P2MI Siapkan Langkah Atasi Kendala Visa Pekerja Migran ke Eropa
- account_circle Rahman
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 286
- comment 0 komentar
- print Cetak

Proses pengurusan visa pekerja migran Indonesia masih memerlukan percepatan agar penempatan ke negara tujuan berjalan tepat waktu.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, duasatunews.com — Visa pekerja migran masih menjadi kendala dalam proses penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) ke luar negeri. Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menyiapkan langkah lanjutan untuk mempercepat proses administrasi agar penempatan PMI berjalan tepat waktu dan sesuai ketentuan.
Wakil Menteri P2MI Christina Aryani menyampaikan hal tersebut saat menerima perwakilan agensi tenaga kerja Opus Recruitment SRL di Jakarta, Senin (9/2/2026). Ia menegaskan pemerintah terus memperbaiki layanan penempatan tanpa mengurangi prinsip kehati-hatian dan pelindungan PMI.
Sistem Manual Jadi Tantangan
Christina menjelaskan, sejumlah negara tujuan penempatan masih menggunakan sistem manual dalam pengurusan dokumen perjalanan tenaga kerja. Sistem ini kerap memperpanjang waktu proses dan memengaruhi jadwal keberangkatan PMI.
P2MI menilai percepatan proses administrasi menjadi kebutuhan mendesak. Tanpa perbaikan mekanisme, peluang kerja di luar negeri berisiko tidak terserap optimal oleh PMI yang telah memenuhi persyaratan.
Penempatan Hospitality Bersifat Musiman
Christina mencontohkan penempatan PMI sektor hospitality di Bulgaria yang bersifat musiman. Masa kerja di sektor ini berlangsung sekitar lima hingga enam bulan. Pekerja harus tiba pada awal April saat musim wisata dimulai.
Jika proses administrasi berjalan lambat, kesempatan kerja dapat terlewat. Karena itu, P2MI mendorong koordinasi aktif dengan mitra penempatan agar jadwal keberangkatan tetap sesuai rencana.
Peluang di Malta dan Siprus
Selain Bulgaria, P2MI juga membahas peluang penempatan PMI sektor hospitality ke Malta dan Siprus. Kedua negara membutuhkan tenaga kerja dengan keterampilan layanan perhotelan dan pariwisata.
Indonesia memiliki keunggulan di sektor ini. Banyak PMI berasal dari Bali yang memiliki pengalaman kerja dan budaya layanan kuat. Faktor tersebut meningkatkan daya saing PMI di pasar kerja internasional.
Fokus Percepatan dan Pelindungan
Ke depan, P2MI akan memperkuat koordinasi dengan mitra penempatan serta perwakilan Republik Indonesia di luar negeri. Pemerintah juga mendorong pemanfaatan sistem digital untuk mendukung efisiensi layanan.
Langkah ini diharapkan mampu mempercepat proses visa pekerja migran sekaligus menjaga kepastian kerja, keamanan, dan pelindungan hak PMI selama masa penempatan.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Endana

Saat ini belum ada komentar