Breaking News
light_mode
Beranda » Nasional » Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

Taj Mahal: Monumen Cinta Abadi dari India

  • account_circle Brian Putra
  • calendar_month Kamis, 15 Jan 2026
  • visibility 135
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

JAKARTA, duasatunews.com – Pada tahun 1983, UNESCO menetapkan Taj Mahal sebagai salah satu Situs Warisan Dunia. Penetapan ini menegaskan posisi Taj Mahal sebagai monumen bersejarah yang memiliki nilai budaya luar biasa bagi dunia.

Taj Mahal memang dikenal karena kemegahannya. Namun, di balik keindahan arsitekturnya, monumen ini menyimpan kisah cinta dan tragedi yang mendalam.

Bukan Masjid, Melainkan Makam Cinta

Sekilas, Taj Mahal tampak seperti masjid besar dengan kubah putih yang menjulang tinggi. Faktanya, bangunan ini merupakan mausoleum atau makam. Kaisar Mughal Shah Jahan membangunnya sebagai bentuk penghormatan terakhir bagi istrinya, Mumtaz Mahal.

Shah Jahan sangat mencintai Mumtaz Mahal. Ia kehilangan sang istri pada tahun 1631, saat Mumtaz wafat ketika melahirkan anak ke-14 mereka. Peristiwa itu meninggalkan duka mendalam bagi sang kaisar.

Pembangunan yang Menguras Tenaga dan Waktu

Shah Jahan memerintahkan pembangunan Taj Mahal pada tahun 1632 M. Ia melibatkan ribuan pekerja, seniman, dan arsitek dari berbagai wilayah. Para ahli datang dari India, Persia, Asia Tengah, hingga Kekaisaran Ottoman.

Proyek besar ini juga memanfaatkan ribuan gajah untuk mengangkut material bangunan. Proses pembangunannya memakan waktu sekitar 20 hingga 22 tahun dan rampung pada 1653 M.

Keindahan Arsitektur yang Mengagumkan Dunia

Para perancang menggunakan marmer putih dari Makrana, Rajasthan, sebagai bahan utama. Mereka menghiasi bangunan dengan batu mulia seperti giok, pirus, lapis lazuli, dan jasper. Perpaduan gaya Islam, Persia, Ottoman, dan India menciptakan harmoni arsitektur yang luar biasa.

Selain makam utama, kompleks Taj Mahal mencakup masjid, wisma tamu, taman charbagh bergaya Persia, serta gerbang utama yang megah. Para arsitek merancang seluruh elemen dengan simetri dan presisi tinggi.

Akhir Tragis Sang Kaisar

Di akhir hidupnya, Shah Jahan menghadapi konflik perebutan kekuasaan dengan anak-anaknya. Aurangzeb keluar sebagai pemenang dan menggulingkan ayahnya sendiri dari tahta.

Aurangzeb kemudian memenjarakan Shah Jahan di Benteng Agra. Dari dalam penjara, Shah Jahan hanya bisa memandangi Taj Mahal dari kejauhan. Ia jatuh sakit dan meninggal dunia sekitar tahun 1666.

 

Saksi Cinta dan Tragedi

Kini, Taj Mahal berdiri sebagai simbol cinta yang abadi. Monumen ini juga menjadi saksi bisu atas pengorbanan, kehilangan, dan tragedi keluarga dalam sejarah Kekaisaran Mughal.

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Penyiraman air keras pelajar di Cempaka Putih Jakarta Pusat

    Penyiraman Air Keras Pelajar di Cempaka Putih Diselidiki Polisi

    • calendar_month Minggu, 8 Feb 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 111
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) – Penyiraman air keras pelajar kembali memicu keprihatinan publik. Kepolisian menyelidiki insiden kekerasan yang melibatkan pelajar di kawasan Cempaka Putih Barat, Jakarta Pusat, pada Jumat (6/2) sore. Peristiwa ini menambah daftar kasus kekerasan remaja yang berdampak serius pada keselamatan korban. Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat, AKBP Roby Heri Saputra, menyatakan penyidik […]

