Prabowo Siap Ke Iran demi Redam Ketegangan Timur Tengah
- account_circle adrian moita
- calendar_month Minggu, 1 Mar 2026
- visibility 197
- comment 0 komentar
- print Cetak

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan resmi dalam sebuah forum kenegaraan. Pemerintah Indonesia menegaskan komitmen pada diplomasi dan dialog untuk menjaga stabilitas serta perdamaian internasional.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, (duasatunews.com) — Prabowo siap mediasi konflik di Timur Tengah dengan menyatakan kesiapan untuk bertolak ke Iran guna memfasilitasi dialog. Presiden Prabowo Subianto menegaskan langkah tersebut bertujuan membantu memulihkan kondisi keamanan yang kondusif di kawasan.
Pemerintah Indonesia menilai dialog dan diplomasi sebagai langkah utama untuk meredakan eskalasi konflik. Sikap ini sejalan dengan komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia serta stabilitas global.
Prabowo Siap Mediasi, Indonesia Dorong Dialog dan Diplomasi
Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri, pemerintah menyesalkan gagalnya perundingan antara Amerika Serikat dan Iran. Kegagalan tersebut memicu peningkatan ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri serta mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.
“Presiden Republik Indonesia menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog. Jika kedua pihak menyetujui, Presiden bersedia bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi,” demikian pernyataan Kemlu.
Komitmen Prabowo Siap Mediasi Lewat Politik Luar Negeri Bebas Aktif
Langkah Prabowo siap mediasi mencerminkan komitmen Indonesia dalam menjaga stabilitas global. Pemerintah menjalankan peran tersebut sesuai prinsip politik luar negeri bebas dan aktif yang selama ini menjadi pijakan diplomasi Indonesia.
Kemlu menilai peningkatan ketegangan di Timur Tengah berisiko mengganggu stabilitas kawasan. Situasi tersebut juga dapat berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia.
Prabowo Siap Mediasi Sambil Imbau Perlindungan WNI
Pemerintah mengimbau warga negara Indonesia yang berada di wilayah terdampak konflik agar tetap tenang dan waspada. WNI diminta mengikuti arahan otoritas setempat serta menjaga keamanan pribadi.
Selain itu, pemerintah meminta WNI untuk menjaga komunikasi dengan Perwakilan RI terdekat guna memastikan keselamatan dan keamanan.
Latar Belakang Eskalasi Konflik Timur Tengah
Pada Sabtu (28/2), Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap Iran. Serangan tersebut menjadi yang kedua pada masa pemerintahan Presiden AS Donald Trump, setelah serangan pertama pada Juni 2025.
Trump menyatakan pasukan Amerika meluncurkan operasi militer besar di Iran. Ia menyebut operasi tersebut bertujuan melindungi kepentingan nasional dari ancaman yang diklaim terkait program nuklir Iran.
Gagalnya Diplomasi AS–Iran Picu Eskalasi Militer
Sebelumnya, Amerika Serikat dan Iran menggelar tiga putaran perundingan tidak langsung yang dimediasi Oman.
Putaran pertama dan kedua berlangsung di Muscat dan Jenewa, dengan fokus pada pembatasan pengayaan dan persediaan uranium Iran sebagai imbalan pencabutan sanksi.
Putaran ketiga yang berlangsung pada Kamis (26/2) di Jenewa gagal mencapai kesepakatan. Ketegangan yang meningkat di kawasan kemudian berujung pada eskalasi militer.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: DUASATUNEWS.COM
