dan HAM PP GPI, Midul Makati, SH., […]

expand_less