  • KPK periksa arsitek kasus RSUD Kolaka Timur di Gedung Merah Putih

    KPK Periksa Arsitek RSUD Kolaka Timur, Kasus Abdul Azis

    • calendar_month Kamis, 26 Feb 2026
    • account_circle adrian moita
    • visibility 150
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Komisi Pemberantasan Korupsi terus melanjutkan penyidikan kasus dugaan korupsi pembangunan rumah sakit umum daerah (RSUD) di Kabupaten Kolaka Timur, Sulawesi Tenggara. Dalam perkembangan terbaru kasus yang menjerat Bupati Kolaka Timur nonaktif Abdul Azis, KPK periksa arsitek RSUD Kolaka Timur yang terlibat dalam proses perencanaan proyek pembangunan rumah sakit tersebut. Pemeriksaan Arsitek untuk […]

  • Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    Layak Masuk Kabinet, Anton Timbang, Representasi Keadilan Pembangunan dan Masa Depan Indonesia Inklusif

    • calendar_month Kamis, 7 Agt 2025
    • account_circle Rahman
    • visibility 543
    • 0Komentar

    Oleh: Arin Fahrul Sanjaya, S.I.Kom. Analis Komunikasi Politik & Aktivis Muda Sultra-Jakarta   “Kita tidak sedang meminta belas kasihan kekuasaan. Kita hanya menuntut keadilan representasi.” Selama puluhan tahun, elite di pusat kekuasaan mengendalikan narasi pembangunan Indonesia. Jakarta dan lingkar politik nasional menentukan arah kebijakan, membagi anggaran, menunjuk pejabat, bahkan menafsirkan kebutuhan rakyat. Semua keputusan penting […]

  • Prabowo cabut izin perusahaan yang melanggar aturan

    Prabowo Cabut Izin Perusahaan yang Melanggar Aturan

    • calendar_month Kamis, 8 Jan 2026
    • account_circle Adrian Moita
    • visibility 253
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com — Presiden Prabowo Subianto menegaskan sikap pemerintah dengan mencabut izin perusahaan yang melanggar aturan. Presiden menyatakan tidak akan ikut campur dalam proses pencabutan izin usaha, meskipun perusahaan tersebut berpotensi melibatkan pihak yang memiliki kedekatan pribadi maupun politik dengannya, termasuk kader Partai Gerindra. Prabowo menyampaikan pernyataan itu saat menghadiri Panen Raya dan Pengumuman Swasembada […]

  • post-truth dalam pesta demokrasi Indonesia

    POST TRUTH PESTA DEMOKRASI

    • calendar_month Senin, 17 Mar 2025
    • account_circle Dr. Eni Samayati
    • visibility 998
    • 0Komentar

    JAKARTA, duasatunews.com – Fenomena post-truth dalam pesta demokrasi semakin menguat dalam kehidupan politik Indonesia. Saat ini, emosi dan sentimen sering mengalahkan fakta. Akibatnya, opini publik mudah digiring oleh narasi manipulatif, bukan oleh data dan kebenaran. Demokrasi yang Kehilangan Arah Nalar Pada kenyataannya, Indonesia sedang melewati fase sosial-politik yang melelahkan. Pemerintah kerap melahirkan kebijakan tanpa dialog […]

  • Rumah warga terdampak banjir Kalimantan Selatan

    Banjir Kalimantan Selatan Jadi Perhatian Pemerintah Pusat

    • calendar_month Selasa, 30 Des 2025
    • account_circle Penulis: Eni Samayati
    • visibility 316
    • 0Komentar

    Jakarta, (duasatunews.com) — Banjir di Kalimantan Selatan menjadi perhatian serius pemerintah pusat menyusul cuaca ekstrem yang melanda sejumlah wilayah. Pemerintah pusat memastikan pemantauan dan penanganan bencana berjalan merata di seluruh daerah terdampak. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan. Ia menyatakan perhatian pemerintah tidak hanya terfokus pada satu […]

expand_less