Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar Dipercepat
- account_circle adrian moita
- calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
- visibility 185
- comment 0 komentar
- print Cetak

Personel TNI Angkatan Darat membangun jembatan darurat jenis Bailey dan armco di wilayah terdampak banjir di Sumatera Barat. Pembangunan jembatan ini dilakukan untuk memulihkan akses transportasi serta mendukung kelancaran aktivitas masyarakat pascabencana.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) — Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar terus dipercepat untuk memulihkan akses transportasi yang terputus akibat banjir di sejumlah daerah. Pemerintah bersama TNI memprioritaskan konektivitas antarwilayah agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
Personel TNI Angkatan Darat melalui Bekang Kodam XX/Tanjungpura mengerjakan berbagai jenis jembatan di kabupaten terdampak. Tim lapangan membangun jembatan armco, jembatan Bailey, serta jembatan gantung guna menghubungkan kembali wilayah yang sempat terisolasi.
Progres Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar
Di Sungai Rangeh, Nagari Bayua, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, tim hampir menyelesaikan jembatan armco. Warga segera dapat memanfaatkan infrastruktur tersebut untuk memperlancar mobilitas harian.
Di Kampuang Jambu, pekerja telah menyelesaikan sekitar 80 persen konstruksi jembatan armco. Tim merampungkan pengecoran struktur utama dan alas jembatan, lalu melanjutkan pemasangan pembatas serta penyambungan badan jalan.
Di Muaro Busuak, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, personel memperkuat alas dan bantalan jembatan Bailey agar konstruksi tersambung aman dengan jalan utama. Tim juga melanjutkan pembangunan di Kubu Sarunai dan Aia Taganang, Kabupaten Agam, serta Sungai Lasi di Kabupaten Pasaman.
Dukungan Logistik dan Dampak Ekonomi
Selain fokus pada infrastruktur, TNI mengoperasikan dapur lapangan di sejumlah titik terdampak. Personel menyiapkan dan mendistribusikan makanan siap saji untuk membantu warga yang masih menghadapi keterbatasan akses.
Pemerintah daerah terus berkoordinasi dengan aparat di lapangan agar pengerjaan berjalan sesuai jadwal. Dengan terbukanya jalur transportasi, aktivitas perdagangan, pendidikan, dan layanan kesehatan mulai pulih secara bertahap.
Pembangunan Jembatan Pascabanjir Sumbar juga memberikan dampak ekonomi positif. Kehadiran infrastruktur sementara mempercepat distribusi hasil pertanian dan kebutuhan pokok ke pasar lokal. Selain itu, masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas usaha tanpa hambatan signifikan.
Ke depan, pemerintah akan mengevaluasi kondisi jembatan darurat dan merencanakan pembangunan permanen di sejumlah titik prioritas. Langkah ini bertujuan memperkuat ketahanan infrastruktur menghadapi potensi bencana serupa di masa mendatang.
Melalui percepatan pembangunan jembatan dan dukungan logistik tersebut, proses pemulihan pascabanjir di Sumatera Barat diharapkan berlangsung lebih efektif, terukur, dan berkelanjutan.
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
- Sumber: duasatunews.com
