Sanae Takaichi menang pemilu Jepang bersama koalisi pemerintah
- account_circle adrian moita
- calendar_month Senin, 9 Feb 2026
- visibility 150
- comment 0 komentar
- print Cetak

Koalisi Sanae Takaichi menang pemilu Jepang dan mengamankan mayoritas kursi parlemen.
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Jakarta, (duasatunews.com) – Sanae Takaichi menang pemilu Jepang setelah koalisi pemerintah yang ia pimpin meraih kemenangan besar dalam pemilu nasional pada Minggu (8/2). Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi berhasil mengamankan dukungan mayoritas super di parlemen, sehingga memperkuat posisi pemerintahannya untuk lima tahun ke depan.
Kemenangan ini membuka jalan bagi agenda kebijakan strategis, termasuk rencana pemotongan pajak dan peningkatan belanja pertahanan. Selain itu, pemerintahan Takaichi juga menargetkan penguatan keamanan nasional di tengah dinamika kawasan Asia Timur, terutama terkait hubungan dengan Tiongkok.
Sanae Takaichi Menang Pemilu dengan Mayoritas Super
Partai Demokrat Liberal (LDP) yang dipimpin Takaichi meraih 316 dari total 465 kursi di majelis rendah parlemen. Perolehan tersebut menjadi salah satu hasil terbaik dalam sejarah LDP.
Selanjutnya, LDP membentuk koalisi solid dengan Japan Innovation Party. Melalui kerja sama ini, koalisi pemerintah menguasai 352 kursi, atau lebih dari dua pertiga parlemen. Dengan kekuatan tersebut, pemerintah dapat meloloskan agenda legislatif penting meski tidak memegang mayoritas di majelis tinggi.
Sanae Takaichi Menang Pemilu dan Bawa Mandat Perubahan
Dalam wawancara televisi usai pengumuman hasil pemilu, Takaichi menegaskan bahwa kemenangan ini membawa mandat perubahan besar. Pemerintah, menurutnya, akan fokus pada reformasi ekonomi, kebijakan fiskal, serta penguatan sektor keamanan.
“Pemilu ini mencerminkan pilihan rakyat terhadap arah kebijakan ekonomi dan keamanan Jepang,” ujar Takaichi. Ia mengakui bahwa sejumlah kebijakan menuai perdebatan, namun ia menegaskan komitmen pemerintah untuk menjalankannya dengan dukungan publik.
Takaichi yang berusia 64 tahun dikenal sebagai politisi konservatif yang tegas. Ia juga menjadi pemimpin perempuan Jepang pertama yang secara terbuka menyebut Margaret Thatcher sebagai inspirasi kepemimpinannya.
Pemilu Musim Dingin di Tengah Cuaca Ekstrem
Takaichi menggelar pemilu dadakan pada musim dingin untuk memanfaatkan tingkat popularitasnya yang tinggi sejak memimpin LDP akhir tahun lalu. Langkah ini tergolong jarang dalam sejarah politik Jepang.
Meski hujan salju lebat melanda sejumlah wilayah dan mengganggu transportasi, para pemilih tetap mendatangi tempat pemungutan suara. Akibat cuaca ekstrem, beberapa TPS terpaksa tutup lebih awal. The Korea Times mencatat pemilu ini sebagai pemilu ketiga pascaperang Jepang yang berlangsung pada Februari.
- Penulis: adrian moita
- Editor: saydul
- Sumber: duasatunews.com
