Selat Hormuz Iran Tetap Terbuka untuk Dunia, Ditutup bagi Musuh
- account_circle adrian moita
- calendar_month Jumat, 3 Apr 2026
- visibility 65
- comment 0 komentar
- print Cetak

Arsip foto - Sebuah kapal komersial berlabuh di lepas pantai Uni Emirat Arab akibat gangguan pelayaran di Selat Hormuz
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
Istanbul (duasatunews.com) – Selat Hormuz Iran kembali menjadi sorotan di tengah meningkatnya konflik kawasan. Pemerintah Iran menegaskan bahwa jalur strategis tersebut tetap terbuka untuk pelayaran internasional. Namun, Iran akan menutup akses bagi pihak yang mereka anggap sebagai musuh.
Penasihat pemimpin tertinggi Iran, Ali Akbar Velayati, menegaskan bahwa negaranya mengendalikan arah konflik. Ia menilai klaim pihak lawan tidak realistis dan tidak akan menentukan hasil akhir.
“Perang akan berakhir melalui strategi Iran, bukan ilusi para agresor,” tulisnya di X.
Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa kemampuan militer Iran melemah. Ia menyebut Iran hanya memiliki sedikit peluncur rudal. Ia juga menilai kapasitas serangan drone dan rudal menurun drastis.
Trump memperkirakan konflik masih berlangsung dua hingga tiga pekan. Meski demikian, ia melihat tanda-tanda bahwa situasi mulai mendekati akhir.
Peran Strategis Selat Hormuz Iran
Selat Hormuz memegang peran penting dalam distribusi energi global. Jalur ini menjadi rute utama pengiriman minyak ke Asia. Karena itu, stabilitas kawasan sangat memengaruhi harga energi dunia.
Selain minyak mentah, jalur ini juga menjadi rute penting bagi gas alam cair (LNG). Banyak negara Asia sangat bergantung pada pasokan energi yang melewati Selat Hormuz Iran. Gangguan kecil saja dapat langsung memicu volatilitas harga di pasar global.
Iran terus menjaga jalur tersebut tetap beroperasi. Teheran mengizinkan kapal dari negara sahabat melintas. Namun, Iran membatasi akses bagi pihak yang berseberangan.
Ketegangan meningkat sejak 28 Februari. Israel dan Amerika Serikat melancarkan serangan ke Iran pada tanggal tersebut. Serangan itu menewaskan lebih dari 1.340 orang, termasuk Ali Khamenei.
Iran kemudian merespons dengan serangan balasan menggunakan drone dan rudal. Iran menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara Teluk yang menampung aset militer AS. Serangan itu menyebabkan korban jiwa, merusak infrastruktur, dan mengganggu pasar global serta penerbangan.
Dampak Global dan Risiko Energi
Situasi di Selat Hormuz Iran tidak hanya berdampak regional. Gangguan di jalur ini dapat memicu lonjakan harga minyak dunia. Selain itu, ketidakpastian juga memengaruhi pasar keuangan dan sektor transportasi internasional.
Perusahaan energi dan pelayaran kini meningkatkan kewaspadaan. Beberapa operator bahkan menyesuaikan rute dan biaya asuransi karena risiko keamanan yang meningkat. Kondisi ini menambah tekanan pada rantai pasok global.
Banyak negara kini memantau perkembangan dengan cermat. Stabilitas Selat Hormuz Iran menjadi kunci bagi kelancaran pasokan energi global.
Sumber: Anadolu
- Penulis: adrian moita
- Editor: Nur Wayda
