Indonesia Dorong AI Jadi Barang Publik Global di AI Impact Summit 2026
- account_circle Rahman
- calendar_month Sabtu, 21 Feb 2026
- visibility 135
- comment 0 komentar
- print Cetak

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria (tengah) menjadi narasumber diskusi panel dalam acara India AI Impact Summit 2026 di New Delhi, India, Kamis (19/02/2026).
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
JAKARTA, Duasatunews.com — Indonesia mendorong pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) yang berorientasi pada kepentingan publik dan pembangunan sosial. Pemerintah menyampaikan komitmen tersebut dalam India AI Impact Summit 2026.
Dampak AI Dinilai Belum Merata
Dalam forum tersebut, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menilai dampak global AI masih terbatas. Menurutnya, manfaat AI baru berada di tingkat enam dari sepuluh. Oleh karena itu, pemerintah mendorong pemerataan manfaat teknologi, khususnya bagi negara berkembang.
Selain itu, Nezar menegaskan transformasi digital tidak cukup hanya membangun infrastruktur. Pemerintah juga harus memastikan masyarakat memperoleh akses yang bermakna agar teknologi memberi solusi nyata.
AI Harus Menjawab Kebutuhan Masyarakat
Di sisi lain, Indonesia menilai tantangan ke depan bukan sekadar menciptakan AI yang semakin canggih. Pemerintah ingin memastikan AI menjawab kebutuhan riil masyarakat. Misalnya, AI dapat memperkuat layanan kesehatan, pendidikan, dan ekonomi lokal.
Dengan pendekatan tersebut, pemerintah mengarahkan pemanfaatan AI agar berdampak langsung bagi kesejahteraan publik.
Dalam diskusi panel, Indonesia berdialog bersama negara Global South, termasuk Togo dan Mesir. Melalui forum ini, negara berkembang mulai berperan aktif dalam tata kelola AI global. Mereka tidak lagi hanya menjadi pengguna teknologi.
Sementara itu, delegasi Togo menekankan pentingnya penguatan talenta digital. Mereka juga menyoroti kesiapan institusi publik dalam mengadopsi AI secara bertanggung jawab. Pada kesempatan yang sama, perwakilan Mesir menekankan perlunya tata kelola AI yang melindungi masyarakat dan menjaga kedaulatan data nasional.
Pengalaman Indonesia dalam Transformasi Digital
Sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis beragam, Indonesia memanfaatkan teknologi untuk pemerataan layanan publik. Saat ini, lebih dari 80 persen penduduk Indonesia telah terhubung dengan internet.
Namun demikian, fokus pembangunan digital kini bergeser. Pemerintah tidak lagi hanya memperluas akses. Pemerintah juga meningkatkan kualitas pemanfaatan teknologi, termasuk penggunaan AI di sektor layanan publik.
Pada akhirnya, India AI Impact Summit 2026 menjadi momentum kolaborasi negara berkembang. Forum ini mendorong pengembangan AI yang inklusif dan dapat dipercaya. Negara Global South sepakat memposisikan AI sebagai barang publik global.
Dengan arah tersebut, Indonesia menegaskan keberhasilan AI tidak diukur dari kecanggihan teknologi semata. Sebaliknya, pemerintah menilai keberhasilan AI dari kemampuannya meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara nyata dan merata.
- Penulis: Rahman
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: https://duasatunews.com

Saat ini belum ada komentar